Takabur Hanya Akan Membawa Pada Kejatuhan

Kamis, 01 Pebruari 2018 14:50
Takabur Hanya Akan Membawa Pada Kejatuhan
ilustrasi/net

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU - Takabur adalah menganggap rendah orang lain, merasa lebih dibandingkan dengan orang lain. Biasanya di pengaruhi oleh keturunan, kekayaan, kedudukan, kecantikan, ketampanan, kepandaian, dan sebagainya. Dalam arti kata sama dengan kesombongan, keangkuhan, membanggakan diri sendiri. Takabur merupakan sebagian dari sifat tercela (madzmunah).

Takabur juga sering didefinisikan dengan rasa kagum terhadap diri, sikap suka membangga-banggakan, membesar-besarkan, dan membusungkan dada. Lantaran kagum pada potensi dirinya, akibatnya membuahkan sikap arogan, pongah, sombong, dan angkuh terhadap orang lain. Hanya dialah pemilik superioritas dan tak ada seorang pun yang bisa menandinginya.

Merasa hebat, kuat dan lupa tempat berdiri juga bisa roboh. Bahkan orang-orang takabur tak lagi bisa menilai dan melihat ke dalam dirinya sendiri, tentang kekurangan dan kebodohannya. Takabur juga memicu sifat lainnya, tamak dan tak hendak keluar dari kenyataan yang membuat dia ingin selalu di atas, dipuja dan disanjung. Takabur juga meremehkan orang lain dan menghilangkan etika dan tatakrama.

Take and give tak masuk dalam kamus kehidupan orang-orang takabur. Dia bebal terhadap inovasi, saran, dan kritik orang lain. Takabur tidak hanya berbahaya terhadap orang lain tetapi juga terhadap dirinya sendiri. Dia hanya tahu kelemahan orang lain, sedang boroknya sendiri tak ia sadari. Dia menutup mata rapat-rapat akan kemajuan orang lain.

Maka petaka bagi sebuah bangsa, sebuah negeri, yang pemimpinnya dihinggapi penyakit takabur karena tak akan ada ahli ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga ia terus berkubang dalam status quo-nya. Karena si takabur berkeinginan memperoleh puja-puji dan akan terus mempertahankan posisinya tersebut dengan cara apa pun jua dan lupa, sesungguhnya ia menuju ambang degradasi. Posisinya justru makin terpuruk.

Jalaludin Rumi, sufi besar Persia abad ke-13 berucap, "Sebuah pohon yang sarat buah-buahan, cabang-cabangnya merunduk ke bumi. Tetapi kemudian pohon itu mengangkat kepalanya ke langit, dapatkah kita berharap memetik dan menikmati buahnya?"

Ini menggambarkan, seorang pemimpin yang kaya raya pun, jika dia takabur, sombong dan angkuh, rakyat tiada kan mendapat apa-apa dari mereka, kecuali kesusahan dan kesengsaraan. Bahkan pemimpin seperti ini akan rela melakukan apa saja, meski menyengsarakan rakyat, demi keutuhan singgaasananya.

Dalam surat Al-Nahl [16]:23) dikatakan, Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong. Juga dalam surat Al-Isra’([17]:37) yang menyatakan, 'Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.'

Kenapa tidak belajar dari bumi, yang meski berjibun makhuk mengeruk berbagai karunia darinya namun ia tetap berada di bawah? Manusia kerap lupa kalau dia suatu saat juga akan jatuh, setinggi apapun berada. 

Manusia kerap lupa bahwa sebuah dinasti pun bisa runtuh dan sejarah telah membuktikan itu, sejak dulu kala, hingga zaman globalisasi ini. Betapa banyak pemimpin berakhir di penderitaan, dalam penjara dan terusir dari negeranya sendiri, karena takabur dan sombongnya.

Takabur, mengapa dilakukan, jika pada akhirnya akan menjauhkan dan menjatuhkan juga? ***(Luzi Diamanda)

Klik tombol Like jika Anda suka dengan Berita ini

TRAVELLING

Berita Terkini

Soal Peredaran Uang Palsu Jelang Pilkada, Sekdaprov Riau: Kita Bagi Tugas Lah!
Sabtu, 24 Pebruari 2018 13:30

Soal Peredaran Uang Palsu Jelang Pilkada, Sekdaprov Riau: Kita Bagi Tugas Lah!

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Ahmad Hijazi, sepakat penanganan cepat harus dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat, untuk mencegah peredaran uang palsu saat Pilkada.

MTQ Tingkat Kelurahan Mentangor Dimulai Hari Ini
Sabtu, 24 Pebruari 2018 13:08

MTQ Tingkat Kelurahan Mentangor Dimulai Hari Ini

 Perlombaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kelurahan Mentangor dimulai hari ini, Sabtu (24/2/2018) pagi.

Cegah Peredaran Uang Palsu Saat Pilkada, Polda Riau Bentuk Satgas
Sabtu, 24 Pebruari 2018 12:56

Cegah Peredaran Uang Palsu Saat Pilkada, Polda Riau Bentuk Satgas

Polda Riau bentuk Tim Satgas money politic. Tim ini juga akan menelusuri peredaran uang palsu yang kemungkinan besar banyak beredar jelang Pilkada di Riau.

Laporan Soal Isteri Firdaus, Bawaslu Riau: Rumah Tangga Paslon Bukan Urusan KPU
Sabtu, 24 Pebruari 2018 12:43

Laporan Soal Isteri Firdaus, Bawaslu Riau: Rumah Tangga Paslon Bukan Urusan KPU

Bawaslu Riau memutuskan jumlah isteri Firdaus tidak menjadi urusan KPU. Dengan demikian, laporan dugaan pelanggaran KPU Riau dihentikan.

Diduga Dianiaya Anak Sendiri, Pria 60 Tahun di Siak Ditemukan Tewas Berlumuran Darah
Sabtu, 24 Pebruari 2018 12:35

Diduga Dianiaya Anak Sendiri, Pria 60 Tahun di Siak Ditemukan Tewas Berlumuran Darah

 Warga Kelurahan Kampung Rempak Siak, pagi tadi, Sabtu (24/2/2018), digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki berlumuran darah. 

Kenali Ciri-ciri Uang Palsu, Masih Berlakukah 3D?
Sabtu, 24 Pebruari 2018 12:08

Kenali Ciri-ciri Uang Palsu, Masih Berlakukah 3D?

Anda pastinya sudah tidak asing lagi dengan sosialisasi BI bagaimana cara sederhana mengenali uang palsu. Trik membedakan mana uang palsu dan uang asli yang begitu populer yakni 3D. Masih berlalukah itu?

Lowongan Kerja Guru TK di Pekanbaru
Sabtu, 24 Pebruari 2018 11:55

Lowongan Kerja Guru TK di Pekanbaru

Bagi anda yang sedang mencari informasi seputar lowongan kerja,  kini PAUD Aufa Kids Pekanbaru sedang membutuhkan tenaga pendidik untuk ditempatkan pada posisi Guru TK.

Uang Palsu Jelang Pilkada, Pemprov Riau Desak BI dan Aparat Bergerak Cepat
Sabtu, 24 Pebruari 2018 11:34

Uang Palsu Jelang Pilkada, Pemprov Riau Desak BI dan Aparat Bergerak Cepat

Pemprov Riau desak Bank Indonesia (BI) dan aparat penegak hukum, untuk lebih atif menekan peredaran uang palsu jelang Pilkada serentak.

PWI Riau Tanam 500 Bibit Pohon di Stadiun Utama Riau
Sabtu, 24 Pebruari 2018 11:02

PWI Riau Tanam 500 Bibit Pohon di Stadiun Utama Riau

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) melakukan penanaman 500 bibit pohon di stadiun utama,  sabtu (24/02/2018).  

Akhir Pekan, Hampir Seluruh Harga Sayuran di Pekanbaru Turun
Sabtu, 24 Pebruari 2018 10:47

Akhir Pekan, Hampir Seluruh Harga Sayuran di Pekanbaru Turun

 Harga beberapa jenis sayuran yang dijual di Kota Pekanbaru mengalami penurunan memasuki akhir pekan ini, Sabtu (24/2/2018).