Berikanlah 'Bingkisan Harmonisasi' dalam Mayday 2017

Senin, 01 Mei 2017 09:22
Berikanlah 'Bingkisan Harmonisasi' dalam Mayday 2017
Melba Ferry Fadly

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU - Hampir disetiap negara mempunyai banyak tenaga buruh, tidak terlepas di Indonesia sendiri. Pada hari buruh atau biasa dikenal dengan Mayday, diperingati pada tanggal 1 Mei setiap tahunnya. Mayday hadir dengan menimpan segudang sejarah kaum buruh yang memperjuangkan nasipnya untuk menuntuk kesejahteraan.

Hari Buruh lahir dari berbagai rentetan perjuangan kelas pekerja untuk meraih kendali ekonomi-politis hak-hak industrial. Perkembangan kapitalisme industri di awal abad 19 menandakan perubahan drastis ekonomi-politik, terutama di negara-negara kapitalis di Eropa Barat dan Amerika Serikat.
Ketatnya disiplin dan pengintensifan jam kerja, minimnya upah, dan buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik, melahirkan perlawanan dari kalangan kelas pekerja. Perlawanan itu sebagai upaya menuntut hak atas apa yang sudah mereka berikan kepada perusahaan.

Pada tahun 1806, menjadi tahun pertama pemogokan kelas pekerja Amerika Serikat oleh pekerja Cordwainers. Pemogokan ini membawa para pengorganisirnya ke meja pengadilan dan juga mengangkat fakta bahwa kelas pekerja di era tersebut bekerja dari 19 sampai 20 jam seharinya.

Sejak saat itu, perjuangan untuk menuntut direduksinya jam kerja menjadi agenda bersama kelas pekerja di Amerika Serikat.

Ada dua orang yang dianggap telah menyumbangkan gagasan untuk menghormati para pekerja, Peter McGuire dan Matthew Maguire, seorang pekerja mesin dari Paterson, New Jersey.

Pada tahun 1872, McGuire dan 100.000 pekerja melakukan aksi mogok untuk menuntut mengurangan jam kerja. McGuire lalu melanjutkan dengan berbicara dengan para pekerja and para pengangguran, melobi pemerintah kota untuk menyediakan pekerjaan dan uang lembur. McGuire menjadi terkenal dengan sebutan 'pengganggu ketenangan masyarakat'.

Rentetan itu terus berlangsung. Pada tahun 1881, McGuire pindah ke St.Louis, Missouri dan memulai untuk mengorganisasi para tukang kayu. Akhirnya didirikanlah sebuah persatuan yang terdiri atas tukang kayu di Chicago, dengan McGuire sebagai Sekretaris Umum dari 'United Brotherhood of Carpenters and Joiners of America'.

Pada tanggal 5 September 1882, parade Hari Buruh pertama diadakan di kota New York dengan peserta 20.000 orang yang membawa spanduk bertulisan 8 jam kerja, 8 jam istirahat, 8 jam rekreasi. Maguire dan McGuire memainkan peran penting dalam menyelenggarakan parade ini. Dalam tahun-tahun berikutnya, gagasan ini menyebar dan semua negara bagian merayakannya.

Kongres Internasional Pertama diselenggarakan pada September 1866 di Jenewa, Swiss, dihadiri berbagai elemen organisasi pekerja belahan dunia. Kongres ini menetapkan sebuah tuntutan mereduksi jam kerja menjadi 8 jam sehari.

1 Mei ditetapkan sebagai hari perjuangan kelas pekerja dunia pada Konggres 1886 oleh Federation of Organized Trades and Labor Unions. Tanggal 1 Mei dipilih karena pada 1884 Federation of Organized Trades and Labor Unions, yang terinspirasi oleh kesuksesan aksi buruh di Kanada 1872.

Terlepas dari itu semua, Mayday adalah hari yang menjadi catatan sejarah penting bagi dunia, dimana bersatunya kaum buruh. Di Riau sendiri, seperti tahun-tahun sebelumnya, juga ada banyak aksi yang dilakukan serikat buruh untuk mengambil kesejahteraan mereka. Kajian di atas banyak tertuang dalam catatan internet dan buku tentang Mayday. Namun yang terpenting bagaimana menyikapi momentum ini.

Dewasa ini, keterlibatan pemerintah dalam menentukan nasib buruh sangat penting. Tentunya dengan hadirnya banyak peraturan tentang perburuhan dan upah. Setiap tahun pembahasan mengenai kenaikan jagi yang layak dilakukan. Memaknai Mayday, ada beberapa catatan penting.

Pertama, buruh itu adalah 'aset' sebuah perusahaan. Buruh sangat menentukan kualitas dan produktifitas dalam melakukan produksi. Antara buruh dan perusahaan itu seperti 'ibu' jadi. Jika hilang, sulit bagi perushaan untuk 'menggenggam'. Jika sudah begitu, bersinergilah supaya saling menguntungkan.

Kedua, saat ini bukan lagi zaman Peter McGuire dan Matthew Maguire. Aksi perlawanan dengan turun ke jalan harusnya sirna. Sebab di sisa waktu itu akan bisa digunakan untuk hal bermanfaat lainnya. Buruh juga manusia, yakinlah mereka juga bisa memberikan hal yang manusiawi terhadap diri mereka sendiri dan orang lain. Sirnakanlah pikiran negatif tengtang aksi buruh yang selama ini menjadi momok menakutkan bagi perusahaan, pemerintah dan masyarakat umum lainnya. Ada banyak hal lebih bermanfaat bisa dilakukan selain turun dan berteriak di tengah jalan. Dorongan seperti ini harus mumcul dari serikat buruh sendiri sebagai organisasi yang menaungi dan mengakomodir kepentingan buruh.

Ketiga, era digital merupakan suatu zaman dengan kreatifitas tinggi. Pada momentum seperti inilah, harusnya bisa menjadi ajang untuk saling berbagi. Nuansa 'jabat tangan' antara buruh dan perusahaan menjadi suatu hal yang langka. Kreatif dalam beraksi tentunya lebih baik ketimbang saling membedakan diri. Saya sangat ingin melihat ada sebuah 'bingkisan harmonisasi' antara keduanya, dan saling berjanji untuk memajukan satu sama lain. Tidak selamanya urusan perut dan dapur memicu petaka. Tunjukanlah bahwa sikap manusiawi itu hadir dari kedua elemen itu. Selamat Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2017

Penulis: Melba Ferry Fadly
(wartawan Portal Berita dan Bisnis Bertuahpos.com, 1 Mei 2017)

Klik tombol Like jika Anda suka dengan Berita ini

TRAVELLING

Berita Terkini

Selasa, 20 Pebruari 2018 06:30

DPRD: Riau Belum Siap Hadapi UNBK

Provinsi Riau baru 50% siap untuk menghadapi UNBK. Masih banyak sekolah yang 'menumpang' ke sekolah lain untuk UNBK. Anggota Komisi V DPRD Riau, Ade Agus Hartanto mengatakan tahun 2018 ini

FA Cup, Wigan Hentikan Langkah City
Selasa, 20 Pebruari 2018 05:08

FA Cup, Wigan Hentikan Langkah City

Wigan Athletic berhasil menghentikan langkah City di FA Cup.

Hari Ini, Ustaz Abdul Somad Akan Sandang Gelar 'Datuk Seri Ulama Setia Negara
Selasa, 20 Pebruari 2018 05:00

Hari Ini, Ustaz Abdul Somad Akan Sandang Gelar 'Datuk Seri Ulama Setia Negara

Ustaz Abdul Somad akan ditabalkan gelar 'Datuk Seri Ulama Setia Negara', hari ini, Selasa (20/2/2018). Penabalan ini akan dilakukan oleh LAM Riau di Balairung Tennas Effendi, Balai Adat Melayu Riau, Jalan Diponegoro Pekanbaru.

Pemko Pekanbaru Optimis Pasar Induk Selesai Oktober 2018
Senin, 19 Pebruari 2018 22:00

Pemko Pekanbaru Optimis Pasar Induk Selesai Oktober 2018

Pemerintah Kota Pekanbaru optimis Pasar Induk akan selesai tepat waktu.

Dari Kurir Ayam Hingga Bartender, Kini Arief Jadi GM Termuda di Dunia Perhotelan
Senin, 19 Pebruari 2018 21:35

Dari Kurir Ayam Hingga Bartender, Kini Arief Jadi GM Termuda di Dunia Perhotelan

Kerja sampingan semasa sekolah menjadi rutinitas sehari-hari bagi pria tampan perawakan tinggi dan putih kelahiran 31 desember 1986.

Cetak Sawah di Pelalawan Rugikan Negera Rp1 Miliar
Senin, 19 Pebruari 2018 21:30

Cetak Sawah di Pelalawan Rugikan Negera Rp1 Miliar

Cetak sawah baru tahun 2012 di Desa Gambit Mutiara, Kabupaten Pelalawan, merugikan negara sebesar Rp1 miliar lebih.

Viral Video Anak Sekolah Menangis Memanggil Orang Tuanya Saat Gunung Sinabung Erupsi
Senin, 19 Pebruari 2018 20:45

Viral Video Anak Sekolah Menangis Memanggil Orang Tuanya Saat Gunung Sinabung Erupsi

Sebuah video anak-anak sekolah dasar yang sedang berlarian saat terjadinya erupsi Gunung Sinabung viral di media sosial.

Sambel Nyai Resto,  Angkat Konsep Perkampungan di Tengah Kota
Senin, 19 Pebruari 2018 19:15

Sambel Nyai Resto, Angkat Konsep Perkampungan di Tengah Kota

Beratapkan daun rumbia,  tempat makan satu ini menyajikan nuansa makanan khas sunda, Sambel Nyai Resto namanya. Sambel Nyai resto berlokasi di Jalan Tiung No. 24

Besok, Ustaz Abdul Somad akan Bergelar Datuk Seri Ulama Setia Negara
Senin, 19 Pebruari 2018 19:00

Besok, Ustaz Abdul Somad akan Bergelar Datuk Seri Ulama Setia Negara

Besok, Selasa (20/2/2018), Ustaz Abdul Somad akan dianugerahkan gelar 'Datuk Seri Ulama Setia Negara'. Pemberian gelar adat ini akan dilakukan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau

Wow, Seminggu Ditayangkan Film Black Panther Untung Rp 4,8 Triliun
Senin, 19 Pebruari 2018 18:02

Wow, Seminggu Ditayangkan Film Black Panther Untung Rp 4,8 Triliun

Baru seminggu ditayangkan, film superhero berjudul Black Panther mampu meraup keuntungan US$361 juta atau jika dirupiahkan lebih dari Rp4,8 triliun.