Ingin Sukses? Inilah Rahasianya

Senin, 21 Desember 2015 15:49
Ingin Sukses? Inilah Rahasianya

Oleh Sofyan Siroj Lc MM

Sudah dapat dipastikan, bahwa setiap orang ingin sukses. Ada yang ingin sukses dalam bekerja, sukses dalam membangun rumah tangga, sukses dalam berkarir, sukses dalam berbisnis, sukses dalam pendidikan dan sukses di berbagai bidang kehidupan.

Namun semudah itukah untuk sukses? Tentu jawabannya tidak. Faktanya, banyak yang bingung dan tak tahu harus memulai dari mana agar bisa mewujudkan satu kata itu, ‘sukses’.  Banyak yang menyangka bahwa untuk sukses harus memiliki modal? Harus memiliki relasi yang kuat, harus berpendidikan tinggi? Harus pintar bicara dan lainnya.

Fakta juga, tidak semua itu benar. Coba simak kata Chairul Tanjung Pemilik Trans Corp Media saat ditanya seorang peserta dalam sebuah bedah buku di Gramedia tahun 2012 lalu tentang kesuksesannya, dari mana ia memulai dan apa yang dilakukannya.

 “Di mana-mana peran ibu menjadi kunci yang besar bagi hidup. Di agama yang saya anut, selalu mengedepankan peran ibu sangat penting. Pertama itu selalu ibu, yang kedua ibu, yang ketiga ibu. Baru yang keempat bapak. Peran ibu itu begitu luar biasa. (Oleh karena itu) yang masih memiliki ibu, memiliki orangtua. Jaga, rawat, hormati, jangan pernah sakiti hatinya. Kenapa? Ibu adalah “jimat” kesuksesan saya dan anda.

Tidak pernah ada orang sukses yang tidak hormat pada orangtuanya. Apalagi kepada ibunya. Karena ibu itu kalau berdoa, paling lempeng, paling cepat diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa. Jadi, betul, ibu adalah kunci dari kesuksesan saya, dan anda!”

Sabtu, 10 November 2012, Toko Buku  Gramedia Surabaya.

Benar, sesungguhnya, untuk memulai membangun sebuah kesuksesan itu sangatlah sederhana, yakni memulai dari diri sendiri dalam hal ini sikap (attitude) kita terhadap orang terdekat yakni Ibu dan Bapak kita. Bisa dipastikan, bahwa para tokoh, pengusaha, profesional, alim ulama dan orang – orang ‘besar’ nan sukses memiliki satu sikap ini, memuliakan kedua orang tuanya teristimewa sang ibu.

Benar, seolah-olah kata Sukses tak bisa lepas dari kata Ibu. Ya, kata sukses melekat dengan kata ibu. Hampir bisa dipastikan semua agama juga sependapat dengan hal ini. Bagaimana Nabi Isa AS menghormati ibundanya Maryam, bagaimana Nabi Muhammas SAW mencintai dan menghormati Ibundanya Aminah, dan bahkan setiap ibu yang ditemuinya tak lepas dari perhatian dan kasih sayangnya.

Jika kata Sukses melekat dengan kata Ibu, lantas apa yang menyebabkan hal itu sehingga langkah pertama untuk memulai kesuksesaan apapun dimulai dari seorang ibu!

Mari kita simak ayat Luqman (14) ini:

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-Bapaknya (al walidain); ibunya (al umm) yang telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah.”(QS. Luqman: 14)

Itulah Ibu, dialah sumber kasih sayang, mengasuh dan memberi tanpa batas. Dialah prajurit malam yang selalu berjaga dan terjaga. Menemani ketidak berdayaan kita. Dia selalu mendahulukan anaknya dari dirinya sendiri, mencintai tanpa menuntut balas.

Ibu, sebuah kata yang jujur nan kuat, diucapkan semua makhluk hidup dalam bahasanya masing - masing. Dengan kata ‘ibu’ para makhluk itu mendapatkan kasih sayang, ketulusan hati, kehangatan, pengorbanan, cinta yang agung, yang dicipta dan ditumbuhkan Allah dalam diri semua ibu terhadap anak-anaknya. Karena itu, Allah swt berwasiat kepada manusia untuk taat kepadanya, seperti juga Rasul-Nya telah berpesan agar kita senantiasa berbakti kepadanya.

Ada dua kata yang selalu dipakai Al Qur’an untuk menyebutkan ibu: “Umm” dan kata “walidah”. Kata “umm”, digunakan Al Qur’an untuk menyebutkan sumber yang baik dan suci untuk segalahal yang besar dan penting. Maka Makkah Al Mukarramah disebut “ummul Qura” karena kota ini adalah tempat turunnya risalah yang diberikan Allah azzawajalla kepada Islam, yang merupakan inti ajaran para Rasul dan semua risalah.

Allah juga menyebut kata “Umm” untuk sesuatu yang menghimpun ilmu-Nya, yaitu pada lafaz “Ummul Kitab”.  Allah berfirman:

“Allah menghapus apa yang Ia kehendaki menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi –Nyalah terdapat Ummul Kitab (LauhMahfuzh).”(QS. ArRa’d: 39).

Pada kerangka inilah, Al Qur’an kemudian membedakan antara kata “Umm” dan“walidah”, dimana Allah menyebut ”walidah” kepada perempuan yang melahirkan anak, tanpa melihat karakter dan sifatnya yang baik atau yang buruk. Karena ternyata ada juga segelintir ibu yang tidak punya hati terhadap anaknya. Kata “walidah” digunakan hanya karena proses melahirkan, baik bagi manusia maupun makhluk lain, dengan keadaan - keadaan yang menyertainya, hamil dan menyusui, seperti firman Allah swt,

“Para ibu hendaklah menyusukan anak anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.”(QS. Al Baqarah:233).

Ibu yang dibahasakan “walidah” inilah tempat menumpahkan segala bakti, pemuliaan, tanpa membedakan apakah ia baik atau tidak.  Allah swtberfirman,

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada Ibu Bapakmu (al walidain) dengan sebaik - baiknya.”

(QS. Al  Isra’:23)

Adapun “Umm” seperti telah disebutkan diatas, Al Qur’an menggunakannya untuk menyebutkan sesuatu yang menjadi sumber kemuliaan, merupakan symbol pengorbanan, penebusan, kesucian, kejernihan, cinta dan kasih sayang. Sumber yang menjadikan seseorang tumbuh menjadi manusia terhormat, menemukan kemuliaan, dan bangga menisbahkan dirinya kepada ibu yang melahirkannya. Mari kita perhatikan perbedaan itu ketika Isa alaihissalam bicara soal kewajiban berbakti dan menghormati ibu, dimana Allah swt berfirman,

“Dan berbakti kepada ibuku (walidati), dan dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.”(QS. Maryam:32)

Namun ketika Al Qur’an mengisahkan tentang Isa as dan tentang karakter dan sifat ibunya yang mulia itu, ia menggunakan kata “umm” Allah berfirman,

“Al Masihputra Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya (ummuhu) seorang yang sangat benar.”(QS. Al Maidah: 75)

Pun ketika Al Qur’an hendak menarik perhatian anak - anak agar memperhatikan ibu yang telah melahirkannya dengan segala kendala dan kesulitan, Al Qur’an menggunakan kata “umm”. Karena dari ibu, memancarkan cahaya kesabaran dan kemuliaan pada hari kiamat, sehingga kita diperintahkan untuk memuliakannya di dunia dengan pemuliaan yang mutlak dan tanpa batas.

Inilah sebagian yang menyebabkan Kesuksesan melekat pada Ibu. Siapapun yang ingin memulai kesuksesan dalam hal apapun, dalam bidang apapun, dalam aspek kehidupan apapun, maka mulailah dari Ibu. Hormati, muliakan, penuhi hak -  hak Ibu dan berbaktilah hingga akhir hayat kepada ibu, baik yang masih ada maupun yang telah tiada, karena berbakti kepada ibu tidak hanya sebatas semasa ibu masih ada.

Dihari ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember ini, maka sepantas dan seharusnya kita memanfaatkan momentum yang luar biasa ini. Jika kita salah dalam memulai langkah dimana terabaikannya Ibu, maka saat ini jua kita harus memperbaikinya agar kelak tiada penyesalan. Jika kita sudah memulainya, maka ada baiknya kita koreksi ulang, karena bisa jadi kemuliaan yang mesti kita berikan kepada ibu masih belum sebagaimana mestinya. Wallahualam. (Penulis adalah Sofyan Siroj Lc MMDirektur Qolbu Re-Engineering)

TRAVELLING

Berita Terkini

Penjara Penuh, Kalteng Bangun Lapas Anak dan Perempuan
Jumat, 28 April 2017 23:52

Penjara Penuh, Kalteng Bangun Lapas Anak dan Perempuan

Maraknya kasus narkoba menyebabkan bayak penjara dipenuhi narapidana. Tak terkecuali di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng)

Polsek Sabak Auh, Berhasil Membekuk 2 Pejudi
Jumat, 28 April 2017 23:24

Polsek Sabak Auh, Berhasil Membekuk 2 Pejudi

 Dua warga Saba Auh, di amankan kepolisian resort Sabak Auh, yang kedapatan sedang bermain judi jenis song kartu Remi di kediaman rumah Rumah Saudara Zek Rt.002 Rk.005

Pemkab Rohil Sediakan Beasiswa S1 di Empat Kampus Bergengsi di Indonesia
Jumat, 28 April 2017 22:06

Pemkab Rohil Sediakan Beasiswa S1 di Empat Kampus Bergengsi di Indonesia

Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir melalui Dinas Pendidikan mengungkapkan bahwa, Pemkab Rohil menyediakan empat kampus top bagi para siswa lulusan SMA sederajat

2 Putera Riau Terpilih Sebagai The Big And Best 10 Human Capital Director Indonesia 2017
Jumat, 28 April 2017 21:01

2 Putera Riau Terpilih Sebagai The Big And Best 10 Human Capital Director Indonesia 2017

Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri hadir dan memberikan sambutan dalam ajang Indonesia Human Capital Award ( IHCA)2017 pada tanggal 28 April 2017

Tersentuh Dengar Lantunan Al Qur'an, Gadis Tionghoa Masuk Islam
Jumat, 28 April 2017 19:59

Tersentuh Dengar Lantunan Al Qur'an, Gadis Tionghoa Masuk Islam

Usai shalat Jumat (28/4/2017), dengan sumringahnya memakai mukena putih bermotif brokat pink, wajah  sang gadis keturunan Tionghoa itu memasuki masjid

Meski Sedikit, Perceraian di Usia Dini Ada Terjadi di Pekanbaru
Jumat, 28 April 2017 18:25

Meski Sedikit, Perceraian di Usia Dini Ada Terjadi di Pekanbaru

Dari data kasus perceraian tahun 2016 yang lalu, angka perceraian pada usia dini, masih terbilang sedikit.

SMA Favorit Kecamatan Pujud Hanya Kirimkan Satu Siswa Calon Penerima BUD IPB
Jumat, 28 April 2017 18:10

SMA Favorit Kecamatan Pujud Hanya Kirimkan Satu Siswa Calon Penerima BUD IPB

SMA N 1 Pujud merupakan salah satu sekolah favorit yang berada di Kecamatan Pujud.

Ustaz Arif: Bencana Alam yang Ada Hukuman dari Allah
Jumat, 28 April 2017 18:00

Ustaz Arif: Bencana Alam yang Ada Hukuman dari Allah

Bencana alam yang menimpa kita beberapa belakangan ini merupakan hukuman dari Allah.

Sebanyak 26 Siswa se Kabupaten Rokan Hilir Ikut Seleksi BUD IPB
Jumat, 28 April 2017 17:50

Sebanyak 26 Siswa se Kabupaten Rokan Hilir Ikut Seleksi BUD IPB

Sebanyak 26 siswa se Kabupaten Rokan Hilir pada hari ini Jumat (28/4) mengikuti seleksi Beasiswa Utusan Daerah (BUD) untuk Perguruan Tinggi Institut Pertanian Bogor di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Rokan Hilir.

Lima Kakan Kemenag di Riau Dilantik
Jumat, 28 April 2017 17:40

Lima Kakan Kemenag di Riau Dilantik

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs Ahmad Supardi, MA melakukan pelantikan Kakan Kemenag di lima daerah.