HUKUM KETERGANTUNGAN

Sabtu, 20 Pebruari 2016 01:09
HUKUM KETERGANTUNGAN
Muhammad Junaidi

Setiap orang pasti ingin menjalankan kehidupan dengan penuh keseimbangan. Mampu menyelesaikan berbagai persoalan tanpa keputus asaan, melewati kesedihan dan rintangan tanpa penyesalan, dan menikmati kesenangan atau kebahagiaan dengan kewajaran.

Lalu, bagaimana caranya kita menjalankan dan menikmati kehidupan dengan segala dinamikanya? dengan segala pahit manis, tantangan dan peluang, kesedihan dan kesenangan, maupun antara kebahagiaan dan penderitaan?

Jawabannya tergantung pada KETERGANTUNGAN seseorang.

Bila kita lebih banyak menggantungkan harapan, bantuan atau permohonan kepada manusia dalam aspek kehidupan apapun itu, maka siap – siaplah untuk menerima kenyataan bila suatu ketika kita akan kecewa atas hasil yang akan diperoleh. Mengapa, karena sesungguhnya manusia memiliki keterbatasan sebagaimana diri kita yang juga memiliki keterbatasan dengan segala kelebihannya.

Lantas, apakah kita tidak boleh bergantung, berharap atau memohon bantuan kepada seseorang? Jawabannya tentu tidak. Sebab, kita dan orang – orang lainnya adalah manusia yang terlahir sebagai makhluk sosial, makhluk yang saling membutuhkan satu sama lain, saling melengkapi, saling menerima dan memberi.  Artinya, boleh – boleh saja bila kita bergantung kepada seseorang, berharap kepada manusia atau memohon bantuan. Permintaan bantuan atau permohonan kita kepada manusia merupakan wujud bagian dari usaha.

Hanya saja, KETERGANTUNGAN tersebut harus memiliki batasan yang jelas, batas kewajaran, terukur dan disadari sejak dini. Bahwa kadar ketergantungan kita tidak boleh melebihi batas kewajaran, yakni melampaui ketergantungan yang hakiki. Karena ketergantungan yang sesungguhnya, yang hakiki ialah ketergantungan kepada Tuhan. Ini maknanya, ketergantungan kepada manusia, entah itu tergantung akan kebutuhan, tergantung akan bantuan, pertolongan atau harapan, cukuplah sewajarnya saja. Sebab, manusia memiliki keterbatasan dengan segala kelebihannya sebagaimana keterbatasan yang kita miliki.

Inilah yang harus kita sadari dari awal, kita pahami bahwa ketergantungan kita kepada manusia cukuplah sebatas kewajaran, sebatas sunatullah karena kita manusia sosial, manusia yang tidak hidup sendiri. Melalui kesadaran sejak dini atau pemahaman yang baik (batasan ketergantungan), maka jumlah kekecewaan yang muncul hanya sebatas kewajaran saja dan dapat kita terima. Sebab, ketergantungan kita yang sesungguhnya hanya kepada Allah Subhanallah ta’ala, Tuhan penguasa Jagat Raya.

Dengan kata lain, Tuhan tak memiliki keterbatasan, tak memiliki kekurangan, tak memiliki ketergantungan dengan siapapun, karena Tuhan memiliki segalanya. Itulah mengapa, ketergantungan kita kepada manusia tidak boleh melampaui ketergantungan kita kepada Tuhan. Ketergantungan kepada Tuhan harus melampaui ketergantungan kepada manusia, bukan sebaliknya. Jika ini dapat dipahami dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari – hari, aspek apapun itu, maka kita tidak akan kecewa kepada manusia melainkan sewajarnya saja.

Jika di ilustrasikan dalam kehidupan berorganisasi, maka ketergantungan kita kepada manusia (baik itu teman, rekan kerja, pimpinan, ulama, pakar, keluarga dan lainnya) tidak boleh lebih dari 50+1 (lebih dari setengah yang menyebakan terjadinya dominasi atau kelebihan). Ini hanyalah contoh sederhana. Dan biasanya, semakin besar dominasi ketergantungan seseorang kepada Tuhannya, maka kecendrungan kedekatan seseorang tersebut kepada Tuhannya semakin dekat pula.

Jika ketergantungan kita kepada Tuhan dengan penuh keyakinan melebihi ketergantungan pada apapun, maka bersiap – siaplah untuk menerima yang terbaik. Bagaimana mungkin kita akan kecewa, putus asa, takut, cemas, sedih atau merasa menderita, jika kita bergantung kepada pemilik Semesta Alam, pemilik bumi dan langit.

Yang menjadi masalah ialah, seberapa yakin kita bahwa kita benar – benar telah bergantung kepada Tuhan? Bahwa ketergantungan kita memang sangat besar dari apapun? Dan seberapa dekat kita kepada Tuhan, tempat kita bergantung?

Karena bagaimana mungkin kita mengaku yakin, bahwa ukuran ketergantungan kita kepada Tuhan jauh lebih besar dari ketergantungan apapun (termasuk manusia), sementara kita jauh dari Nya. Sebab hukumnya berbanding lurus, semakin dekat kita kepada Tuhan maka dominasi ketergantungan kita kepada Tuhan juga semakin besar. Sebaliknya berlaku hal yang sama, semakin jauh kita kepada Tuhan maka dominasi ketergantungan kita kepada Tuhan juga semakin kecil.

Jika begitu, seberapa dekat kita dengan Tuhan? Jawabannya, mari kita menjawab sendiri dengan penuh kejujuran agar masalah ketergantungan ini dapat kita perbaiki untuk hidup yang lebih seimbang.

Kesimpulannya, prinsip ketergantungan ini berlaku dalam aspek kehidupan apapun. Baik terkait dengan teman, tetangga, rekan kerja, pimpinan, ulama, rekan bisnis, guru, keluarga kita, dalam dunia bisnis, dunia kerja, dunia politik, dunia kampus dan lainnya.

Jika kita membutuhkan pertolongan atau bantuan dari siapapun, maka janganlah terlalu berlebihan (sangat bergantung), cukup sewajarnya. Gantungkanlah permohonan, bantuan, harapan atau pertolongan tersebut kepada Allah Subhanalllah Ta’ala, pemilik bumi dan langit. Yakinlah, Tuhan tidak pernah mengecewakan kita!!!

Seberapa dekat (bergantung) kita dengan Tuhan?

Baca: Berbisnis di Masjid Vs Berbisnis di Mal. Kita dimana?

Penulis: Muhammad Junaidi

Wartawan portal berita dan bisnis BERTUAHPOS.COM

Klik tombol Like jika Anda suka dengan Berita ini

TRAVELLING

Berita Terkini

Tahun 2018, DPRD Riau Anggarkan Rp 40 Miliar untuk UNBK
Selasa, 20 Pebruari 2018 21:20

Tahun 2018, DPRD Riau Anggarkan Rp 40 Miliar untuk UNBK

DPRD Riau anggarkan lebih dari Rp 40 miliar pada tahun 2018 untuk UNBK. Ade Agus Hartanto, Komisi V DPRD Riau menyebutkan bahwa tahun ini adalah kali kedua Riau melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Luar Biasa, Orang Indonesia Makin 'Sadar' Internet
Selasa, 20 Pebruari 2018 20:58

Luar Biasa, Orang Indonesia Makin 'Sadar' Internet

Orang Indonesia makin sadar internet. Itu terbukti dengan meningkatnya jumlah pengguna internet dari tahun ke tahun. Data dari survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia

Program Kota Ku di Jalan Sungai Sago Telan Dana APBN Rp 160 Jutaan
Selasa, 20 Pebruari 2018 20:27

Program Kota Ku di Jalan Sungai Sago Telan Dana APBN Rp 160 Jutaan

Pada bulan Desember 2017,  tampaknya pemerintah membuat program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Program ini merupakan sebuah peningkatan Jalan di Gang Sungai Sago, Kecamatan Pekanbaru Kota, Kelurahan Sukaramai.

Kopi Rambah Pasar Vietnam
Selasa, 20 Pebruari 2018 20:16

Kopi Rambah Pasar Vietnam

Kopi Indonesia rambah pasar Vietnam. Ini sangat mungkin terwujud lantaran Vietnam salah satu negara dengan tingkat konsumsi tinggi. Duta Besar RI Vietnam Ibnu Hadi menmgatakan promosi kopi ditarget perdagangan bilateral USD10 miliar pada tahun 2020.

Belum Ditertibkan, Baliho Program Kerja Cagub Petahana Masih Terpampang di Tengah Kota Bengkalis
Selasa, 20 Pebruari 2018 19:40

Belum Ditertibkan, Baliho Program Kerja Cagub Petahana Masih Terpampang di Tengah Kota Bengkalis

Baliho program kerja petahana tampak masih terpampang di tengah kota Bengkalis, Selasa (20/2/2018). Dalam pantauan bertuahpos.com, baliho yang terpajang adalah program kerja 

MTQ Pekanbaru 2018 Digelar di SMP Madani?
Selasa, 20 Pebruari 2018 19:35

MTQ Pekanbaru 2018 Digelar di SMP Madani?

Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Kota Pekanbaru ke-51 rencananya akan digelar di SMP Madani atau Islamic Center Tabrani. Asisten I Setdako Pekanbaru Azwan, mentakan

Tak Taat Aturan, Baliho AYO Masih Terpampang di Simpang Panam
Selasa, 20 Pebruari 2018 19:30

Tak Taat Aturan, Baliho AYO Masih Terpampang di Simpang Panam

Perintah Bawaslu untuk menurunkan semua baliho yang menampilkan Calon Gubernur (Cagub) Riau tahun 2018 seperti tidak diindahkan. Pasalnya, sampai saat ini spanduk-spanduk tersebut masih terpajang di berbagai titik di Kota Pekanbaru.

Belanja Proyek Strategis Nasional Tengah Dievaluasi
Selasa, 20 Pebruari 2018 19:15

Belanja Proyek Strategis Nasional Tengah Dievaluasi

Pemerintah tengah evaluasi belanja proyek trategis nasional. Termasuk mengukur efektifitas belanja dari setiap proyek itu. Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan 

2 Nama Bupati di Riau, Dituding Terima Aliran Dana Korupsi e-KTP Setnov
Selasa, 20 Pebruari 2018 19:00

2 Nama Bupati di Riau, Dituding Terima Aliran Dana Korupsi e-KTP Setnov

Dua bupati di Riau, yakni Irwan Nasir (Bupati Kepulauan Meranti) dan HM Wardan (Bupati Inhil non aktif) disebut sebagai bagian penerima aliran dana dalam kasus korupsi e-KTP yang kini menjerat Setya Novanto sebagai terdakwa.

Mantan Ketua Kadin Pekanbaru Telantarkan Anak, Polisi Sedang Kumpulkan Alat Bukti
Selasa, 20 Pebruari 2018 18:45

Mantan Ketua Kadin Pekanbaru Telantarkan Anak, Polisi Sedang Kumpulkan Alat Bukti

Polisi tengah mengumpulkan alat bukti atas kasus penelantaran anak yang diduga dilakukan oleh mantan Ketua Kadin Pekanbaru berinisia S. Proses mengumpulkan alat bukti itu kini masih dilakukan oleh Direktorat Reserse