Bela Negara Dalam Perspektif Pengusaha Muda

Minggu, 01 November 2015 11:10
Bela Negara Dalam Perspektif Pengusaha Muda
Dr. Anggawira, MM

BERTUAHPOS.COM (BPC) - Dewasa ini, Indonesia dihadapkan pada sebuah dilema bangsa dimana tuntutan dalam bela negara dari berbagai sudut pandang mengemuka. Demokrasi yang berkembang menjadi sebuah kunci mengemukanya perbedaan pemikiran setiap warga negara. Kebebasan berpendapat dan berpikir akan menyebabkan setiap orang memiliki persepsi berbeda dalam menyikapi sebuah isu.

Oleh karena itu, HIPMI menilai perlu adanya suatu diskusi untuk menyatukan berbagai pikiran menjadi sebuah gagasan inti tentang bagaimana sebenarnya bela negara yang dibutuhkan di era globalisasi seperti saat ini. Dengan tema “Bela Negara dalam Perspektif Pengusaha Muda”, Forum Dialog HIPMI (Kamis, 29 Oktober 2015) dilaksanakan dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh sehari sebelumnya.

Baru-baru ini pemerintah mencanangkan program bela negara yang menjadi tanggungjawab Kementerian Pertahanan Negara. Yang menjadi pertanyaan adalah, seberapa besar urgensi dari program tersebut sehingga Indonesia perlu memberlakukan program bela negara? Bela negara yang seperti apa yang sebenarnya perlu dilakukan? Benarkan Indonesia sedang mengalami ancaman perang sehingga pertahanan dari segi keamanan perlu ditingkatkan?

Menurut kacamata HIPMI, saat ini yang paling urgent untuk dilakukan adalah bela negara dari segi kedaulatan ekonomi. Di tengah gempuran globalisasi yang kian menggila, sistem ekonomi Indonesia telah turut terbawa arus di dalamnya.

Kemiskinan, pengangguran, bahkan kesenjangan adalah permasalahan inti yang harus diselesaikan bersama. MEA sudah di depan mata. Liberasasi perdagangan tingkat ASEAN tersebut akan menjadi ajang pertarungan setiap negara untuk memaksimalkan kinerja dalam memperluas pasar. Tapi mengapa Indonesia seolah “adem ayem” saja menjelang momentum tersebut?

Potensi Indonesia untuk memenangkan pasar MEA sebenarnya besar. Sumber daya alam yang melimpah dan beragam bisa menjadi bahan baku utama produksi. Sumberdaya manusia dengan jumlah lebih dari 250 juta jiwa adalah pasar sekaligus modal bagi pembangunan. Terlebih lagi dengan bonus demografi yang akan diterima Indonesia tahun 2020-2035 mendatang.

Pada puncaknya, sebanyak 2/3 penduduk berada di usia produktif. Belajar dari negara-negara lain yang telah memperoleh bonus demografi sebelumnya, seperti Korea Selatan dan Thailand, pengelolaan yang baik saat bonus demografi terjadi akan dapat meningkatkan kinerja ekonomi suatu negara.

Pemuda adalah agen perubahan. Pemuda menjadi sumber terciptanya kekuatan baru bagi ekonomi dalam negeri. Dalam kaitannya dengan pembentukan mindset pengusaha, pemuda-lah sasaran utamanya. Momentum Forum Dialog HIPMI yang juga bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda menjadikan pembahasan mengarah pada peran pemuda dalam menciptakan kedaulatan suatu bangsa, baik secara politik maupun ekonomi.

Kedaulatan politik, meski belum sepenuhnya terlaksana boleh dibilang sudah searah dengan sistem demokrasi yang dianut bangsa ini. Hal tersebut dapat dilihat dari proses pemilihan langsung dan hak mengeluarkan pendapat sebagai cerminan sistem demokrasi. Sedangkan untuk kedaulatan ekonomi, bangsa ini masih jauh dari harapan.

Kedaulatan ekonomi memang menjadi masalah vital yang dapat merambah ke berbagai persoalan sosial, seperti perpecahan, pemberontakan dan kejahatan-kejahatan lain. Berbagai masalah disintegrasi tersebut pada dasarnya dipicu oleh adanya kesenjangan, sebuah masalah yang timbul dari ketidakmerataan pembangunan.

Sekilas, negara ini memang masih jauh dari apa yang disebut sebagai kedaulatan ekonomi. Ekonomi Berdikari (Berdiri diatas kaki sendiri) yang selalu didengungkan oleh Sang Proklamator, Soekarno, bahkan belum bisa dijalankan meski telah 70 tahun merdeka.

Kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan ekonomi menjadi potret hitam betapa sistem ekonomi yang berazaskan kerakyatan belum sepenuhnya berjalan. Sebuah negara akan cepat bertransformasi menjadi negara maju jika pelaku ekonomi lebih banyak didominasi oleh pelaku ekonomi dalam negeri, dalam hal ini adalah pengusaha.

Setidaknya dibutuhkan 2% pengusaha dari total penduduk agar Indonesia dapat mengejar ketertinggalan di bidang ekonomi.  Saat ini, Indonesia hanya memiliki 1,4% pengusaha. Dengan begitu, tinggal menciptakan 0,4% lagi untuk dapat meningkatkan kinerja perekonomian. Jika dikalikan dengan jumlah penduduk Indonesia sebanyak 250 juta jiwa, maka negara ini membutuhkan setidaknya 1,5 juta orang yang bersedia terjun ke dalam wirausaha.

Kemandirian ekonomi adalah jalan menuju kedaulatan negara. Dengan banyaknya pelaku usaha lokal, maka goncangan dari luar tidak akan mudah mempengaruhi perekonomian dalam negeri. Meskipun era globalisasi telah menyatu dengan perkembangan zaman, namun semangat ekonomi kerakyatan yang telah menyelamatkan Indonesia dari krisis 1997-1998 lalu perlu untuk terus digerakkan.

UMKM adalah simbol ekonomi kerakyatan tersebut. Oleh karenanya, dalam setiap pertemuan dengan pemangku kebijakan, HIPMI selalu berupaya untuk menyadarkan pemerintah akan pentingnya keberpihakan seluruh pihak pada UMKM.

Menurut hasil survei HIPMI, dari 5 juta lulusan S1 yang berasal dari Sabang sampai Merauke, 83% diantaranya memilih menjadi karyawan. Maka jika pada pemerintahan kali ini mengeluarkan Monatorium, potensi bertambahnya pengangguran intelektual di Indonesia akan benar-benar terjadi. Dengan begitu, universitas-universitas yang pada awalnya disiapkan untuk mendidik sumberdaya muda berprestasi hanya akan menjadi pabrik-pabrik pengangguran.

Semangat berwirausaha perlu ditanamkan sejak dini, terutama sejak di bangku kuliah. Dengan komitmen tinggi untuk menyebarkan entrepreneuship mindset, HIPMI bekerjasama dengan seluruh Rektor Universitas di Indonesia akan mengadakan kuliah kewirausahaan. Harapannya, agar setiap mahasiswa yang menempuh pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi untuk menjadi “karyawan” setelah lulus.

Proses menjadi seorang pengusaha bukan proses yang instan. Mereka yang telah sukses di ranah wirausaha telah mengalami jatuh bangun tidak hanya sekali. Hanya saja, tidak banyak orang Indonesia yang mau memilih jalan tersebut. Menjadi pengusaha adalah tidak hanya sekedar membaca “teori”, tapi seberapa besar kita mau menjalankan “aksi”.

Oleh karena itu, dibutuhkan kejelasan mengenai regulasi dan proteksi agar anak muda Indonesia lebih terpacu untuk terjun berwirausaha. Kekuatan ekonomi bangsa akan lahir dengan terciptanya generasi-generasi muda bermental baja, generasi yang berani mengambil jalan menjadi seorang wirausaha muda.

Penulis: Dr. Anggawira, ST, MM

Doktor Bidang Ilmu Manajemen Universitas Negeri Jakarta

Ketua Bidang Organisasi Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI)

Klik tombol Like jika Anda suka dengan Berita ini

TRAVELLING

Berita Terkini

Wakil Ketua MPR Datang ke Pekanbaru, Warga Curhat RAPP Tidak Gunakan Tenaga Kerja Lokal
Sabtu, 21 Oktober 2017 14:25

Wakil Ketua MPR Datang ke Pekanbaru, Warga Curhat RAPP Tidak Gunakan Tenaga Kerja Lokal

Warga Pelalawan mengadukan kasus RAPP kepada Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua MPR RI yang datang ke Pekanbaru hari ini, Sabtu (21/10/2017).

Tiga Daerah di Riau Ini Belum Teken MoU Transaksi Non Tunai
Sabtu, 21 Oktober 2017 14:10

Tiga Daerah di Riau Ini Belum Teken MoU Transaksi Non Tunai

Dari 12 kabupaten dan kota di Provinsi Riau baru sembilan daerah yang menyatakan siap melaksanakan program non tunai, untuk penerimaan yang termasuk Pajak Bumi Bangunan (PBB) secara online. 

Penanganan Jembrana Dalam APBD Riau Belum Optimal
Sabtu, 21 Oktober 2017 13:55

Penanganan Jembrana Dalam APBD Riau Belum Optimal

Penanganan masalah penyakit jembrana yang membunuh sapi peternak belum dialokasikan secara optimal, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau selama ini. 

Ratusan Peserta Audisi Indonesian Idol 2017 Padati Gedung Guru
Sabtu, 21 Oktober 2017 13:45

Ratusan Peserta Audisi Indonesian Idol 2017 Padati Gedung Guru

Street Audition Indonesian Idol  2017 dijadwalkan mulai hari ini, Sabtu (21/10) hingga 22 Oktober 2017.

Pemprov Riau Sosialisasikan Transaksi Non Tunai Bersama Bank Riau Kepri
Sabtu, 21 Oktober 2017 13:33

Pemprov Riau Sosialisasikan Transaksi Non Tunai Bersama Bank Riau Kepri

Guna menyukseskan program pemerintah pusat terhadap pelaksanaan transaksi non tunai, Pemerintah Provinsi Riau bekerja sama dengan Bank Riau Kepri melaksanakan Sosialisasi Program Pembayaran Non Tunai di Lingkungan Pemerintah Provinsi Riau

Disebut Lokasi Street Audition Indonesian Idol 2017, 2 Kafe Ini Akui Tidak Tahu
Sabtu, 21 Oktober 2017 13:20

Disebut Lokasi Street Audition Indonesian Idol 2017, 2 Kafe Ini Akui Tidak Tahu

Grab Indonesia dikabarkan gelar street audition dalam ajang pencarian bakat Indonesia Idol 2017 di sembilan kota Indonesia.

Jembrana Dipastikan Tidak Ganggu Suplai Daging di Pasar
Sabtu, 21 Oktober 2017 13:10

Jembrana Dipastikan Tidak Ganggu Suplai Daging di Pasar

Pemprov Riau mengklaim kasus penyakit jembrana serang ribuan sapi di Riau tidak akan mengganggu suplai daging sapi di pasar.

Ini Komentar Andi Rachman Soal Pencalonan Harris-Yopi Dalam Pilgub 2018
Sabtu, 21 Oktober 2017 13:00

Ini Komentar Andi Rachman Soal Pencalonan Harris-Yopi Dalam Pilgub 2018

Pasca DPP PDI Perjuangan mengeluarkan surat yang merekom pasangan Haris-Yopi sebagai Balon Gubri 2018 nanti, ada beragam komentar di publik.

Wakil Ketua MPR RI: Bebas Visa Bagi Tenaga Kerja Asing Harus Dicabut
Sabtu, 21 Oktober 2017 12:45

Wakil Ketua MPR RI: Bebas Visa Bagi Tenaga Kerja Asing Harus Dicabut

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid menyebutkan bahwa aturan bebas visa bagi tenaga kerja asing harus dicabut. 

Waspada Akan Diabetes Mellitus, Prodia Gelar Seminar Dokter di Pangeran Hotel
Sabtu, 21 Oktober 2017 12:35

Waspada Akan Diabetes Mellitus, Prodia Gelar Seminar Dokter di Pangeran Hotel

Jumlah penyandang-diabetes mellitus (DM) di Indonesia semakin meningkat tiap tahunnya. Melihat kasus tersebut, Prodia mengadakan seminar bagi para Dokter di Riau.