Akibat Konsesi Perusahaan, Kerugian Negara Ditaksir 3,2 Triliun

Rabu, 03 September 2014 07:44 1339
Akibat Konsesi Perusahaan, Kerugian Negara Ditaksir 3,2 Triliun
oleh: Muslim Rasyid, Direktur Utama Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari)
PEKANBARU - Kasus pengrusakan hutan akibat konsesi perusahaan kayu yang dilakukan Perusahaan Pulp and Paper (RAPP) berimbas besar bagi masyarakat sekitar, seperti hilangnya sumber-sumber kehidupan, termasuk tanah dan kehidupan yang ada didalamnya.
 
Sejauh ini masyarakat memang menggantungkan hidup pada tanah dengan bercocok tanam. Akibat masuknya perusahan perusak lingkungan itu ada banyak potensi ekonomis dari hutan yang akan musnah.
 
Masyarakat tidak lagi bisa berburu atau mengumpulakn madu dari hutan alam. Semua itu dirubah budidayanya. Dan itu milik perusahaan, yang aksesnya terbatas. Masyarakat tidak bisa mengelola hutan lagi. Jadi yang menjadi pokok utama yaitu hilangnya sumber-sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar.
 
Hadirnya perusahaan RAPP sama sekali tidak memberikan perbaikan terhadap perekonomian masyarakat. Jika dulu masyarakat bisa mengelola tanah dan mengambil potensi hutan, kini masyarakat hanya menjadi buruh di perusaan tersebut.
 
Kalau dulu mereka bisa buat sawah, sekarangkan tidak. Mereka hanya menjadi buruh harian saja.

Ditaksir tidak kurang sekitar Rp.3,2 triliun negara merugi akibat konsesi Perusahaan Kertas Pulp and Paper (RAPP). Itu baru kerugian yang bersifat uang belum lagi sumber-sumber lain seperti ekonomi dan lingkungannya.

Itu kalau kita lihat dari hasil analisis satgas mafia hukum keruguan mencapai Rp. 5 ribu triliun dari konsesi 14 perusahaan.

Kerugian negara tidak hanya dari sisi finansial tapi juga merenggut potensi sumber daya alam dan kearifan lokal yang kini sudah mulai hilang. Hasil laporan Jikalahari terkait eksaminasi publik juga banyak kerugian ekologis akibar penebangan hutan.

Sebenarnya kalau tindakan yang sudah dilakukan jelas bahwa penerima dan pemberi izin seharusnya sama-sama diproses secara hukum.

Jikalahari pun terus mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak berhenti mengangkat kasus ini dibagian penyelenggara negara saja. Tapi harus selesai memburu sampai ke Perusahaan RAPP bahwa mereka sama-sama melakukan kejahatan lingkungan dengan cara merusak hutan.

Kasus sengketa lahan yang masih segar soal konflik Pulau Padang dan Perusahaan RAPP misalnya. Dari pihak perusahaan menyatakan bahwa itu sudah selesai. Namun dari hasil pantauan tim dilapangan dapat disimpulkan bahwa RAPP tidak serius dalam menyelesaikan tugas mereka.

Dengan munculnya gejolak baru-baru ini masih ada area masyarakat yang masuk dalam konsesi perusahaan. Jadi penyelesainya yang selama ini dilakukan RAPP hanyalah penyelesaian sepihak saja.

Muslim menegaskan, Informasi yang harus dikejar selanjutnya yaitu soal data apa yang digunakan RAPP. Terbukti data-data itu tidak sama dengan data yang ada dipemerintahan daerah. Sama saja mereka tidak menghargai administrasi yang ada didaerah.

Harapannya tentu, pemerintah daerah juga harus sadar bahwa ini tidak hanya sekedar investasi. Tapi juga pembangkangan terhadap hal-hal kebijakan daerah. Dan jika kebijakan tersebut juga bisa berubah, artinya ini menjadi suatu bukti bahwa pemerintah daerah masih lemah dalam menjalankan peraturan yang ada. (*)

Penulis: Muslim Rasyid, Direktur Utama Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari)

loading...
TRAVELLING

Berita Terkini

10 Tahun Mengindap Liver, Ahmad Rodhi Kadeer Tak Pernah Mengeluh Sakit
Rabu, 29 Maret 2017 22:07

10 Tahun Mengindap Liver, Ahmad Rodhi Kadeer Tak Pernah Mengeluh Sakit

Mengindap penyakit Liver selama 10 tahun, Ahmad Rodhi Kadeer tidak pernah mengeluh atas sakitnya.

Pt sinar jernih suksesindo(sjs) Membuka lowongan.
Rabu, 29 Maret 2017 22:00

Pt sinar jernih suksesindo(sjs) Membuka lowongan.

PT sinar jernih suksesindo membutuhkan para kompoten tang bermotivasi tinggi untuk di tempat kan di leasing terkemuka di daerah kandis

Banjir Ucapan, Innalillahi wainailaihi rojiun Mantan Pimred Metro Riau Meninggal Dunia
Rabu, 29 Maret 2017 21:33

Banjir Ucapan, Innalillahi wainailaihi rojiun Mantan Pimred Metro Riau Meninggal Dunia

Ahmad rodhi Kadeer Rabu (29/3/2017) sekira pukul 20.35 WIB  meninggal dunia di Rumah Sakit Eka Hospital Pekanbaru.

Mutilasi di Bengkalis, Pelaku Simpan Potongan Tubuh Bayu Dalam Koper
Rabu, 29 Maret 2017 20:35

Mutilasi di Bengkalis, Pelaku Simpan Potongan Tubuh Bayu Dalam Koper

Perbuatan sadis terjadi di Jalan Riau, Desa Tanjung Medang, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis

Terkontaminasi Kotoran Manusia, Coca Cola Diperika Polisi
Rabu, 29 Maret 2017 18:55

Terkontaminasi Kotoran Manusia, Coca Cola Diperika Polisi

Salah satu perusahaan minuman terbesar dunia, Coca Cola, dipanggil pihak kepolisian terkait adanya kotoran manusia dalam  kaleng minumannya pada pengiriman ke sebuah pabrik di Irlandia utara. 

Whiz Hotel: PHRI Lebih Besar dari Walkot?
Rabu, 29 Maret 2017 18:51

Whiz Hotel: PHRI Lebih Besar dari Walkot?

Mendapat komentar pedas dari Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), mengenai permasalahan parkir, pihak Whiz Hotel Pekanbaru mempertanyakan peryataan PHRI.

Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia Angakatan 15 Dibuka
Rabu, 29 Maret 2017 18:43

Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia Angakatan 15 Dibuka

Rabu (29/3/2017), Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Basic Avsec Angkatan ke-15 resmi dibuka

Suami yang Selingkuh, Istri yang Dianiaya
Rabu, 29 Maret 2017 18:41

Suami yang Selingkuh, Istri yang Dianiaya

Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) kembali terjadi. Kali ini terjadi pada seorang ibu rumah tangga W (26) yang dianiaya oleh suaminya Nurbeni alias Beni bin M Sulung (28).

Simpan Sabu, Empat Pemuda Diamankan Polsek Rateh Indragiri Hilir
Rabu, 29 Maret 2017 18:40

Simpan Sabu, Empat Pemuda Diamankan Polsek Rateh Indragiri Hilir

Diamankan empat orang diduga pelaku Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika Golongan I Jenis sabu-sabu.

Mahasiswa dan Petinggi FKIP Biologi Duduk Bersama
Rabu, 29 Maret 2017 18:28

Mahasiswa dan Petinggi FKIP Biologi Duduk Bersama

Sukses menggelar Pekan Raya Biologi 2017 beberapa waktu silam, Himpunan Mahasiswa Prodi Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (FKIP) Universitas Riau (UR) mengelar syukuran sekaligus ramah tamah atau audiensi mahasiswa dengan petinggi prodi, Rabu (29/3/2017).