Akal Sehat dan Perasaan

Selasa, 05 September 2017 18:01
Akal Sehat dan Perasaan
Luthfi Subagio, CEO Mediatrust Communication Strategic

Luthfi Subagio, CEO Mediatrust Communication Strategic

BERTUAHPOS.COM - Saya ditanya tentang bagaimana seharusnya melakukan klarifikasi terhadap berita bohong (hoax) dan semacamnya. Saya jawab singkat Tabayyun (konfirmasi). Namun jika konfirmasi susah, maka gunakan ‘alat’ yang melekat dalam diri kita; Akal Sehat dan Perasaan.

Media (baik cetak maupun TV) saat ini memang sudah lebih baik daripada lima tahun lalu. Mereka sudah menggunakan perasaan, karena sebelumnya sama sekali tidak menggunakan perasaan. Bahkan merekalah yang memproduksi kebiadaban, memproduksi gambar-gambar yang mengikis rasa iba.

Perseteruan antara Suku Dayak dan Madura bertahun lalu bisa menjadi contoh. Karena ada kepala manusia yang diarak. Sekarang jauh lebih beradab, meskipun masih ada saja yang nggak pakai otak.

Soal keberadaban ini, mari kita menoleh ke Jepang. Gempa yang menimbulkan Tsunami hebat 11 Maret 2011 telah meluluh-lantakkan Jepang. Sekitar 20 ribu orang tewas, sebuah angka yang tidak sedikit. Namun tidak ada kemuraman dan kengerian yang menakutkan karena tewasnya sebegitu banyak orang itu.

Yang tampak adalah air bah yang melabrak rumah dan memporakporandakan semuanya, hanya itu! Jangan berharap menemukan foto jasad manusia yang berserak dimana-mana.

Di media cetak, clear, tidak ada. Kalaupun ada, yang saya tahu adalah kaki yang terjepit reruntuhan. Itupun rasanya sudah mengguncang hati. Lalu bagaimana di media elektronik?

Yang ada adalah pemutaran detik-detik tsunami menabrak pemukiman, menjungkirbalikkan kapal dan mobil, itu yang diulang. Selebihnya adalah up date situasi dan petunjuk bagaimana mendapatkan bantuan serta step by step survival.

Tidak ada kengerian disana, yang ada adalah semangat untuk hidup, sehingga mereka dengan cepat dan taktis bangkit.
Cerita features tentang anak kehilangan bapak, bapak yang kehilangan keluarganya juga ada, namun itu dilakukan dengan santun dan penuh emphati.

Namun dalam dua tahun belakangan ini. Dunia berubah, medsos datang seperti air bah, seringkali perubahan ini menghilangkan perasaan. Medsos yang demikian berkuasa mengarahkan perasaan kita. Dalam dunia medsos, Content is the King, isi adalah raja, maka apa yang dikatakan menjadi informasi yang langsung menuju pada pribadi.

Dia akan berpengaruh pada sikap dan perilaku. Saya carikan contoh pada isi media elektronik. Kebiasaan saya setiap pagi adalah nonton berita di TV, namun belakangan saya tinggalkan karena satu sebab. Karena ada iklan pembersih WC yang mengetengahkan ‘wajah wc’. Dan iklan deodorant yang menampilkan ketiak berbulu. Benar-benar sebuah bahasa gambar yang kasar dan rendah.

Ya, kita malas membaca dan malas berpikir, akhirnya yang kita lihat adalah gambar yang apa adanya. Lepas begitu saja. Sekarang saya bertanya, apa yang kita pikirkan saat kita memposting ulang foto-foto kekejaman junta Myanmar kepada Rohingnya yang demikian mendebarkan itu?

Gambar itu jelas sekali; Kepala anak yang dikapak, Anak yang terpisah tubuh dan badanya, dibakar dan lain lain... dan lain lain. Saya tidak tega melihatnya.

Namun seakan-akan kita menghadapi tembok tebal dan seakan-akan harus memposting foto itu berulang-ulang untuk mengorek kesetiakawanan sesama muslim. Ini jelas ada yang salah. Karena banyak pihak bisa tabayyun-i dalam soal ini.

Namun saya maklum jika itu terjadi pada awal-awal kejadian, tapi untuk saat ini, ini menjadi viral dan terus dilihat oleh penggiat media sosial tentu mengenaskan. Apalagi tidak diimbangi narasi yang memadai.

Saya saja tidak setuju, jika penggiat media atau bahkan fotografer, mengeksploitasi detik dimana hewan qurban terpenggal lehernya, dan beranggapan bahwa darah yang muncrat itu adalah angel terbaik mereka. Ini tentu salah, fotografer juga harus diajarkan adab dan etika. Dan foto yang seperti itu adalah foto yang tidak beradab, meskipun terhadap hewan.

Mungkin taraf kita memang masih bahasa gambar, belum rasa, belum narasi yang justru akan memperkuat perjuangan muslim. Penting diingat bahwa peluang paling besar timbulnya hoax adalah pada ‘bahasa gambar’, apalagi sekarang tukang edit canggih ada dimana-mana.

Dan soal Rohingnya ini banyak orang pinter juga terpeleset. Mulai Tifatul Sembiring sampai Mehmet Simsek, Wakil PM Turki yang salah posting foto. Kita mungkin perlu berpikir satu tahap saja, mari berbuat dan mencari tahu siapa pembantai itu. Cukup sudah mengekploitasi gambar-gambar yang menyedihkan dan menyayat hati.

Coba bayangkan jika anak kita tampil di foto dengan kepala terpenggal, seperti apa hancurnya hati yang masih hidup. Dan itu adalah saudara kita. Saya khawatir, jangan-jangan Medsos juga sudah menghilangkan perasaan iba kita, karena yang begini akan makin banyak.

Tetaplah sehat, tanggung jawab sebagai muslim masih banyak dan masih jauh dari kemenangan yang memuliakan kita. Jangan-jangan kita sudah kehilangan perasaan. Kalau ingin ngetes tentang peka-nya rasa, lihatkan kembali film The Last Mohichan film tentang Indian yang menguliti batok kepala lawannya, atau film peraih Oscar, Revenant yang penuh kekerasan.

Terakhir, tutuplah dengan melihat film Kingdom of Heaven, kisah tentang Salahuddin yang merebut kembali Jerusalem pada tahun 1187. Anda bakal tertegun dengan kegemilangan dan adab Islam. (*)

Klik tombol Like jika Anda suka dengan Berita ini

TRAVELLING

Berita Terkini

Lowongan Kerja di Aira Skin Clinnic
Minggu, 18 Pebruari 2018 06:05

Lowongan Kerja di Aira Skin Clinnic

Bagi anda yang sedang mencari informasi seputar lowongan kerja,  kini Aira Skin Clinic Pekanbaru sedang membutuhkan tenaga kerja 

Sebelum Tidur Lakukan Ini Agar Wajah Segar di Pagi Hari
Sabtu, 17 Pebruari 2018 23:58

Sebelum Tidur Lakukan Ini Agar Wajah Segar di Pagi Hari

Memiliki wajah cerah dipagi hari bisa Anda dapatkan.  Tak hanya perawatann yang tepat namun juga dan memberikan tidur yang nyenyak sepanjang malam. 

Bantai Bali United, Persija Juara Piala Presiden 2018
Sabtu, 17 Pebruari 2018 22:25

Bantai Bali United, Persija Juara Piala Presiden 2018

 Persija Jakarta akhirnya keluar sebagai juara di pergelaran Piala Presiden 2018.

PBB Tak Lolos, Yusril: Hanya Karena 6 Orang Terlambat Datang
Sabtu, 17 Pebruari 2018 21:46

PBB Tak Lolos, Yusril: Hanya Karena 6 Orang Terlambat Datang

Ketua umum PBB, Yusril Ihza Mahendra hanya karena 6 orang di Manokwari Selatan, Provinsi Papua, datang terlambat, PBB dinyatakan tidak lolos oleh KPU. 

Babak Pertama Final Piala Presiden, Persija Unggul 2 Gol
Sabtu, 17 Pebruari 2018 21:35

Babak Pertama Final Piala Presiden, Persija Unggul 2 Gol

Persija Jakarta unggul 2-0 atas Bali United babak pertama pertandingan Piala Presiden 2018, Sabtu (17/2/2018) malam

Salto Super Simic Cetak Gol Dimenit Akhir Babak Pertama
Sabtu, 17 Pebruari 2018 21:07

Salto Super Simic Cetak Gol Dimenit Akhir Babak Pertama

Pertarungan sengit masih terus terjadi antara Persija Jakarta dan Bali United, kali ini aksi sang predator 'Super Simic' dengan saltonya itu kembali mencetak gol 

Menit ke 19, Tendangan Marko Simic Bobol Gawang Bali United
Sabtu, 17 Pebruari 2018 20:39

Menit ke 19, Tendangan Marko Simic Bobol Gawang Bali United

Pertarungan antara Persija Jakarta lawan Bali United berlangsung seru. Pada menit ke 19 Marko Simic berhasil mencetak gol

Larang Produk Sawit Masuk, Malaysia Sepakat Lawan Uni Eropa
Sabtu, 17 Pebruari 2018 20:34

Larang Produk Sawit Masuk, Malaysia Sepakat Lawan Uni Eropa

Pemerintah dan masyarakat Malaysia menyadari bahwa sawit begitu berarti begi kehidupan pergerakan ekonomi mereka.

Spanduk Cagub Masih Terpajang Nyata di Pekanbaru
Sabtu, 17 Pebruari 2018 20:18

Spanduk Cagub Masih Terpajang Nyata di Pekanbaru

Spanduk cagub terlihat masih terpajang nyata dibeberapa ruas jalan,  sabtu (17/02/2018)

Malam Ini, Pembuktian Kiper Terbaik di Piala Presiden 2018 'Wawan Vs Andritany
Sabtu, 17 Pebruari 2018 19:44

Malam Ini, Pembuktian Kiper Terbaik di Piala Presiden 2018 'Wawan Vs Andritany

Sabtu (17/2/2018) Piala Presiden 2018 akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK)