Panti Pijat Merebak, Gadis Thailand Direkrut Jadi Pelacur di India

Rabu, 16 Agustus 2017 07:49
Panti Pijat Merebak, Gadis Thailand Direkrut Jadi Pelacur di India
BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU - Bisnis esek-esek merebak di India. Bisnis ini dikemas sebagai panti pijat yang menyediakan layanan plus-plus. Akibat itu, selain perempuan lokal yang terjebak dalam pelacuran ini, juga gadis-gadis yang didatangkan dari Thailand.
 
Gadis-gadis yang didatangkan dari Thailand itu terbanyak ‘dipasarkan’  sebagai gadis China. Itu karena kulitnya yang putih, yang digandrungi laki-laki India.
 
Menurut laporan Reuters, sedikitnya 40 perempuan asal Thailand tahun ini diselamatkan dalam penggerebekan polisi terhadap tempat prostitusi yang berkedok panti pijat. Gadis-gadis itu ditemukan di wilayah bagian barat India, Kota Mumbai dan Kota Pune.
 
Kota-kota itu memang menjadi simbol kemajuan India. Mumbay merupakan pintu keluar-masuk barang-barang dari dan ke India. Sedang Pune adalah kota industri dan pusat teknologi informasi India dikembangkan.
 
"Permintaan untuk pemijat Thailand cenderung tinggi di India. Itu karena perempuan Thailand memiliki kulit putih dan dianggap menarik," kata Direktur Program Penyelamatan Anak India, Jyoti Nale.
 
"Gadis yang diselamatkan dari penggerebekan biasanya berasal dari wilayah India yang berbeda dan negara tetangga. Tetapi jika semua perempuan di satu penyelamatan berasal dari Thailand, berarti masih ada banyak lagi perempuan Thailand yang bekerja di India," tambahnya.
 
Gadis-gadis dari Nepal dan Bangladesh sudah lama diperdagangkan menjadi pekerja seks di India. Tapi akhir-akhir ini ada permintaan yang meningkat di antara pria India dan turis mancanegara untuk meminta layanan gadis yang lebih eksotis. Dan itu adalah gadis-gadis dari Thailand, diantaranya.

"Ini merupakan pertama kali kita melihat tren ini. Mereka tidak terpelajar, berasal dari keluarga miskin yang menjadi tulang punggung keluarganya," kata Inspektur Polisi Sanjay Patil, yang mengepalai penggerebekan itu.
 
Pada bulan Juli lalu, 10 wanita Thailand diselamatkan dari panti pijat di daerah Pune, area pembuatan mobil dan teknologi yang berada 150 kilometer dari Mumbai.
 
Polisi menyamar sebagai pelanggan. Dan akhirnya ditemukan perempuan Thailand berusia antara 23 hingga 40 tahun.
 
Menurut polisi, wanita Thailand itu biasanya bekerja di Bangkok dan kota lainnya di negerinya. Namun karena tergiur bekerja di India yang menghasilkan uang yang lebih banyak, maka mereka pun akhirnya ke India.
 
Menurut polisi, rata-rata mereka mendapatkan 305 baht atau sekitar Rp 120 ribu per hari di Thailand. Sedang di India, bisa mendapatkan penghasilan dua kali lipat.
 
"Gadis-gadis yang diselamatkan telah bekerja di sini selama tiga hingga empat bulan. Mereka mendapat 100 ribu rupee (sekitar Rp 20 juta)," ujar Patil. Kini para korban itu sudah berada di rumah penampungan sambil menunggu pemulangan ke Thailand.
 
Pejabat kedutaan besar Thailand menyebut, bahwa masih banyak lagi wanita Thailand yang telah diselamatkan dari panti pijat di seluruh negeri, termasuk di ibukota India, New Delhi. Juga di kota persinggahan turis di Jaipur, dan pusat teknologi, Bengaluru.
 
"Rehabilitasi dan pelatihan keterampilan akan diberikan kepada para korban saat mereka dipulangkan," kata pejabat Kedutaan Besar Thailand.

Menurut badan amal Perancis, Fondation Scelles, ada sekitar 40 juta pekerja seks di seluruh dunia. Mereka masuk ke dunia hitam itu karena tergiur, tertipu, atau terpaksa karena kemiskinan dan kurangnya kesempatan menjalani hidup normal. (jss)

TRAVELLING

Berita Terkini

Cegah Limbah Rumah Sakit, Dinkes Pekanbaru Klaim Rutin Bina RS
Senin, 25 September 2017 21:55

Cegah Limbah Rumah Sakit, Dinkes Pekanbaru Klaim Rutin Bina RS

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru menegaskan selalu melakukan pembinaan secara rutin kepada rumah sakit yang ada di Pekanbaru.

Apotek Tak Berizin, Dinkes: Wajib Urus Baru Buka
Senin, 25 September 2017 21:40

Apotek Tak Berizin, Dinkes: Wajib Urus Baru Buka

Pasca temuan beberapa apotek di Kota Pekanbaru yang tidak memiliki izin, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru menegaskan apotek-apotek tersebut dikenakan sanksi penutupan.

Asik Bersepeda Motor Curian, Pud Diamankan Polisi
Senin, 25 September 2017 20:58

Asik Bersepeda Motor Curian, Pud Diamankan Polisi

 Setelah MIS, kini Tim Harat Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Indragiri Hilir (Inhil) berhasil menciduk Sya alias Pud (37), warga Jalan Tanjung Pura Kotabaru Siberida Kecamatan Keritang, di kediamannya. Lantaran menjadi penadah sepeda motor curian, Senin (25/9/2017).

Wow! KUPA-PPAS APBD Perubahan Pekanbaru 2017 Akhirnya Disepakati di Angka Rp 2.6 Triliun
Senin, 25 September 2017 20:44

Wow! KUPA-PPAS APBD Perubahan Pekanbaru 2017 Akhirnya Disepakati di Angka Rp 2.6 Triliun

Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kota Pekanbaru tahun Anggaran 2017, akhirnya disahkan dengan penandatangan MoU, Senin (25/9/2017).

Kejati Riau Tetapkan Empat Orang Tersangka Korupsi Lampu Pemko Pekanbaru
Senin, 25 September 2017 20:39

Kejati Riau Tetapkan Empat Orang Tersangka Korupsi Lampu Pemko Pekanbaru

Setelah penyidikan secara marathon beberapa hari terakhir, akhirnya penyidik Kejaksaan Tinggi Riau menetapkan empat orang sebagai tersangka korupsi pengadaan lampu LED dan lampu taman Pemko Pekanbaru.

AHY Sampai Diranah Minang, 'Sersan' di Payakumbuh
Senin, 25 September 2017 20:34

AHY Sampai Diranah Minang, "Sersan" di Payakumbuh

Mantan Calon Gubernur DKI Jakarta, Agus Harimukti Yudhoyono (AHY) Senin (25/9/2017) sampai di Ranah Minang, Sumbar. Sesuai rencana AHY akan berada di Sumbar sampai Selasa sore.

Sore Ini Titik Panas Kembali Mengganas
Senin, 25 September 2017 20:28

Sore Ini Titik Panas Kembali Mengganas

Titik panas kembali mengganas di Pulau Sumatera, sore ini, Senin (25/9/2017). Pantauan BMKG Pekanbaru, setidaknya ada 49 titik pada level convidence 50 persen.

Hampir 15 Menit Menunggu, Ternyata Petugas SPBU Batu Empat Ditemukan Tengah Duduk Santai
Senin, 25 September 2017 20:18

Hampir 15 Menit Menunggu, Ternyata Petugas SPBU Batu Empat Ditemukan Tengah Duduk Santai

Pelayanan dan manajemen SPBU Batu Empat, Bagansiapiapi sungguh menjengkelkan dan membuat warga kecewa. Bagaimana tidak, selama hampir 15 menit menunggu petugas untuk mengisi bahan bakar jenis Pertalite, namun tidak satupun dilayani oleh petugas SPBU yang ada di lokasi. 

Akhirnya, Setelah Belasan Tahun Riau Miliki RTRW
Senin, 25 September 2017 20:13

Akhirnya, Setelah Belasan Tahun Riau Miliki RTRW

Setelah melalui proses panjang, akhirnya siang ini (25/9/2017), DPRD Riau mensahkan RTRW Riau 2017-2037 sebagai ranperda. Palu pengesahan ini diketuk oleh Sunaryo, wakil ketua DPRD Riau disaksikan oleh pimpinan DPRD dan instansi terkait serta Wakil Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim.

Rapat Memanas, MoU KUPA dan PPAS APBD-P Pekanbaru 2017 Batal di Hotel
Senin, 25 September 2017 20:07

Rapat Memanas, MoU KUPA dan PPAS APBD-P Pekanbaru 2017 Batal di Hotel

Senin (25/9/2017), penandatanganan MoU KUPA dan PPAS Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kota Pekanbaru tahun Anggaran 2017 batal dilaksanakan di salah satu hotel yang ada di Pekanbaru.