Keladi Tikus Membunuh Kanker

Kamis, 12 Januari 2017 07:40 293
Keladi Tikus Membunuh Kanker

Ketakutan perempuan terhadap kanker mulut rahim terkurangi. Itu berkat penemuan ‘obat’ penyakit ini. Keladi tikus yang tumbuh liar di pinggir sungai ternyata berkhasiat untuk itu. Berbagai kasus kanker serviks sembuh berkat tanaman itu.

Keladi tikus (Typhonium Flagelliforme atau Rodent Tuber) sudah dikenal masyarakat Indonesia. Tanaman itu biasanya dibiarkan tumbuh di bawah jembatan atau di sepanjang sungai yang teduh. Tak ada yang tertarik untuk memelihara. Baik untuk dikonsumsi atau dijadikan sebagai tanaman hias.

Namun kini tanaman itu banyak dicari. Itu berkat penelitian yang dilakukan Prof  Dr Chris K.H.Teo, Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD dari  Universiti Sains Malaysia. Pendiri Cancer Care Penang,  Malaysia melakukannya sejak tahun 1995. Dan berkat itu ribuan pasien dari berbagai dunia terselamatkan.

Di Indonesia, yang mula-mula mengikuti jejak pakar dari negeri jiran itu adalah Drs Patoppoi Pasau. Itu gara-gara istrinya mengidap kanker payudara stadium III. Dokter yang merawatnya mengharuskan sang istri dioperasi. Itu terjadi tanggal 14 Januari 1998.

Setelah kanker ganas diangkat, istri Patoppoi harus menjalani kemoterapi (suntikan kimia membunuh sel). Ini untuk menghentikan penyebaran sel-sel kanker. “Sebelum  menjalani kemoterapi, dokter mengatakan agar kami menyiapkan wig  (rambut palsu) karena kemoterapi akan mengakibatkan kerontokan rambut,  selain kerusakan kulit dan hilangnya nafsu makan,” jelas Patoppoi.

Selama mendampingi istri menjalani kemoterapi, Patoppoi berusaha mencari pengobatan alternatif. Dia mendapatkan informasi teh Lin Qi di Malaysia bisa  mengobati kanker. “Saat itu juga saya langsung terbang ke Malaysia untuk membeli teh itu,” kata ahli biologi ini.

Saat berada di sebuah toko obat di Malaysia, secara tidak sengaja dia melihat buku mengenai pengobatan kanker. Judulnya menggelitik. “Cancer, Yet They Live”. Buku ini karangan Dr Chris K.H. Teo yang diterbitkan tahun 1996.

“Setelah saya baca sekilas, saya beli buku itu. Dan begitu membaca isinya, saya tidak jadi membeli teh Lin Qi. Saya langsung pulang ke Indonesia ,” kenang Patoppoi. Di buku ini Patoppoi membaca khasiat Typhonium Flagelliforme itu.

Di Indonesia, pensiunan pejabat Departemen Pertanian ini mencari tanaman itu. Dia hubungi kerabatnya. Dan familinya di Pekalongan, Jawa Tengah menemukan tanaman itu. Patoppoi  menelitinya dan menghubungi Dr. Teo di Malaysia. Dia menanyakan kebenaran tanaman obat itu.

Selang beberapa hari, Dr Teo  menghubungi Patoppoi. Dia menjelaskan, bahwa tanaman itu memang benar Rodent Tuber. “Dr Teo mengatakan agar tidak ragu lagi menggunakannya sebagai obat,” ujar Patoppoi. 

Akhirnya Patoppoi memproses tanaman sejenis talas itu sesuai buku petunjuk. Tanaman ini untuk diminum sebagai obat. Karena yang dibutuhkan banyak, maka Patoppoi menghubungi putranya, Boni Patoppoi di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Sang putra disuruh ikut mencarikan tanaman itu.

“Setelah melihat ciri-ciri tanamannya, saya mulai  mencari di pinggir sungai depan rumah. Saya dapatkan  tanaman itu tumbuh liar di pinggir sungai,” kata Boni.

Selama mengkonsumsi sari tanaman itu, ternyata isteri Patoppoi mengalami penurunan efek samping kemoterapi yang dijalani. Rambutnya berhenti rontok. Kulitnya tidak rusak, dan  mual-mual hilang. “Bahkan nafsu makan ibu saya pun kembali normal,”  lanjut Boni.

Setelah tiga bulan meminum obat itu, isteri Patoppoi kembali menjalani pemeriksaan kanker. “Ternyata hasilnya negatif. Itu sungguh mengejutkan kami dan dokter-dokter di Jakarta,” ujar Patoppoi. Ketika dokter-dokter itu bertanyayang diberikan pada isterinya. “Malah mereka ragu. Apakah telah salah memberikan dosis kemoterapi kepada kami,” kata Patoppoi.

Setelah diterangkan mengenai tanaman Rodent Tuber, para dokter itu mendukung. Mereka menyarankan agar mengembangkannya. Apalagi keadaan isterinya makin membaik. Tidak mengalami efek samping dari kemoterapi yang sangat keras itu. Dan pemeriksaan yang seharusnya tiga bulan sekali diundur menjadi enam bulan sekali.”Tetapi karena sesuatu hal, para dokter itu tidak mau mendukung secara terang-terangan penggunaan tanaman sebagai obat alternatif,” sambung Boni sambil tertawa.

Setelah beberapa lama tidak berhubungan, berdasarkan peningkatan keadaan isterinya, pada bulan April 1998 Patoppoi menghubungi Dr.Teo melalui fax. Dia menginformasikan tanaman itu banyak terdapat di Jawa. Dan Dr. Teo mengajak untuk menyebarkan penggunaan tanaman ini di Indonesia. “Dr Teo langsung membalas fax kami, tapi tidak tahu yang  harus diperbuat, karena jarak yang jauh,” ujar Patoppoi.

Meskipun Patoppoi mengusulkan agar buku mereka diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan disebar-luaskan di Indonesia, Dr. Teo menganjurkan untuk bekerja sama. Berkonsentrasi dalam usaha nyata membantu penderita  kanker di Indonesia. 

loading...
TRAVELLING

Berita Terkini

Diguyur Hujan Deras, Kualifikasi MotoGP 2017 Qatar Dibatalkan
Minggu, 26 Maret 2017 02:18

Diguyur Hujan Deras, Kualifikasi MotoGP 2017 Qatar Dibatalkan

Seperti biasa, kali ini pun seri pertama MotoGP 2017 diselenggarakan di Qatar. Sabtu (25/03/2017) adalah pelaksanaan kualifikasi seri pertama MotoGP musim 2017. Namun, kualifikasi yang sebelumnya akan didahului free practice keempat (FP4) ini dibatalkan.

Lilin-Lilin Kecil Hiasi UIN Suska Riau Malam Ini
Sabtu, 25 Maret 2017 21:40

Lilin-Lilin Kecil Hiasi UIN Suska Riau Malam Ini

beberapa organisasi kampus yang ikut serta antara lain Lembaga pers kampus Gagasan, Radio Suska Fm, Cophote, Mapala Suska Green Vibe, Latah Tuah dan masih banyak lagi.

PSPS Bantai Tim Sepakbola PSSI Pekanbaru
Sabtu, 25 Maret 2017 21:12

PSPS Bantai Tim Sepakbola PSSI Pekanbaru

Menang lagi, itulah yang menggambarkan pertandingan uji coba PSPS Riau, Sabtu (25/3/2017). Tim berjuluk Asykar Bertuah ini berhasil mengalahkan tim sepak bola PSSI Pekanbaru dengan skor telak, 5-0.

Ridho Ngaku Sudah Dua Tahun Konsumsi Sabu
Sabtu, 25 Maret 2017 20:20

Ridho Ngaku Sudah Dua Tahun Konsumsi Sabu

Putra raja dangdut Rhoma Irama ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus narkoba. Ridho Rhoma itu ditangkap di sebuah hotel

Tumpah, Minyak CPO Milik PT Naga Mas Genangi Perairan Dumai
Sabtu, 25 Maret 2017 20:19

Tumpah, Minyak CPO Milik PT Naga Mas Genangi Perairan Dumai

Minyak bersemburan tersebut jatuh ke dalam laut atau perairan laut Dumai dengan perkiraan jumlah lebih kurang 100 Kg minyak CPO

Ridho Rhoma Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Narkoba
Sabtu, 25 Maret 2017 20:11

Ridho Rhoma Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Narkoba

Akhirnya polisi menetapkan Ridho Rhoma Irama sebagai tersangka dalam kasus narkoba. Dia ditangkap di sebuah hotel di kawasan Jakarta Barat dengan barang bukti berupa paket sabu

Bunuh dan Perkosa Etnis Rohingya, PBB Selidiki Tentara Myanmar
Sabtu, 25 Maret 2017 19:48

Bunuh dan Perkosa Etnis Rohingya, PBB Selidiki Tentara Myanmar

Akhirnya PBB memutuskan untuk menyelidiki perkosaan dan pembunuhan yang dilakukan pasukan keamanan Myanmar terhadap etnis Rohingya

Bank Riau Kepri Raih Award Media Relations 2017
Sabtu, 25 Maret 2017 18:09

Bank Riau Kepri Raih Award Media Relations 2017

Bank Riau Kepri terima penghargaan pada ajang The 2nd Public Relations Indonesia Awards (PRIA) di Ballroom Hotel Harris Sunset Road, Kuta, Bali

Petani Kaget, Harga Cabai Rawit Makin Murah
Sabtu, 25 Maret 2017 18:02

Petani Kaget, Harga Cabai Rawit Makin Murah

Sempat menembus angka Rp.100 ribu perkilogram, kini harga cabai rawit makin turun

Ridho Izin Nonton Bioskop, Eh Ketangkap Sabu
Sabtu, 25 Maret 2017 17:54

Ridho Izin Nonton Bioskop, Eh Ketangkap Sabu

Manajer Ridho sangat terkejut dengan penangkapan Ridho. Itu karena putra Rhoma Irama itu izin nonton bioskop bersama teman-temannya