Ibu Teroris Barcelona: Menyerahlah Nak, Daripada Mati

Senin, 21 Agustus 2017 08:37
Ibu Teroris Barcelona: Menyerahlah Nak, Daripada Mati

BERTUAHPOS.COM (BPC) - Teror di Barcelona menyisakan luka mendalam. Kini Kepolisian Spanyol terus melakukan pengejaran. Dan pria yang diduga sebagai pelakunya itu adalah Younes Abouyaaqoub.

Laki-laki yang masih berumur 22 tahun itu diduga kuat sebagai pelakunya. Dia kini disinyalir kabur ke Prancis. Dialah supir van maut yang menewaskan 13 orang di Las Ramblas itu.

Abouyaaqoub adalah satu-satunya tersangka yang masih hidup. Yang lain, 12 tersangka lainnya sudah berkalang tanah. Abouyaaqoub pun menjadi incaran di Eropa untuk ditangkap atau dibunuh. Dia kabur ke Prancis melalui wilayah perbatasan,  Pegunungan Pyrenees.

Ibu Abouyaaqoub, Ghanno Gaanimi memohon putranya itu segera menyerahkan diri. Bukan datang ke kantor polisi, tetapi melalui media. Sebab dia tahu, puteranya yang disayang itu tidak bakalan hidup.

"Dia harus segera menyerahkan diri. Lebih baik kau dipenjara nak, daripada mati. Bagaimanapun membunuh orang itu salah," kata Gaanimi yang dilaporkan Metro, Senin (21/8/2017).

Menurut laporan itu, keluarga Abouyaaqoub diliputi kecemasan. Mereka juga sedih dengan kejadian itu.

Baca: Teror Barcelona Tewaskan 13 Orang, dan 100-an Pejalan Kaki Terluka

"Kami sekeluarga terkejut dengan kejadian ini. Kami semua tidak menyangka akan terjadi. Dia tumbuh seperti anak-anak normal dan kehidupan normal. Dan Islam itu adalah agama yang cinta damai, tak pernah memerintahkan untuk membunuh," tambahnya.

Untuk itu keluarga Abouyaaqoub menyebut, jika saudaranya itu telah menjadi korban cuci otak. Sinyalemen ini mendekati kenyataan. Sebab pihak berwenang Spanyol mengonfirmasi, bahwa Abouyaaqoub tidak punya catatan tentang terorisme. Dia juga bukan orang yang dalam pengawasan polisi.

Menurut laporan Huffington Post, polisi kini tengah menggelar operasi keamanan di wilayah Catalonia. Juga di sekitar wilayah perbatasan Spanyol dengan Prancis. Tujuannya hanya satu, untuk memburu Younes Abouyaaqoub.

"Kami tidak punya informasi spesifik tentang itu. Tapi kemungkinan itu tidak bisa dikesampingkan," kata Kepala Polisi Catalan, Josep Lluis Trapero.

Polisi juga telah menangkap empat orang yang diduga punya keterkaitan dengan serangan teror itu. Keempatnya itu, tiga warga negara Maroko. Dan satu lagi warga negara Melilla, sebuah negara kecil di Afrika Utara. jss

Klik tombol Like jika Anda suka dengan Berita ini

TRAVELLING

Berita Terkini

Waduh, Wakil Rakyat Ikut Eksis di Baliho Paslon Gubri
Rabu, 21 Pebruari 2018 22:21

Waduh, Wakil Rakyat Ikut Eksis di Baliho Paslon Gubri

Ketua dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru ikut eksis dalam baliho milik salah satu pasangan calon (Paslon) Gubernur Riau (Gubri).

805 Personil Gabungan Bakal Kawal Aksi BEM se-Indonesia Besok
Rabu, 21 Pebruari 2018 22:04

805 Personil Gabungan Bakal Kawal Aksi BEM se-Indonesia Besok

Sebanyak 805 personil gabungan akan kawal aksi unjuk rasa yang digelar oleh ratusan mahasiswa dari universitas di Indonesia besok, Kamis (22/2/2018)

Minat Petani Padi Peserta AUTP di Payakumbuh Menurun
Rabu, 21 Pebruari 2018 21:35

Minat Petani Padi Peserta AUTP di Payakumbuh Menurun

Minat masyarakat petani padi terhadap Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di Kota Payakumbuh, Propinsi Sumatera Barat tahun 2017 lalu jauh menurun dibanding pada tahun 2016. 

Usut Dugaan Korupsi di Dispora Riau, Kejati Kembali Periksa Saksi
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:45

Usut Dugaan Korupsi di Dispora Riau, Kejati Kembali Periksa Saksi

Penyidik Kejaksaan Tinggi Riau kembali memeriksa saksi terkait dugaan korupsi di Dispora Riau. Rabu (21/2/2018), giliran saksi J, seorang wanita di Dispenda Riau diperiksa.

Kasus Penyerangan Ulama, Jokowi Minta Ketegasan Polisi
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:38

Kasus Penyerangan Ulama, Jokowi Minta Ketegasan Polisi

Presiden Indonesia, Joko Widodo minta ketegasan polisi menghadapi kasus penyerangan ulama dan rumah ibadah.

Sidang Korupsi di Dispenda. Saksi Akui Lakukan SPPD Fiktif
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:27

Sidang Korupsi di Dispenda. Saksi Akui Lakukan SPPD Fiktif

Enam orang staf di Bidang Pajak Dispenda Riau, mengakui pernah melakukan perjalanan dinas fiktif tahun 2015 hingga tahun 2016.

Berkeliaran Dilangit Pekanbaru Pesawat Tempur F-16 Lanud Rsn Turunkan Paksa Pesawat Asing
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:15

Berkeliaran Dilangit Pekanbaru Pesawat Tempur F-16 Lanud Rsn Turunkan Paksa Pesawat Asing

Force Down atau penurunan paksa pesawat asing yang melanggar kedaulatan wilayah udara NKRI oleh pesawat tempur F-16 Skadron Udara 16 di Lanud Roesmin Nurjadin terjadi hari ini Rabu (21/2/2018).

Suhardiman Amby: RAL Bangkrut, Kenapa Asetnya Tidak Disita Bank Muamalat
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:09

Suhardiman Amby: RAL Bangkrut, Kenapa Asetnya Tidak Disita Bank Muamalat

Sekretaris Komisi III DPRD Riau, Suhardiman Amby heran ketika Bank Mualmalat malah menagih pembayaran hutan PT RAL ke Pemprov Riau.

Wah,  Dua Spanduk Kandidat Ini Terpajang Nyata di Jalan Nangka
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:01

Wah, Dua Spanduk Kandidat Ini Terpajang Nyata di Jalan Nangka

Spanduk Paslon Gubri kini tampaknya semakin berterbaran,  meski Bawaslu melarang pemasangan atribut kampanye namun nyatanya himbauan itu tidak diindahkan. 

Box Culvert Penyebab Banjir di Perumahan Panam Regency?
Rabu, 21 Pebruari 2018 19:46

Box Culvert Penyebab Banjir di Perumahan Panam Regency?

Plt Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, mengatakan salah satu penyebab terjadinya banjir di Panam tepatnya Perumahan Panam Regency ialah adanya pembangunan box culvert.