Hadapi Beijing yang 'Keras Kepala', Vietnam Pasang Roket Canggih di Laut China Selatan

Rabu, 10 Agustus 2016 21:20 483
Hadapi Beijing yang 'Keras Kepala', Vietnam Pasang Roket Canggih di Laut China Selatan
foto/ilustrasi

BERTUAHPOS.COM (BPC)- Dikabarkan Vietnam telah memasang roket canggih secara diam-diam di kawasan sengketa Laut China Selatan. Hal ini bentuk upaya membentengi diri terhadap sikap Beijing yang agresif mengklaim wilayah di Kepulauan Spratly sepenuhnya.

Dilansir dari merdeka.com, tak cuma memprotes sengketa wilayah di Laut China Selatan, Vietnam rupanya diam-diam membentengi pulau mereka di kawasan sengketa dengan roket. Bocoran dokumen menunjukkan peluncur roket Vietnam merupakan jenis mutakhir yang mampu menyerang landasan pacu dan instalasi militer China di seluruh rute perdagangan perairan tersebut.

Kantor Berita Reuters melaporkan, Rabu (10/8), seorang pejabat negara Barat menyebut Hanoi cukup cerdas mengirimkan peluncur dari daratan Vietnam dan memposisikan mereka ke lima pangkalan di pulau-pulau Spratly dalam beberapa bulan terakhir tanpa terendus media. Meski dapat memancing ketegangan di kawasan, pejabat yang menjadi pembocor dokumen ini menilai langkah Vietnam seharusnya dapat meredam agresivitas Beijing.

Peluncur roket tersebut disusun tersembunyi dari pantauan udara. Sampai sekarang pemerintah Vietnam masih membantah pihaknya memasang roket di dekat perairan sengketa.

Kementerian Luar Negeri Vietnam mengatakan informasi tersebut 'tidak akurat'. Wakil Menteri Pertahanan Vietnam Senior Letnan Jenderal Nguyen Chi Vinh menuturkan bantahan senada.

"Vietnam tidak memiliki peluncur atau senjata tersebut yang sudah dipersiapkan di Kepulauan Spratly. Meski demikian, negara kami memang berhak untuk mengambil tindakan pengamanan tersebut," ujarnya di Singapura dua bulan lalu.

"Adalah hak kami untuk membela diri dan memindahkan salah satu senjata kami ke daerah yang masih dalam wilayah kedaulatan kami setiap saat," lanjut Nguyen.

Langkah ini tentunya dibuat Hanoi untuk melawan Beijing yang membangun tujuh pulau reklamasi di Kepulauan Spratly. Militer Vietnam takut strategi mereka untuk mempertahankan wilayah Vietnam Selatan di pulau pertahanan ketahuan karena adanya landasan pacu, bangunan, radar dan instalasi militer China di wilayah itu.

Vietnam, China dan Taiwan mengklaim seluruh wilayah di Kepulauan Spratly, sementara itu, Filipina, Malaysia dan Brunei Darussalam hanya mengklaim beberapa wilayah saja. Hal ini yang memicu ketegangan di kawasan.

Sebenarnya Mahkamah Internasional di Den Haag telah mengeluarkan putusan bersalah kepada China yang mengklaim seluruh wilayah di Laut China Selatan. Yang kemudian dilaporkan Filipina yang merasa dirugikan oleh klaim sepihat Beijing tersebut. Meski begitu, China masih ngotot bahwa kawasan bersengketa tersebut adalah warisan dari era kerajaan di masa lalu.

(Sumber: merdeka.com)

loading...
PUBLIC SERVICE

Berita Terkini

Ngerinya Gigitan Nyamuk di Kota Sakral Anuradhapura
Minggu, 22 Januari 2017 23:12

Ngerinya Gigitan Nyamuk di Kota Sakral Anuradhapura

Sejarah Kota Anuradhapura memang luar biasa. Kota ini pusat agama Buddha yang kemudian menyebar ke berbagai negara di dunia. Buddha di China, Korea, Amerika Serikat, Bangkok, Singapura, Malaysia dan Indonesia berasal dari kota ini.

Dosen Unand Ini Antusias dengan Keberadaan Komunitas Peduli Pendidikan
Minggu, 22 Januari 2017 21:29

Dosen Unand Ini Antusias dengan Keberadaan Komunitas Peduli Pendidikan

Keberadaan beberapa komunitas memang menjadi pro dan kontra dikalangan masyarakat. Ada yang mendukung aksi dari beberapa komunitas, ada yang menilai komunitas hanya sebagai ajang untuk memperbanyak teman atau hura-hura semata.

Ini Kata Camat Tampan Soal Keberadaan RSAB Panam
Minggu, 22 Januari 2017 21:26

Ini Kata Camat Tampan Soal Keberadaan RSAB Panam

Bersempena hari jadi Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Panam Pekanbaru yang ke-3, Syamsuir selaku Camat Tampan mengapresiasi keberadaan RSAB Panam yang sudah berdiri selama tiga tahun tersebut.

Sebuah Hotel Ambruk Dihantam Tanah Longsor
Minggu, 22 Januari 2017 21:23

Sebuah Hotel Ambruk Dihantam Tanah Longsor

Akibat tanah longsor di China, sebuah hotel ambruk. Sementara ini didua ada 12 orang tewas, seperti dilaporkan oleh Media setempat, seperti dikutip dari ABC News, Minggu (22/1/2017).

Peruri Produksi Rupiah di Kerawang
Minggu, 22 Januari 2017 21:05

Peruri Produksi Rupiah di Kerawang

Peruri memproduksi Rupiah di kawasan Karawang, Jawa Barat. Okezone pun berkesempatan mengunjungi pabrik produksi uang di Desa Parung Mulya, Kecamatan Ciampel, Karawang, Jawa Barat. Kawasan produksi Peruri memiliki penjagaan yang sangat ketat.

Ratusan Penumpang Express Air Keluar Darah di Hidung
Minggu, 22 Januari 2017 20:56

Ratusan Penumpang Express Air Keluar Darah di Hidung

Ratusan Penumpang pesawat Express Air keluar darah dari hidung. Pesawat Express Air dengan nomor penerbangan XN 811 lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang menuju Bandara Deo, Kota Sorong, Minggu (22/1/2017).

Amritzar, Kota Kelahiran Rama dan Shinta
Minggu, 22 Januari 2017 20:44

Amritzar, Kota Kelahiran Rama dan Shinta

Pernah ke Amritsar Punjab? Jika sudah, pasti tidak asing dengan Kuil Emas. Ini memadukan sejarah, pusat Agama Sikh yang tersebar di dunia, sentral meditasi, dan konon, Rama & Shinta dalam Ramayana lahir di kota ini.

Kajian Studi Ilmiah, Sawit Bukan Penyebab Utama Deforestasi
Minggu, 22 Januari 2017 15:34

Kajian Studi Ilmiah, Sawit Bukan Penyebab Utama Deforestasi

NGO Dunia akui kelapa sawit bukan penyebab utama deforestasi. Pendapat dunia barat yang menyudutkan deforestasi karena sawit dibantah oleh pakar sekaligus peneliti di bidang iklim dan energi dari Union of Concern Scientist (UCS).

Pasangan Berbohong soal Orgasme saat Berhubungan Seks? Mungkin Ini 3 Penyebabnya
Minggu, 22 Januari 2017 15:30

Pasangan Berbohong soal Orgasme saat Berhubungan Seks? Mungkin Ini 3 Penyebabnya

Karena masalah kecil yang terjadi di dalam kehidupan rumah tangga, bisa merusak gairah seks. Bahkan, pasangan Anda akan berbohong ketika diminta untuk bercinta di suatu malam.

Peringatan Tsunami Akibat Gempa Papua Nugini, Dicabut
Minggu, 22 Januari 2017 15:20

Peringatan Tsunami Akibat Gempa Papua Nugini, Dicabut

Wilayah Arawa, Papua Nugini, diguncang gempa dahsyat berkekuatan 8,00 Skala Richter (SR). Gempa tersebut memicu peringatan tsunami di wilayah Samudera Pasifik, termasuk Indonesia