Ditantang Buka Hijab, Jawara Kontes Masak Inggris Ini Menanggapi dengan Kalimat Bijak

Kamis, 01 Pebruari 2018 09:26
Ditantang Buka Hijab, Jawara Kontes Masak Inggris Ini Menanggapi dengan Kalimat Bijak
Nadiya Hussain

BERTUAHPOS.COM (BPC), INGGRIS - Hijabers pemenang kontes masak populer Inggris, Nadiya Hussain saat ini sudah seperti selebriti, karena namanya terus diperbincangkan oleh media massa. Wanita asal Bangladesh ini pun pernah diundang hingga diminta membuatkan kue ulang tahun spesial untuk Ratu Elizabeth II. 

Tetapi seiring kepopulerannya, ada saja yang mengusik ketenangannya, terutama di media sosial, bahkan sampai ditantang buka hijab. Tapi perempuan bersahaja ini menjawabnya dengan bijak.

Nadiya Hussein memang sering mengalami serangan rasis dari Islamophobia. Pemenang 'The Great British Bake Off' ini cukup populer di media sosial. Ia punya 178 ribu pengikut di Twitter dan 108 ribu pengikut di Instagram.

Beberapa waktu yang lalu, akun Twitter bernama @mysteriousonesi menantang Nadiya Hussein untuk melepas hijabnya. "Saya menantang kamu untuk melepas hijab di depan publik," cuitnya. 

Jawaban Nadiya inilah yang menjadi viral. Ia menjawab bahwa dirinya bukan lagi seorang remaja. Ia tak ada waktu untuk melakukan permainan 'truth and dare'. Nadiya pun mengangkat kesetaraan dalam cuitannya itu. "Akankah saya dianggap setara dengan kamu kalau saya melepas hijab? Kita sudah setara sekarang," ungkapnya.

Cuitan balasan ini mengundang hampir 4000 likes dan 310 retweets. Banyak yang mendukung Nadiya meski ada pula yang ikut menyalahkan chef itu.  Hijabers 31 tahun itu pun mengaku pernah beberapakali mendapat komentar negatif dari orang lain terutama karena penggunaan jilbabnya.

Meski diserang haters lewat media sosial atau mendapat tatapan tak menyenangkan dari orang lain, Nadiya lantas tidak membalas mereka dengan perlakuan buruk. Ia memilih menggunakan cara bijak dalam menghadapi haters maupun Islamophobia. 

Salah satu caranya dengan tersenyum. "Aku menerima (komentar tersebut) dengan tersenyum dan mengatakan 'Kau tahu apa? Aku tidak perlu membalasmu'. Bagiku itu benar-benar penting.  Aku punya anak dan tinggal di negara yang indah. Aku tidak ingin memberikan contoh anak-anakku tentang kebencian. Orang-orang negatif dan komentar mereka hanyalah angin lalu. Aku tidak ingin membiarkan mereka mempengaruhi kehidupanku," papar Nadiya.

Nadiya juga akan menghapus nama atau nomor telepon orang-orang yang telah menghinanya, agar kehidupan ke depannya lebih baik. Sedangkan untuk haters di media sosial, ia memilih jalur yang mudah yakni dengan melakukan block. 

"Kita sebaiknya tidak berteman. Ini sama dengan media sosial. Aku hanya akan memblokir mereka karena ada saat-saat di mana aku lelah karena aku manusia," tambahnya.

Nadiya pun berharap para wanita berhijab lain juga tidak terlalu menggubris haters. Jangan biarkan omongan haters atau Islamophobia membuat Anda berubah terutama bila menyinggung penggunaan jilbab Anda. Ketika ada yang bertanya mengenai jilbab, Nadiya selalu mencoba menjawabnya dengan keramahan.***/sumber walipop

Klik tombol Like jika Anda suka dengan Berita ini

TRAVELLING

Berita Terkini

Waduh, Wakil Rakyat Ikut Eksis di Baliho Paslon Gubri
Rabu, 21 Pebruari 2018 22:21

Waduh, Wakil Rakyat Ikut Eksis di Baliho Paslon Gubri

Ketua dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru ikut eksis dalam baliho milik salah satu pasangan calon (Paslon) Gubernur Riau (Gubri).

805 Personil Gabungan Bakal Kawal Aksi BEM se-Indonesia Besok
Rabu, 21 Pebruari 2018 22:04

805 Personil Gabungan Bakal Kawal Aksi BEM se-Indonesia Besok

Sebanyak 805 personil gabungan akan kawal aksi unjuk rasa yang digelar oleh ratusan mahasiswa dari universitas di Indonesia besok, Kamis (22/2/2018)

Minat Petani Padi Peserta AUTP di Payakumbuh Menurun
Rabu, 21 Pebruari 2018 21:35

Minat Petani Padi Peserta AUTP di Payakumbuh Menurun

Minat masyarakat petani padi terhadap Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di Kota Payakumbuh, Propinsi Sumatera Barat tahun 2017 lalu jauh menurun dibanding pada tahun 2016. 

Usut Dugaan Korupsi di Dispora Riau, Kejati Kembali Periksa Saksi
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:45

Usut Dugaan Korupsi di Dispora Riau, Kejati Kembali Periksa Saksi

Penyidik Kejaksaan Tinggi Riau kembali memeriksa saksi terkait dugaan korupsi di Dispora Riau. Rabu (21/2/2018), giliran saksi J, seorang wanita di Dispenda Riau diperiksa.

Kasus Penyerangan Ulama, Jokowi Minta Ketegasan Polisi
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:38

Kasus Penyerangan Ulama, Jokowi Minta Ketegasan Polisi

Presiden Indonesia, Joko Widodo minta ketegasan polisi menghadapi kasus penyerangan ulama dan rumah ibadah.

Sidang Korupsi di Dispenda. Saksi Akui Lakukan SPPD Fiktif
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:27

Sidang Korupsi di Dispenda. Saksi Akui Lakukan SPPD Fiktif

Enam orang staf di Bidang Pajak Dispenda Riau, mengakui pernah melakukan perjalanan dinas fiktif tahun 2015 hingga tahun 2016.

Berkeliaran Dilangit Pekanbaru Pesawat Tempur F-16 Lanud Rsn Turunkan Paksa Pesawat Asing
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:15

Berkeliaran Dilangit Pekanbaru Pesawat Tempur F-16 Lanud Rsn Turunkan Paksa Pesawat Asing

Force Down atau penurunan paksa pesawat asing yang melanggar kedaulatan wilayah udara NKRI oleh pesawat tempur F-16 Skadron Udara 16 di Lanud Roesmin Nurjadin terjadi hari ini Rabu (21/2/2018).

Suhardiman Amby: RAL Bangkrut, Kenapa Asetnya Tidak Disita Bank Muamalat
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:09

Suhardiman Amby: RAL Bangkrut, Kenapa Asetnya Tidak Disita Bank Muamalat

Sekretaris Komisi III DPRD Riau, Suhardiman Amby heran ketika Bank Mualmalat malah menagih pembayaran hutan PT RAL ke Pemprov Riau.

Wah,  Dua Spanduk Kandidat Ini Terpajang Nyata di Jalan Nangka
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:01

Wah, Dua Spanduk Kandidat Ini Terpajang Nyata di Jalan Nangka

Spanduk Paslon Gubri kini tampaknya semakin berterbaran,  meski Bawaslu melarang pemasangan atribut kampanye namun nyatanya himbauan itu tidak diindahkan. 

Box Culvert Penyebab Banjir di Perumahan Panam Regency?
Rabu, 21 Pebruari 2018 19:46

Box Culvert Penyebab Banjir di Perumahan Panam Regency?

Plt Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, mengatakan salah satu penyebab terjadinya banjir di Panam tepatnya Perumahan Panam Regency ialah adanya pembangunan box culvert.