15 Ribu Warga Riau Ikut Tabungan Emas Pegadaian, Donni: Berapa Ada Duit, Bisa

Kamis, 19 Mei 2016 15:27
15 Ribu Warga Riau Ikut Tabungan Emas Pegadaian, Donni: Berapa Ada Duit, Bisa
Ilustrasi.(net)

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU - PT Pegadaian (Persero) area Pekanbaru optimis produk tabungan emas bakal terus meningkat. Sejak diperkenalkan secara nasional akhir 2015 lalu, tabungan emas langsung menjadi primadona.

Hal itu disampaikan Asisten Manager Penjualan Area Pekanbaru, Donni Rinaldhi kepada kru bertuahpos.com. “Tabungan emas memang terus kita sosialisasikan. Karena masih banyak masyarakat yang belum tahu,” ujarnya, Kamis (19/05/2016).

Padahal kata Donni, tabungan emas merupakan salah satu sarana berinvestasi bagi masyarakat. “Sistemnya mirip tabungan biasa, bedanya tabungan emas Pegadaian tidak ada potongan bulanannya. Jadi memang pas jika berinvestasi,” sebutnya.

Selain itu, tabungan emas Pegadaian tidak mematok kewajiban bayar bulanan. “Berapa ada duit, bisa ditabung. Misal dengan Rp5.000 itu sama artinya dengan membeli emas 0,01 gram, disesuaikan dengan harga emas hari itu. Kalau mulai tabung sedikit-sedikit nanti emasnya jadi banyak juga,”  sebutnya.

Donni menilai, animo masyarakat terhadap tabungan emas ini tinggi. Terbukti saat ini sudah ada 15 ribu yang menjadi nasabah. “Bisa kita katakan itu tinggi, 15 ribu nasabah tabungan emas pegadaian konvensional dan syariah,” ujarnya.

Syaratnya mudah, hanya dengan membawa KTP selanjutnya mengisi formulir. Dan membayar saldo minimal Rp5.000 dan administrasi.

Pihaknya tetap gencar menyosialisasikan produk baru ini. Sebab tabungan emas Pegadaian sengaja diluncurkan dengan tujuan untuk memfasilitasi masyarakat kelas menengah ke bawah yang ingin melakukan investasi emas.

Selain itu masyarakat di Riau diharapkan tidak hanya bergantung pada komoditi perkebunan seperti karet dan sawit. Yang mana harganya rentan alami penurunan drastis. Sehingga tidak sedikit masyarakat kesulitan keuangan, membuat menggadaikan atau jual barang dengan harga murah.

“Dengan adanya tabungan emas ini harapannya masyarakat bisa terbantu dalam mengelola keuangan. Jika memang butuh dana, tabungan emas bisa segera dicairkan. Atau kalau emas mau dicetak juga tidak masalah, tetapi minimal saldo tabungan 5 gram,” kata Donni.

Saat ini Pegadaian ingin memperkenalkan investasi lewat tabungan emas kepada para pelajar atau mahasiswa. Diharapkan dengan mengenal tabungan emas seJak awal, bisa menjadi sarana pembelajaran dalam hal investasi. Selain itu ke depan masing-masing nasabah bisa transfer saldo emasnya.

Penulis: Riki

TRAVELLING

Berita Terkini

Kabag Humas dan Protokol Justru Tak Tahu Keberadaan Spanduk 'Profesor Firdaus'
Selasa, 26 September 2017 19:32

Kabag Humas dan Protokol Justru Tak Tahu Keberadaan Spanduk "Profesor Firdaus"

Kabag Humas dan Protokol Pemerintah Kota Pekanbaru, Hadiyanto, justru tidak mengetahui keberadaan spanduk Firdaus bergelarkan profesor.

Hakim Praperadilan Belum Kabulkan Permintaan Tersangka Korupsi Hadir di Persidangan
Selasa, 26 September 2017 18:59

Hakim Praperadilan Belum Kabulkan Permintaan Tersangka Korupsi Hadir di Persidangan

Hakim praperadilan yang mengadili permohonan perkara praperadilan Deyu, tersangka korupsi Dispenda Riau terhadap Kajati Riau, belum mengabulkan permohonan pemohon agar tersangka hadir di persidangan selama sidang praperadilan.

Petugas Buru-buru Tutup Gelar Profesor Firdaus di Spanduk
Selasa, 26 September 2017 18:39

Petugas Buru-buru Tutup Gelar Profesor Firdaus di Spanduk

 Spanduk Walikota Pekanbaru bergelar profesor di depan Kantor Walikota Pekanbaru, Selasa (26/9/2017), segera diperbaiki oleh petugas yang bekerja di Pemerintah Kota Pekanbaru.

Khitan Metode Behel, Setelah Disunat Langsung Bisa Lari
Selasa, 26 September 2017 18:35

Khitan Metode Behel, Setelah Disunat Langsung Bisa Lari

Proses khitan kini lebih modern, dengan sistem dan cara  canggih membuat pasien cepat beraktivitas. Khitan tanpa jahitan, tanpa darah dan dapat langsung beraktivitas ini menjadi jargon bagi Pondok Khitan yang berlokasi di Jalan Hang Jebat nomor 1, Pekanbaru.

Prof Alaidin Koto: Gelar Profesor Firdaus Itu Pembohongan Publik dan Bisa Digugat
Selasa, 26 September 2017 18:29

Prof Alaidin Koto: Gelar Profesor Firdaus Itu Pembohongan Publik dan Bisa Digugat

Gelar profesor menempel di bagian depan nama Firdaus MT, membuat guru besar Riau Profesor Alaidin Koto angkat bicara. Soal gelar profesor di depan nama Walikota Pekanbaru ini, dia menyebut itu sebuah pembohongan publik dan bisa digugat

Dikritik, Dirut Produksi SPBU Batu Empat Klaim Pelayanan SPBU-nya Paling Bagus
Selasa, 26 September 2017 18:18

Dikritik, Dirut Produksi SPBU Batu Empat Klaim Pelayanan SPBU-nya Paling Bagus

Tidak terima dengan kritikan beberapa warga terhadap kualitas pelayanan dari SPBU Batu Empat yang saat ini dikelola oleh PD.

Eh.. Ada Tangga Standby di Bawah Spanduk Profesor Firdaus
Selasa, 26 September 2017 18:07

Eh.. Ada Tangga Standby di Bawah Spanduk Profesor Firdaus

Tangga panjang, tampak berdiri di bawah spanduk Firdaus dan juga Yusril, di depan kantor Walikota Pekanbaru pada Selasa (26/7/2017) sore sekitar pukul 17.04 WIB.

MP dan MTC Bakal Buka Perdana Ajang WICSF
Selasa, 26 September 2017 17:58

MP dan MTC Bakal Buka Perdana Ajang WICSF

Pagelaran Wonderful Indonesia Culinary and Shopping Festival (WICSF) akan digelar selama satu bulan. Untuk perdana bakal ada di dua mall yakni Mall Pekanbaru (MP) dan Metropolitan City (MTC) di Panam. 

Syamsuar: Sudah Ada Beberapa Partai yang Berkomitmen
Selasa, 26 September 2017 17:51

Syamsuar: Sudah Ada Beberapa Partai yang Berkomitmen

Bakal calon Gubernur Riau yang juga Bupati Siak, Syamsuar, mengaku telah memiliki partai yang berkomitmen akan mengusung dirinya di Pilgubri 2018 nanti. Namun, Syamsuar masih merahasiakan nama partai tersebut.

Tercyduk, Spanduk Firdaus Bergelar Profesor Terpasang di Depan Kantor Walikota Pekanbaru
Selasa, 26 September 2017 17:48

Tercyduk, Spanduk Firdaus Bergelar Profesor Terpasang di Depan Kantor Walikota Pekanbaru

Selasa (26/9/2017), spanduk selamat datang kepada Prof Dr Yusril Ihza Mahendra SH MSc, terpasang di depan Kantor Walikota Pekanbaru, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru.