Pengamat: Sawit Identik dengan Kesejahteraan di Riau

Jumat, 07 April 2017 10:15
Pengamat: Sawit Identik dengan Kesejahteraan di Riau

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU - Selagi Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Riau belum kelar, sawit dan Migas masih menjadi sektor unggulan di Riau. Pemerintah dianggap akan kesulitan untuk mengembangkan sektor lain, akibat tidak ada panduan jelas soal ini.

Menurut Pengamat Lingkungan di Riau, Profesor Almasdi Syahza, dari Universitas Riau, bicara sawit sangat sulit dijauhkan dari masalah perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

"Sawit sangat identik dengan kesejahteraan masyarakat di Riau. Ini sebenarnya sejalan dengan kerja pemerintah. Ketika pemerintah berupaya keras untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, di Riau sudah ada sektor yang bisa mengatasi itu," katanya Selasa (21/03/2017).

Dalam banyak penelitian, sawit memberikan dampak berkelanjutan yang menyebar dan sangat besar. Dan sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Sawit terhadap perekonomian desa di Riau, menjadi faktor penting untuk diperhatikan.

Faktanya, sebagian besar kesejahteraan masyarakat terlihat sangat jelas, diantara petani dengan penghasilan kebun sawit, dibandingkan dengan masyarakat yang tidak menggantungkan ekonominya kepada sawit.

Baca: Mungkinkah Riau Tanpa Sawit?

"Mau tidak mau, memang harus diakui bahwa karena sawit membawa infrastruktur di wilayah pedesaan. Namun dari sisi negatifnya, juga banyak terjadi alih fungsi lahan. Namun lebih banyak daerah hutan dan lahan kosong dimanfaatkan untuk bertanam sawit bagi masyarakat," tambahnya.

Hadirnya, petani dengan berkebun kelapa sawit, maka kegiatan pembangunan sumber daya masyarakat desa termasuk sarana dan prasarana termasuk penetapan tenaga kerja lokal.

"Rataan kepemilikan lahan di pedesaan wilayah di Riau perkebunan sawit lebih kurang 2,47 hektar per KK. Pembukaan lahan baru tidak ada lagi solusinya di tumpang sarikan," katanya.

Senada dengan hal itu, Kawali Tarigan, Ketua DPW Asosiasi Sawit Masa Depan, juga mengatakan bahwa banyak masyarakatnya yang sukses bertani sawit. Hanya saja masih banyak kendala yang terjadi dalam proses penanamannya.

" Kalau petani punya kebun sawit sampai 30 ton. Banyak yg tidak jadi. Tidal lain karena kontribusi dari perusahaan  masih sangat sedikit," ujarnya.

Menurutnya, petani harus diberikan pendidikan lebih mengenai sawit. Petani kecil harus terpola perkebunannya supaya tidak merambah kemana-mana, gar hasil yang didapat sesuai dengan luas lahan yang dimiliki.

" Kami sangat tertarik dengan edukasi ini. Kami dari asosiasi samade. Perlu ada kerjasama untuk membenahi. Supaya isu global tidak merambah kemana- mana. Kami yang punya pengalaman hanya turun gunung untuk memberikan pemahaman. Karena masyarakat kita tanam sawit hanya ikut-ikutanan tapi tidak begitu mengerti soal menejemen kebun," tambahnya lagi.

Dikatakannya, ini hanya masalah politik semata. Pihaknya menyadari sawit menjadi persaingan ketat bagi industri kedelai dan biji matahari di luar negeri.

Penulis: Melba Ferry Fadly

Klik tombol Like jika Anda suka dengan Berita ini

TRAVELLING

Berita Terkini

Dosen Ekonomi : E comers Tak Beri Dampak Signifikan di Riau
Jumat, 17 November 2017 23:11

Dosen Ekonomi : E comers Tak Beri Dampak Signifikan di Riau

 Electroniccommerce atau sering disebut e commers merupakan transaksi jual beli dilakukan dengan menggunakan jaringan internet. Namun, bagaimana dampak yang diberikannya kepada pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya di Riau?

Tabrak Tiangnya Bosku, Udah Coba Game Baru Ini?
Jumat, 17 November 2017 22:09

Tabrak Tiangnya Bosku, Udah Coba Game Baru Ini?

Hadir game baru setelah kasus Setya Novanto mencuat menabrak tiang listrik di Jakarta 

Bhabin dan Lurah Bandar Raya Berikan Bantuan Kepada 4 Warga Tidak Mampu
Jumat, 17 November 2017 21:30

Bhabin dan Lurah Bandar Raya Berikan Bantuan Kepada 4 Warga Tidak Mampu

Di hari Jumat yang penuh barokah, Bhabinkamtibmas Labuh Baru Barat dan Bandar Raya Aiptu Subagiyo beserta Lurah Bandar Raya Fachruddin Panggabean memberikan bantuan kepada warga tidak mampu

Ustad Felix Siauw : Umat Muslim Bersaudara Karena Allah
Jumat, 17 November 2017 20:57

Ustad Felix Siauw : Umat Muslim Bersaudara Karena Allah

 Ratusan umat muslim di Kota Payakumbuh, Propinsi Sumatera Barat,  memenuhi Masjid Istiqlal, Labuah Basilang, untuk menghadiri tausiah ceramah agama yang disampaikan ustad kondang Indonesia, Felix Siauw.

Rutin Donor Darah, Ajang Kepedulian Anggota  Lanud Rsn dan Yonko 462
Jumat, 17 November 2017 19:50

Rutin Donor Darah, Ajang Kepedulian Anggota Lanud Rsn dan Yonko 462

Anggota Lanud Roesmin Nurjadin dan Yonko 462 Paskas kembali berdonor darah dalam kegiatan sosial yang digelar oleh Hotel Swiss Bell Inn Pekanbaru

Psikolog : Setnov Ketakutan dan Depresi
Jumat, 17 November 2017 19:19

Psikolog : Setnov Ketakutan dan Depresi

 Nama Setia Novanto (Setnov) terseret kasus korupsi E-KTP  tampaknya membuat ulah lagi. Sebelumnya ia sempat menghilang saat tim KPK akan menjemputnya secara paksa. 

Terhitung Akhir Oktober, Inhil Temukan 38 Kasus DBD
Jumat, 17 November 2017 18:53

Terhitung Akhir Oktober, Inhil Temukan 38 Kasus DBD

Terhitung dari Awal Tahun 2017 hingga 31 Oktober, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tercatat sebanyak 38 kasus.

Pimpin Apel Besar Satuan Komunitas Pramuka Pengayoman Kemenkumham Riau, Wagubri  Sebut  Ada Perubahan
Jumat, 17 November 2017 17:41

Pimpin Apel Besar Satuan Komunitas Pramuka Pengayoman Kemenkumham Riau, Wagubri Sebut Ada Perubahan

Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau Selasa  (17/11) melaksanakan kegiatan penting dan berskala regional berkaitan dengan warga binaan pemasyarakatan.

Seminar Dokter Gigi Internasional, Gubernur Promosikan Hasil Alam Riau
Jumat, 17 November 2017 16:37

Seminar Dokter Gigi Internasional, Gubernur Promosikan Hasil Alam Riau

Saat berbicara di seminar dokter gigi internasional di Hotel Pangeran Pekanbaru, Gubernur Riau, Arsyajuliandi Rahman mempromosikan hasil alam Riau. 

November Ini Harga Kelapa Bulat di Inhil Turun
Jumat, 17 November 2017 16:20

November Ini Harga Kelapa Bulat di Inhil Turun

Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), salah satu pemasok kelapa bulat terbesar di dunia, namun sangat disayangkan harga kelapa bulat di Negeri Hamparan Kelapa ini masih rendah.