Pengamat kebijakan Publik Nilai Tak Seharusnya SPBU Ikut Menjual Gas 3 Kg

Jumat, 09 Pebruari 2018 11:50
Pengamat kebijakan Publik Nilai Tak Seharusnya SPBU Ikut Menjual Gas 3 Kg
Pengamat Kebijakan Publik yang juga Dosen di Fakultas Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Riau, Saiman Pakpahan / bpc9

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Maraknya fenomena Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau disingkat SPBU, menjual gas bersubsidi tabung 3 kilogram, mendapat kritikan dari seorang pengamat kebijakan publik, Saiman Pakpahan.

Saiman secara tegas, seharusnya SPBU tidak ikut menjual gas subsidi tabung 3 kilogram.

“SPBU jual minyak, kalo dia mau jual gas ganti namanya,” tegas Saiman saat diwawancarai bertuahpos.com, Jumat (9/2/2018).

Pria yang juga aktif di salah satu perguruan tinggi yang ada di Pekanbaru tersebut turut menjelaskan, seharusnya pemerintah lebih memperbaiki tata cara pelayanan pendistribusian gas bersubsidi dengan memberdayakan pangkalan dan agen gas yang sudah ada.

“Kalau mau clear, kan ada pangkalan dan agen gas elpiji yang memang mendistribusikan itu. Ya bangunlah tata cara melayani masyarakat dengan baik, jangan ditumpang tindihkan dengan kelompok tertentu yang berada di atas,” ujar Saiman.

Saiman juga menilai, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru juga seharusnya bisa melakukan pengawasan terhadap SPBU yang menjual gas elpiji tabung 3 kilogram tersebut. Menurutnya, sebagai OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang bertanggung jawab, DPP Kota Pekanbaru saat ini melakukan pembiaran.

Baca: Beli Gas Elpiji di SPBU Jalan Cempaka Tak Perlu KK

“Sengaja dibiarkan, DPP Kota Pekanbaru bukan orang bodoh. Dia tahu membaca lingkunganya. Kalau dibiarkan bebas berhari-hari beginikan ada dugaan yang bebas di masyarakat. Apa DPP Kota Pekanbaru mendapat suap? Apa mereka gak mau tahu SPBU menjual gas bersubsidi? Atau memang DPP Kota Pekanbaru memang bodoh? Gak mungkin, ada dugaan ini ada unsur pertemanan dan nepotisme,” tutur Saiman. (bpc9)

Klik tombol Like jika Anda suka dengan Berita ini

TRAVELLING

Berita Terkini

Waduh, Wakil Rakyat Ikut Eksis di Baliho Paslon Gubri
Rabu, 21 Pebruari 2018 22:21

Waduh, Wakil Rakyat Ikut Eksis di Baliho Paslon Gubri

Ketua dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru ikut eksis dalam baliho milik salah satu pasangan calon (Paslon) Gubernur Riau (Gubri).

805 Personil Gabungan Bakal Kawal Aksi BEM se-Indonesia Besok
Rabu, 21 Pebruari 2018 22:04

805 Personil Gabungan Bakal Kawal Aksi BEM se-Indonesia Besok

Sebanyak 805 personil gabungan akan kawal aksi unjuk rasa yang digelar oleh ratusan mahasiswa dari universitas di Indonesia besok, Kamis (22/2/2018)

Minat Petani Padi Peserta AUTP di Payakumbuh Menurun
Rabu, 21 Pebruari 2018 21:35

Minat Petani Padi Peserta AUTP di Payakumbuh Menurun

Minat masyarakat petani padi terhadap Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di Kota Payakumbuh, Propinsi Sumatera Barat tahun 2017 lalu jauh menurun dibanding pada tahun 2016. 

Usut Dugaan Korupsi di Dispora Riau, Kejati Kembali Periksa Saksi
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:45

Usut Dugaan Korupsi di Dispora Riau, Kejati Kembali Periksa Saksi

Penyidik Kejaksaan Tinggi Riau kembali memeriksa saksi terkait dugaan korupsi di Dispora Riau. Rabu (21/2/2018), giliran saksi J, seorang wanita di Dispenda Riau diperiksa.

Kasus Penyerangan Ulama, Jokowi Minta Ketegasan Polisi
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:38

Kasus Penyerangan Ulama, Jokowi Minta Ketegasan Polisi

Presiden Indonesia, Joko Widodo minta ketegasan polisi menghadapi kasus penyerangan ulama dan rumah ibadah.

Sidang Korupsi di Dispenda. Saksi Akui Lakukan SPPD Fiktif
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:27

Sidang Korupsi di Dispenda. Saksi Akui Lakukan SPPD Fiktif

Enam orang staf di Bidang Pajak Dispenda Riau, mengakui pernah melakukan perjalanan dinas fiktif tahun 2015 hingga tahun 2016.

Berkeliaran Dilangit Pekanbaru Pesawat Tempur F-16 Lanud Rsn Turunkan Paksa Pesawat Asing
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:15

Berkeliaran Dilangit Pekanbaru Pesawat Tempur F-16 Lanud Rsn Turunkan Paksa Pesawat Asing

Force Down atau penurunan paksa pesawat asing yang melanggar kedaulatan wilayah udara NKRI oleh pesawat tempur F-16 Skadron Udara 16 di Lanud Roesmin Nurjadin terjadi hari ini Rabu (21/2/2018).

Suhardiman Amby: RAL Bangkrut, Kenapa Asetnya Tidak Disita Bank Muamalat
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:09

Suhardiman Amby: RAL Bangkrut, Kenapa Asetnya Tidak Disita Bank Muamalat

Sekretaris Komisi III DPRD Riau, Suhardiman Amby heran ketika Bank Mualmalat malah menagih pembayaran hutan PT RAL ke Pemprov Riau.

Wah,  Dua Spanduk Kandidat Ini Terpajang Nyata di Jalan Nangka
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:01

Wah, Dua Spanduk Kandidat Ini Terpajang Nyata di Jalan Nangka

Spanduk Paslon Gubri kini tampaknya semakin berterbaran,  meski Bawaslu melarang pemasangan atribut kampanye namun nyatanya himbauan itu tidak diindahkan. 

Box Culvert Penyebab Banjir di Perumahan Panam Regency?
Rabu, 21 Pebruari 2018 19:46

Box Culvert Penyebab Banjir di Perumahan Panam Regency?

Plt Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, mengatakan salah satu penyebab terjadinya banjir di Panam tepatnya Perumahan Panam Regency ialah adanya pembangunan box culvert.