Bisakah Masuk Surga lewat Harta?

Minggu, 03 Juli 2016 05:00 523
Bisakah Masuk Surga lewat Harta?

BERTUAHPOS.COM (BPC) - "Semoga Allah melinpahkan berkah-Nya padamu, terhadap harta yang engkau berikan. Dan, semoga Allah juga memberkahi harta yang engkau tinggalkan untuk keluargamu." (Doa Rasulullah SAW kepada Abdurrahman bin Auf).

Menjadi pebisnis adalah pilihan, apalagi jika keputusan yang akan dipilih sudah mantap di depan mata dan keyakinan akan pintu rezeki yang terbuka lebar sudah di dalam ingatan. Begitulah seharusnya sikap seorang muslim dalam mencari rezeki.

Di buku 10 Kunci ala Sahabat Rasulullah terbitan Qibla (imprint Penerbit Bhuana Ilmu Populer) tidak sekadar mengajarkan kita menjadi pebisnis kaya, tetapi juga menginspirasi agar masuk surga melalui kekayaan atau harta yang dimiliki.

Sejak zaman Nabi, beberapa contoh teladan sukses dalam dunia usaha telah Allah perlihatkan melalui para sahabat Rasulullah SAW. Merekalah enterpreuneur sekaligus muslim sejati yang bisa dijadikan inspirasi dalam berbisnis. Properti, perdagangan, dan jenis bisnis lainnya pernah mereka jalani dan sukses hingga memiliki omzet miliaran, bahkan triliunan.

Mereka kaya sebagai pebisnis, tapi juga merupakan muslim yang taat. Hal tersebut menunjukkan bahwa para sahabat Nabi Muhammad SAW memiliki kecerdasan manajerial tinggi dalam mengelola, mengatur, dan menempatkan diri dalam berbisnis.

Advertisment

Muslim harus kaya secara finansial. Tentu saja, kekayaan finansial di sini dimaksudkan agar bermanfaat dalam kebaikan, misalnya digunakan untuk sedekah, infak, dan sebagainya. Semakin kaya finansial, tentu semakin besar peluangnya.

Trik berbisnis

Buku 10 Kunci ala Sahabat Rasulullah mengupas banyak hal, di antaranya karakter bisnis, manajemen bisnis, serta tips dan trik berbisnis. Dari para sahabat Rasul kita belajar bahwa menjadi kaya bukan sekadar soal memupuk uang, tapi lebih dari itu!

Buku ini juga membahas cara pengusaha pembuka rezeki dengan visi menghasilkan kebaikan. Satu contohnya adalah Abdurrahman bin Auf. Beliau pernah menyumbang seluruh barang yang dibawa oleh kafilah dagangnya kepada penduduk Madinah, padahal seluruh kafilah ini membawa barang dagangan yang diangkut oleh 700 unta yang memenuhi jalan-jalan kota Madinah.

Tak jarang, Abdurrahman bin Auf juga menyantuni para veteran Perang Badar yang masih hidup saat itu. Dia mengeluarkan dengan santunan sebesar 400 dinar atau sekitar Rp 500 juta per orang untuk veteran yang jumlahnya tidak kurang dari 100 orang. Dia juga menyantuni para istri Rasulullah, memberi makan anak yatim dan fakir miskin di Madinah. Bahkan, dalam satu kali duduk, pada masa Rasulullah SAW, Abdurrahman bin Auf berinfak sebesar 40 ribu dinar (Rp64 miliar).

Demikian juga Abu Bakar. Dalam sejarah Islam disebutkan bahwa Abu Bakar pernah membebaskan seorang budak yang bernama Bilal bin Rabbah.

Saat menawarkan untuk menebusnya, sang majikan, yaitu Umaiyah bin Khalaf, memberikan penawaran tinggi, yaitu 9 uqiyah emas (1 uqiyah adalah 31,747 gram emas; sekitar 7,4 dinar emas di mana 1 dinar emas adalah 4,25 gram emas). Abu Bakar menyanggupinya tanpa menawar.

Saat ini, 1 dinar berharga sekitar Rp2,1 juta per keping. Dengan demikian, yang harus ditebus Abu Bakar sekitar 9 x 7,4 x Rp2,1 juta; jika ditotal jumlahnya sekitar Rp140 juta.

Selain itu, banyak kisah seputar bagaimana beliau membebaskan budak. Bahkan, di awal keislamannya diceritakan bahwa Abu Bakar pernah menghabiskan 40.000 dirham untuk memerdekakan budak dengan perhitungan 1 dirham saat ini sekitar Rp70.000,- maka dana yang dihabiskan itu sekitar Rp2,8 miliar.

Tapi, yang tak kalah monumental adalah sosok Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Saat menjadi khalifah beliau menyerahkan seluruh harta yang dimilikinya, seluruh kuda tunggangannya, seluruh minyak wanginya, dan seluruh perhiasannya. Semua dijual seharga 23 ribu dinar atau sekitar Rp11,5 miliar, dan dimasukkan ke baitul maa. Sungguh seorang pemimpin yang memberikan teladan bagi rakyatnya!

Ya, beliau juga memberikan gaji kepada para hakim (qadli) lebih tinggi daripada para pegawai yang lain, yakni sekitar 400 dinar atau sekitar Rp200 juta per tahun. Ini diberikan agar qadli menjalankan tugasnya dengan adil dan dilandasi ketakwaan sehingga tidak mudah dibeli oleh orang-orang yang hendak berlaku curang dalam perkara.

Tidak hanya itu. Beliau juga melarang para pejabat dan gubernur melakukan bisnis. Sebab, bisnis penguasa itu akan menimbulkan fasad atau kerusakan jiwa bagi yang bersangkutan, dan akan menimbulkan kehancuran (mahlakat) bagi rakyat; penguasa akan melakukan monopoli dan memaksakan harganya kepada rakyat demi penumpukan modal bagi dirinya.

Selain memotivasi pembaca agar meneladani inspirasi bisnis Sahabat Rasulullah, buku ini juga memberikan inspirasi, panduan moral menjadi seorang wirausahawan sukses di dunia dan mulia di akhirat.

Di sini juga banyak argumentasi yang memadahi perihal mengapa wirausaha layak menjadi pilihan muslim. Letakkan hartamu di tangan, bukan di hati. Bukankah harta dalam arti sesungguhnya adalah harta yang telah kita keluarkan di jalan Allah?

Sumber: kompas.com

loading...
TRAVELLING

Berita Terkini

Perusak Hutan Giam Siak Kecil Diamankan
Kamis, 23 Pebruari 2017 21:56

Perusak Hutan Giam Siak Kecil Diamankan

Sebanyak 14 ekor satwa liar berhasil diamankan diantarannya jenis burung elang hitam, blutung anakan, Musang, Macan Dahan, Lutra anakan dan satwa dilindungi

Suparman Divonis Bebas, KPK Akan Kasasi
Kamis, 23 Pebruari 2017 21:31

Suparman Divonis Bebas, KPK Akan Kasasi

Meski kecewa, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak hilang akan untuk menjerat Bupati non aktif Rokan Hulu, Suparman ke ranah hukum.

Video : Sidang Suparman Histeris
Kamis, 23 Pebruari 2017 21:16

Video : Sidang Suparman Histeris

Kasus Tipikor menyeret kedua Tersangka yakni Johar Firdaus dan Suparman. Hari ini kamis (23/2/2017) Suparman dinyatakan bebas dari tuntutan

Ini Kata Firdaus MT Tentang Empat Penantangnya yang Kalah
Kamis, 23 Pebruari 2017 21:00

Ini Kata Firdaus MT Tentang Empat Penantangnya yang Kalah

Firdaus MT mengucapkan terimakasih seluruh masyarakat yang memilih dirinya bersama Ayat Cahyadi. 

PNS Pekanbaru 'Dipaksa' Beli Bright Gas
Kamis, 23 Pebruari 2017 20:00

PNS Pekanbaru 'Dipaksa' Beli Bright Gas

Dengan adanya surat edaran ini juga diharapkan elpiji 3 kg bisa didistribusikan pada yang berhak. Sehingga potensi kelangkaan bisa dicegah.

Larangan PNS Pekanbaru Beli Elpiji Tinggal Diteken
Kamis, 23 Pebruari 2017 18:45

Larangan PNS Pekanbaru Beli Elpiji Tinggal Diteken

PNS atau Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak lagi dibenarkan memakai gas 3 kg. Surat edaran pelarangan tersebut tinggal ditekan Penjabat (Pj) Walikota Pekanbaru, Edwar Sanger.

Wakil Bupati Pasaman, Bantu Biaya Administrasi Bayi Kembar Siam Pasaman Timur
Kamis, 23 Pebruari 2017 18:35

Wakil Bupati Pasaman, Bantu Biaya Administrasi Bayi Kembar Siam Pasaman Timur

Telah lahir bayi kembar siam yang berjenis kelamin laki-laki. Saat ini bayi dengan berat 4,2 Kilogram dari pasangan Rahmayani (21) dan Nofiyadri (26) itu, lahir di secara caesar, masih berada di RSUD Lubuak Sikapiang

Tragis, Sekeluarga Tewas Bunuh Diri Minum Racun
Kamis, 23 Pebruari 2017 18:25

Tragis, Sekeluarga Tewas Bunuh Diri Minum Racun

Tragis. Sekeluarga tewas bunuh diri minum racun. Empat orang itu terdiri dari ayah dan ibu, serta dua anaknya.

Fitra Ragukan Integritas Hakim Terkait Putusan Bebas Suparman
Kamis, 23 Pebruari 2017 18:15

Fitra Ragukan Integritas Hakim Terkait Putusan Bebas Suparman

Nama Suparman terseret dalam kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) suap pembahasan Rancangan APBD Provinsi Riau 2014 - 2015 lalu. Setelah menjalani sidang berkali-kali, kini Suparman bebas dari jeratan hukum.

Upah Dipotong Rp 500 Ribu, Sampah Menumpuk di Taman Puswil
Kamis, 23 Pebruari 2017 18:10

Upah Dipotong Rp 500 Ribu, Sampah Menumpuk di Taman Puswil

Kamis (23/02/2017), sampah terlihat menumpuk di taman belakang Kantor Pustaka Wilayah (Puswil). Dari keterangan warga sekitar, sampah tersebut tidak pernah diangkat sejak sebulan yang lalu.