Jaddid Hayatak, Obat Galau dan Memperbaiki Kualitas Hidup Anda

Minggu, 26 Maret 2017 15:47
Jaddid Hayatak, Obat Galau dan Memperbaiki Kualitas Hidup Anda
Foto: MJ

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Di dunia millennia ini, tak sedikit orang yang ingin berubah. Namun sering kali mereka menunggu situasi dan kondisi tertentu. Menanti waktu dan tempat yang tepat, akan tetapi mereka tidak tahu pasti kapan momentum itu datang.

Mereka mengira, faktor–faktor yang mengubah hidup mereka ada di momentum–momentum tersebut. Hingga mereka berharap, pada saat itulah mereka menemukan jalan untuk mendapatkan hidup yang lebih baik. Sungguh tertipu.

Padahal, hidup kita dibentuk oleh pikiran kita. Perubahan dimulai dari diri sendiri, dari dalam bukan menunggu momentum atau peristiwa-peristiwa yang mengkhayalkan diri.

Nah, di buku mahakarya guru besar Muhammad Al-Ghazali ini membahas penyebab dan solusi akan kehidupan. Bila di dunia barat terdapat buku fenomenal dari penulis ternama Dale Carnegie dengan judul How to Stop Worrying and Start Living, maka buku dengan judul Jaddi Hayatak (Segarkan Hidupmu) ini, merupakan buku fenomenal dari Timur Tengah yang tak kalah fenomenalnya.

Sampai saat ini kedua buku itu menjadi best seller internasional. Satu dari barat dan satu lagi dari timur.

Dalam buku Syekh Muhammad Al-Ghazali lebih membahas persoalan dasar manusia yang masih relevan hingga zaman teknologi sekarang. Beberapa topik dalam buku dengan dengan testimoni para tokoh dunia, Muhammad Al-Ghazali mengupas cara mengatasi kesulitan hidup, apa saja penyebab sumber kegalauan, dan bagaimana dampak dari membuang waktu luang.

Bukan itu saja, jika Anda seorang pebisnis atau pekerja professional, maka buku terbitan Zaman ini layak menjadi koleksi buku pilihan Anda. Di dalamnya Syekh juga membahas bagaimana kritik dapat memperbaiki diri, bagaimana hendaknya menjadi pribadi yang tahan kritik, dan bagaimana menjalankan prinsip membahagiakan orang lain sehingga kita akan bahagia dengan sendirinya.

Uniknya juga, tak jarang Syehk Al-Ghazali mengutip pernyataan-pernyataan Carnegie sebagai pembanding dan penyanding. Bedanya, Al-Ghazali berhasil meracik dengan apik mindset perubahan dan pembaharuan diri berdasarkan khazanah tradisi Islam yang kaya.

Berikut beberapa ungkapan dari para tokoh dunia terhadap buku berjudul Jaddid Hayatak karya Syekh Muhammad Al-Ghazali.

“Tulisan–tulisan Syekh Muhammad Al-Ghazali memancarkan keagungan dan wibawa tersendiri. Memaksa pembaca untuk berpikir. Gaya tuturnya indah dan kata–katanya lembut.”
Dr Aidh al-Qarni
 
“Syekh Muhammad Al-Ghazali dikenal sebagai figur yang tulus, rendah hati, jujur dan matang dalam berpikir. Ia juga sosok genius. Keindahan kata – katanya menawan hati, sampai-sampai saya dapat menghafal beberapa ungkapan, bahkan beberapa lembar tulisannya, lalu mengulang sebagaimana teks aslinya di beberapa ceramah.”
Dr Yusuf al-Qaradhawi
 
“Saya melihat dan mengalami betapa kuliah–kuliah Syekh Muhammad Al-Ghazali digemari banyak mahasiswa. Sehingga sering kali kursi-kursi kami diduduki para mahasiswa fakultas lain di lingkungan Al-Azhar saat seharusnya mereka mengikuti kuliah di tempat masing-maing. Materi ceramahnya yang selalu segar, gaya bahasanya, semangat dan keterbukaannya, merupakan daya tarik yang sulit dihindari.”
Prof Dr M Quraish Shihab. 

So, bagi yang masih galau, butuh penyegaran, butuh solusi dan kenapa dari waktu ke waktu Anda tidak berkembang, segera cari buku Segarkan Hidupmu. (mj)

TRAVELLING

Berita Terkini

Pria Paruh Baya Diamankan Polsek Tambang Pelaku Pencabulan Anak Gadis Dibawah Umur
Senin, 26 Juni 2017 21:29

Pria Paruh Baya Diamankan Polsek Tambang Pelaku Pencabulan Anak Gadis Dibawah Umur

Unit Reskrim Polsek Tambang Polres Kampar telah mengamankan seorang pria, sebagai tersangka pelaku pencabulan anak gadis dibawah umur

Istana Siak Membludak, Balai Kerapatan Sepi Pengunjung
Senin, 26 Juni 2017 21:25

Istana Siak Membludak, Balai Kerapatan Sepi Pengunjung

Museum Balai Kerapatan Tinggi, salah satu bangunan bersejarah di Siak Sri Indrapura. Selain memiliki Istana Asyerayah Al Hasyimiah, Balai Kerapatan yang kini menjadi salah satu tempat untuk berwisata

Asik, Besok Wisata Dakwah Okuta Sudah Buka Kembali
Senin, 26 Juni 2017 21:22

Asik, Besok Wisata Dakwah Okuta Sudah Buka Kembali

Setelah merayakan Idul Fitri, masyarakat Pekanbaru, Selasa (27/06/2017) besok sudah bisa kembali menikmati berbagai wahana di Wisata Dakwah Okura (WDO)

300 Orang Warga Simawant Asal Riau Pulang Basamo
Senin, 26 Juni 2017 21:06

300 Orang Warga Simawant Asal Riau Pulang Basamo

Sekitar 300 orang warga asal Nagari Simawang Rambatan Tanah Datar, Kota Pekanbaru serentak Pulang Mudik atau Pulang Basamo (Pulbas)

UN 2018, Tidak Hanya Soal Pilihan Ganda
Senin, 26 Juni 2017 21:00

UN 2018, Tidak Hanya Soal Pilihan Ganda

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana membuat soal UN lebih bervariasi di tahun 2018 nanti

Membongkar Asitektur Rumah Gadang
Senin, 26 Juni 2017 20:49

Membongkar Asitektur Rumah Gadang

Rumah Gadang. Rumah khas Suku Minangkabau itu sudah terkenal hingga seluruh dunia. Tidak sedikit turis asing terpesona dengan arsitektur Rumah Gadang

Makanan Di Siak Mahal, Masyarakat Pilih Bawa Bekal Dari Rumah
Senin, 26 Juni 2017 20:42

Makanan Di Siak Mahal, Masyarakat Pilih Bawa Bekal Dari Rumah

Liburan Hari raya idul Fitri banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berkumpul dan berlibur bersama keluarga dan teman-teman

Tepian Bandar Sungai Jantan Di Serbu Wisatawan
Senin, 26 Juni 2017 20:37

Tepian Bandar Sungai Jantan Di Serbu Wisatawan

Untuk mengisi liburan Hari raya idul Fitri tahun 1438 Hijriah Tepian bandar sungai jantan Siak Sri Indrapura di serbu wisatawan lokal

H+2 Mobil Kontainer RAPP Sudah Lalu Lalang
Senin, 26 Juni 2017 20:26

H+2 Mobil Kontainer RAPP Sudah Lalu Lalang

Jelang arus mudik lebaran Pemerintah Kabupaten Siak dari Dinas perhubungan melarang beroprasinya kendaraan pengangkut kayu log, batu bara

Kendaraan Menuju Bukittinggi Mulai Mengular
Senin, 26 Juni 2017 16:30

Kendaraan Menuju Bukittinggi Mulai Mengular

Jalan Nasional Sumbar-Riau penghubung Payakumbuh-Bukittinggi mulai dipadati kenderaan roda empat dan dua dari berbagai daerah di Sumbar menuju Bukittinggi.