Edisi Baru Cetak Biru "Tubuh" Ekonomi Kita

Minggu, 24 Januari 2016 13:18
Edisi Baru Cetak Biru 'Tubuh' Ekonomi Kita
foto/melba

BERTUAHPOS.COM (BPC), RESENSI BUKU - Pasar keuangan yang tidak terkontrol, serta ketidakseimbangan global merupakan faktor penyebab utama terjadinya krisis yang menyebabkan jutaan orang kehilangan pekerjaannya. Kalimat itu berada dalam "tubuh" kata pengantar yang ditulis Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Dr HR Agung Laksono.

Dia seolah mencari celah sektor mana yang harus diperbaiki dalam mengantisipasi persoalan krisis yang kerap melanda negara adikuasa, sehingga berimpas pada negara lain. Sebuah materi yang sangat merangsang otak untuk berfikir dan berlandaskan pada konsep pemikiran dalam tersajikan dalam buku yang ditulis oleh, Sebastian Dullien, Hansjorg Herr dan Crhistian Kellermann. Judulnya: Kapitalisme yang Layak.

Para penulis memaparkan usulan yang sangat menstimulasi dan berlandaskan pemikiran, tentang bagaimana menyeimbangkan perekonomian suatu negara bahkan dunia. Dalam ulasannya penulis juga memberikan solusi untuk mengurangi dampak buruk dari krisis keuangan, dimasa depan.

Hadirnya buku ini telah seolah menjadi jembatan bagi pemangku kebijakan, dalam memberikan kontribusi penting dalam literatur ekonomi pasca krisis, dengan menawarkan pilihan kebijakan yang logis, praktis.

Contoh sederhana, usulan dalam "Kapilaisme yang Layak" didasarkan pada 3 prinsip utama. Bahwa pertumbuhan ekonomi yang berimbang dan berkelanjutan tetap dikehendaki, dan perlu dilakukan. Sistem keuangan dan moneter perlu mendapatkan distabilisasi serta ketidak setaraan pendapatan harus ditangani melalui kebijakan yang aktif.

Buku yang terdiri dari dua bagian ini, juga menjelaskan prinsip-prinsip dasar yang menyebabkan ketidakstabilan ekonomi saat ini. Selanjutnya menuliskan beberapa rekomendasi yang perlu dihindari, serta menawarkan solusi untuk penyelesaiannya. Di bab pertama, terpaparkan bagaimana bangkitnya liberalisme pasar, seperti kasus krisis ekonomi Eropa, inflasi dan dan revolusi konservatif. Buku ini merupakan bagian dari generasi hijau atau generasi baru pemikiran ekonomi yang akan membawa bangsa dalam kemajuan berekonomi. Suatu gambaran yang luar bisa, serta memberi telaah peka terhadap kebijaksanaan tentang krisis dan model yang mungkin sekali untuk diterapkan.

Dibagian terakhir penulis memberikan harapan besar, bahwa perbaikan ekonomi menuju kesejahteraan masyarakat yang sesungguhnya, pada suatu waktu bisa saja terjadi dan sangat memungkinkan. Dibagian ini, penulis kembali menceritakan langkah demi langkah proses perbaikan ekonomi melalui beberapa kasus krisis yang pernah terjadi. Dengan konsep yang sangat sederhana.

Buku yang terdiri dari 229 halaman ini, sangat rekomendet untuk menjadi literatur atau referensi akademisi, dan pemerintah sela lembaga serupa yang memimiliki kewenangan untuk mengambil kebijakan. Para praktisi perbangkan dan praktisi ekonomi, juga sangat memungkinkan untuk membaca, demi sebuah kemajuan pemikiran tentang pergerakan ekonomi dunia. (Melba)

Judul Buku: Kapitalisme yang Layak
Penulis: Sebastian, Hansjorg dan Chistian Kellermann
Tebal Buku: 229 halaman
Tahun Terbit: 2013
Penerbit: Friedrich-Ebert-Stiftung Kantor Perwakilan Indonesia.

TRAVELLING

Berita Terkini

MUI: Travel Jangan Permainkan Niat Baik Jemaah!
Kamis, 27 April 2017 18:15

MUI: Travel Jangan Permainkan Niat Baik Jemaah!

Akbarizan selaku Ketua Fatwa MUI Kota Pekanbaru menyayangkan adanya calon jemaah umroh yang batal berangkat.

Sita Jetski, Dua Buah Kendaraan Ini Untuk Angkut Narkoba di Perairan Bengkalis
Kamis, 27 April 2017 18:00

Sita Jetski, Dua Buah Kendaraan Ini Untuk Angkut Narkoba di Perairan Bengkalis

Direktorat Reserse Narkotika dan Obat-Obatan Terlarang Kepolisian Daerah Riau, mengangkut dan menyita dua Jetski diduga bandar narkoba.

Video: Sepiring Nasi Goreng Kampung di Sore Hari
Kamis, 27 April 2017 17:50

Video: Sepiring Nasi Goreng Kampung di Sore Hari

Seolah tidak ada habisnya kalau berbicara tentang kuliner. Apalagi di Pekanbaru, jajaan kuliner beragam, mulai dari varian modern hingga tradisional. Nah, bagaimana kalau menikmati sepiring nasi goreng kampung di sore hari? Pasti nikmat.

Kapolda Riau: 14 Hari Penemuan Harus Dimusnahkan, 'Tersangka Hukum Mati
Kamis, 27 April 2017 17:40

Kapolda Riau: 14 Hari Penemuan Harus Dimusnahkan, 'Tersangka Hukum Mati

Barang bukti tangkapan pada 7 April lalu sebanyak 40 kilogram sabu dan 163 ribu pil ekstasi dari tiga tersangka, hari ini dimusnahkan, Kamis (27/04/2017).

Berburu Butiran Emas, Warga Serbu Hutan Kolaka
Kamis, 27 April 2017 17:30

Berburu Butiran Emas, Warga Serbu Hutan Kolaka

Ratusan warga memasuki kawasan lindung. Mereka melakukan pencarian emas di area ini.

Berenang di Kolong Rumah, Seorang Pemuda Ditangkap
Kamis, 27 April 2017 17:20

Berenang di Kolong Rumah, Seorang Pemuda Ditangkap

Seorang pemuda yang ternyata merupakan pencuri yaitu R (21 tahun) berhasil ditangkap di salah satu kolong rumah warga pada Selasa (25/4) sekitar pukul 17.00 WIB.

Sidang ke-5 Gugatan Terhadap KPU Kota Pekanbaru, Pelawan dan Terlawan Serahkan Berkas Kesimpulan
Kamis, 27 April 2017 17:10

Sidang ke-5 Gugatan Terhadap KPU Kota Pekanbaru, Pelawan dan Terlawan Serahkan Berkas Kesimpulan

Kamis (27/4/2017), sidang gugatan terhadap penetapan pasangan Calon Walikota Pekanbaru terhadap KPU Kota Pekanbaru kembali dilanjutkan.

Tertib Lalin, Personil Polsek Perhentian Raja Sosialisasi di Pemberhentian Truk
Kamis, 27 April 2017 16:57

Tertib Lalin, Personil Polsek Perhentian Raja Sosialisasi di Pemberhentian Truk

Sejumlah Personil Lantas BKO Polsek Perhentian Raja melaksanakan sosialisasi Tertib Berlalulintas di Jalan Raya Pekanbaru-Taluk Kuantan KM 20,

Pemko Pekanbaru Tidak Bayarkan Semua Bantuan Domestik Haji
Kamis, 27 April 2017 16:45

Pemko Pekanbaru Tidak Bayarkan Semua Bantuan Domestik Haji

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru telah menganggarkan bantuan domestik haji 2017.

Nikmati Gurami Ala Thailand Hanya 9k di Koki Sunda Pekanbaru, Begini Caranya
Kamis, 27 April 2017 16:31

Nikmati Gurami Ala Thailand Hanya 9k di Koki Sunda Pekanbaru, Begini Caranya

Ada harga spesial bagi anda pengunjung Koki Sunda. Pasalnya di momentum Aniversary yang ke-9, Koki Sunda memberikan harga spesial. Anda hanya mengeluarkan uang Rp9.000 saja,