"Biarpun Tubuhku Terpenjara, Tapi Jiwaku Bebas di Mana-mana"

Selasa, 14 November 2017 18:33
'Biarpun Tubuhku Terpenjara, Tapi Jiwaku Bebas di Mana-mana'
foto/net

BERTUAHPOS.COM (BPC), RESENSI FILM - Masa penjajahan menjadi masa kelam bagi pemuda dan bangsa Indonesia. Segala pergerakan serta tindak tanduk selalu diawasi oleh Pemerintahan Hindia Belanda.

Wage adalah salah seorang pemuda yang mempelopori berdirinya bangsa Indonesia dan juga Sumpah Pemuda. Namun sampai akhir hayatnya, ia tidak bisa meniknati kemerdekaan. Cerita ini kemudian diangkat dalam sebuah film berjudul Wage. 

Dalam filim ini Wage adalah seorang pemuda berbakat di bidang musik. Lirik lagu yang dia ciptakan sempat menggegerkan bangsa Belanda, karena dianggap mempropaganda rakyat pribumi untuk melawan pemerintah yang berkuasa di masa itu.

Terlahir dari keluarga miskin, membuat ayahnya mengabdi kepada Belanda menjadi tentara. Hidupnya berubah ketika ibunya meninggal dunia, ia dibawa ke Makassar oleh kakaknya yang menikah dengan pemuda keturunan Belanda. 

Hidup dengan tanpa kekurangan, bekerja di kafe sebagai permain musik bersama band "Black and White" yang digawanginya bersama teman-temannya di Makasar.

Hingga pada suatu ketika ia sadar bahwa negara ini butuh perjuangan lebih. Ia menangis sambil menghamburkan uang yang didapatnya selama bermain musik. 

Suatu malam Wage tidak bisa masuk kedalam kafe tempat biasa ia manggung, hal ini dikarenakan ia dianggap pembangkang dan melawan pada pemerintah sebab ia pernah menyambangi kelompok pergerakan.

Wage tak lain adalah seorang mahir musik kenamaan Indonesia dan pencipta lagu kebangsaan Indonesia yaitu Wage Rudolf Supratman. Berlatar cerita Makassar dan juga Batavia di masa penjajahan Hindia Belanda pada tahun 1912. 

Film Wage menggambarkan seorang rakyat pribumi yang berjuang dan melakukan perlawanan dengan lirik-lirik lagu. Wage merupakan salah satu film sensitif yang pernah disutradarai oleh John De Rantau. Penuh akan makna kehidupan dan juga sejarah hidup seorang Wage Rudolf Supratman yang tak banyak orang ketahui.

Didalam film Wage juga menggambarkan betapa pedihnya hidup di masa penjajahan Hindia Belanda dan betapa susahnya para pemuda Indonesia memperjuangkan Sumpah Pemuda sebagai wujud persatuan putra dan putri bangsa.

Hingga pada akhir hayatnya, sepuluh hari setelah keluar penjara Kalisosok, WR. Supratman yang dikenal tidak merasakan kemerdekaan. Terbaring sendirian di atas tempat tidur kayu, bertemankan biola yang kemudian menjadi saksi kematiannya akibat sakit paru-paru yang dideritanya.

Film yang diperankan oleh Rendra Bagus Pamungkas ini layak untuk ditonton kaum muda sebagai wujud pembelajaran tentang nasionalisme dan nilai kebangsaan 

Renda dengan apik dan sangat menghayati memerankan sebagai WR Supratman, sehingga membuat seolah cerita ini benar-benar hidup. "Biarpun tubuhku terpenjara tapi jiwaku bebas ada dimana-mana," inilah kalimat menggugah dalam film itu. (mg4, mg1)

Klik tombol Like jika Anda suka dengan Berita ini

TRAVELLING

Berita Terkini

Ini Alasan Pengunjung Pilih Berolahraga Sore di Masjid Raya An Nur Pekanbaru
Selasa, 23 Januari 2018 20:25

Ini Alasan Pengunjung Pilih Berolahraga Sore di Masjid Raya An Nur Pekanbaru

Sore hari,  Masjid Raya An Nur kerap menjadi pilihan masyarakat untuk berolahraga. 

Bawaslu Sebut Dirinya Terlibat Politik Praktis, Sekda M Noer bersikukuh Tak Bersalah
Selasa, 23 Januari 2018 20:14

Bawaslu Sebut Dirinya Terlibat Politik Praktis, Sekda M Noer bersikukuh Tak Bersalah

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru, M Noer, tetap bersikukuh dirinya tidak bersalah sekalipun Badan Pengawas Pemilhan Umum (Bawaslu) Riau telah mengatakan dirinya terbukti terlibat dalam politik praktis.

Potret Sore di Masjid Raya An Nur Pekanbaru
Selasa, 23 Januari 2018 19:02

Potret Sore di Masjid Raya An Nur Pekanbaru

Terik matahari mulai memudar, angin sepoi-sepoi membuat dedaunan disekitaran halaman Masjid Raya An Nur manari-nari. 

12 Februari 2018, Paslon Gubri Petahana Wajib Cuti Kampanye
Selasa, 23 Januari 2018 17:36

12 Februari 2018, Paslon Gubri Petahana Wajib Cuti Kampanye

KPU Riau akan menetapkan Paslon Gubri pada tanggal 12 Februari nanti. Setelah itu, para calon kepala daerah aktif sudah harus cuti kampanye.

Usai Tes, ASN Melepas Penat di Masjid Kantor Walikota Pekanbaru
Selasa, 23 Januari 2018 17:27

Usai Tes, ASN Melepas Penat di Masjid Kantor Walikota Pekanbaru

Usai mengikuti tes kompetensi, beberapa orang Aparatur Sipil Negera (ASN) yang mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Pemerintah Kota Pekanbaru, memilih untuk beristirahat di Masjid Kantor Walikota Pekanbaru.

Hafal Juz Amma? Ada Info Lowongan Kerja Guru dan Kepala Sekolah
Selasa, 23 Januari 2018 17:10

Hafal Juz Amma? Ada Info Lowongan Kerja Guru dan Kepala Sekolah

Bagi anda yang sedang mencari informasi seputar lowongan kerja, kini SD Taruna Islam sedang membuka kesempatan kerja untuk ditempatkan di SD dan TK pada posisi guru dan kepala sekolah. 

Pantau Pelanggaran di Media Sosial, Bawaslu Riau Bentuk Tim Siber
Selasa, 23 Januari 2018 17:00

Pantau Pelanggaran di Media Sosial, Bawaslu Riau Bentuk Tim Siber

Bawaslu Riau akan membentuk tim siber yang bertugas untuk memantau pelanggaran pemilu di dunia maya. Tim siber ini mempunyai 4 sampai 6 personel, dan merupakan orang yang ahli di bidangnya.

49 ASN Ikuti Tes kompetensi Seleksi Terbuka Jabatan PTP Pemko Pekanbaru
Selasa, 23 Januari 2018 16:36

49 ASN Ikuti Tes kompetensi Seleksi Terbuka Jabatan PTP Pemko Pekanbaru

Usai lulus seleksi administrasi, sebanyak 49 orang Aparatur Sipil Negera (ASN) eselon II dan eselon III mengikuti tes kompetensi seleksi terbuka yang dilaksanakan mulai siang ini, Selasa (23/1/2018).

Bawaslu Riau Telah Rekomendasikan Kasus Sekdako Pekanbaru ke Menpan-RB
Selasa, 23 Januari 2018 16:25

Bawaslu Riau Telah Rekomendasikan Kasus Sekdako Pekanbaru ke Menpan-RB

Bawaslu Riau tetap bergeming dan telah melimpahkan kasus indikasi ketidaknetralan politik Sekdako Pekanbaru M. Noer ke Menpan-RB, KASN dan instansi terkait.

Arara Cafe dan Resto, Tempat Makan Baru Sajikan Santapan Melayu Minang
Selasa, 23 Januari 2018 16:15

Arara Cafe dan Resto, Tempat Makan Baru Sajikan Santapan Melayu Minang

Mencari tempat makan siang bersama rekan, sahabat dan juga keluarga? Coba saja datang ke Arara Cafe dan Resto, di Jalan Kenanga Pekanbaru.