PAD Restribusi di Riau Lebihi Target Sampai 105 Persen

Selasa, 06 Desember 2016 09:15 353
PAD Restribusi di Riau Lebihi Target Sampai 105 Persen

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU - Sumbangan Pendapat Asli Daerah (PAD) sektor retribusi hingga saat ini sudah melebihi target. Berdasarkan data dari Dinas Pendapatan Asli Daerah (Dispenda) Provinsi Riau, saat ini realisasi PAD sektor retribusi itu sudah mencapai angka 105 persen.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Riau, Masperi mengatakan, untuk saat ini baru dua sektor yang sudah capai target. Selain PAD disektor retrebusi, PAD BPKB juga sudah mencapai target sesuai dengan yang diharapkan.

Sumbangsih PAD retribusi misalnya realisasi parkir di lokasi atau jalan milik Pemprov Riau, mesin ATM, dan realisasi paling besar adalah pajak kendaraan bermotor yakni 91 persen.

"Sementara untuk biaya balik nama hanya 71 persen," katanya, Selasa (06/12/2016). Pemprov Riau sejauh ini masih optimis realisasi PAD menjelang akhir tahun akan maksimal. Sumbangan pajak untuk PAD sejauh ini cukup untuk menopang keuangan pemerintah.

Penulis: Melba

loading...
TRAVELLING

Berita Terkini

Menegang, Amerika Khawatir Alaska Bakal Dirudal Korut
Sabtu, 25 Maret 2017 16:40

Menegang, Amerika Khawatir Alaska Bakal Dirudal Korut

Aksi Korea Utara dengan ujicoba rudal nuklirnya membuat pejabat militer Amerika Serikat kuatir. Sebab menurutnya, negara bagian Alaska di AS bisa menjadi target serangan

Pengunjung Mall Ikut Cap Tangan di Papan Anti Hoax Media Expo 2017
Sabtu, 25 Maret 2017 15:29

Pengunjung Mall Ikut Cap Tangan di Papan Anti Hoax Media Expo 2017

Terlihat beberapa pengunjung mall SKA Pekanbaru ikut berantisipasi dalam acara Media Expo 2017. Mulai anak-anak hingga ornag dewasa, ikut menempelkan cap tangan mereka di papan cap anti hoax

Bejat, Bandot dkk Gilir Gadis di Semak-semak
Sabtu, 25 Maret 2017 15:26

Bejat, Bandot dkk Gilir Gadis di Semak-semak

Perbuatan bejat,  dilakukan oleh lima pemuda,  sebut saja Bandot dan kawan-kawan. Bandot dengan sengaja melakukan perbuatan tidak senonoh itu terhadap gadis berusia 15 tahun. Gadis itu sebut saja Kembang.

Unik, Sapi Berotot Ini Dari Belgia
Sabtu, 25 Maret 2017 15:16

Unik, Sapi Berotot Ini Dari Belgia

Sapi ini unik, karena tubuhnya yang kekar dan berotot. Ini adalah sapi Belgia, yang biasa disebut Belgian Blue Cow.

Ternyata Dinosaurus di Google Chrome Itu Game
Sabtu, 25 Maret 2017 14:27

Ternyata Dinosaurus di Google Chrome Itu Game

Jika anda adalah seseorang yang sering menggunakan internet dalam pekerjaan, pasti anda pernah mengalami saat dimana jaringan internet anda mati atau tidak berfungsi.

Kadinkes Rohil : Kepala Puskesmas itu Sarjana Kesehatan
Sabtu, 25 Maret 2017 14:17

Kadinkes Rohil : Kepala Puskesmas itu Sarjana Kesehatan

Polemik tentang siapa sebenarnya yang pantas menduduki posisi sebagai kepala puskesmas di Kabupayen Rokan Hilir,  masih menjadi pembicaraan, terutama dikalangan tenaga kesmas itu sendiri. 

Penganugerahan MIPA Award Tahun 2017
Sabtu, 25 Maret 2017 14:08

Penganugerahan MIPA Award Tahun 2017

Sabtu (25/3/2017), bertempatkan Gedung Auditorium Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Riau (UR), pergelaran MIPA Award 2017 resmi digelar.

Tabrakan Beruntun 130 Mobil, 1 Tewas, 63 Orang Terluka
Sabtu, 25 Maret 2017 13:58

Tabrakan Beruntun 130 Mobil, 1 Tewas, 63 Orang Terluka

Insiden tabrakan mengejutkan terjadi di Iran. Kendati hanya satu orang yang tewas dan 63 orang mengalami luka-luka, tetapi mobil yang terlibat tabrakan itu membuat orang geleng-geleng kepala.

Minuman Khas Melayu Riau, Inilah Asal Mula Laksamana Mengamuk
Sabtu, 25 Maret 2017 13:48

Minuman Khas Melayu Riau, Inilah Asal Mula Laksamana Mengamuk

Mendengar kata Laksamana Mengamuk, mungkin anda akan berpikir bahwa telah terjadi peperangan atau pertengkaran. Namun tidak demikian. Laksamana Mengamuk adalah minuman khas Melayu Riau. 

Bunuh Diri Marak di Jepang, Sehari Bisa 70 Orang Mati
Sabtu, 25 Maret 2017 13:40

Bunuh Diri Marak di Jepang, Sehari Bisa 70 Orang Mati

Harakiri atau bunuh diri, bukan barang baru di Jepang. Mati dengan cara itu dianggap wajar di Negeri Matahari Terbit ini. Itu terjadi sejak baheula sebagai bentuk kematian terhormat, hingga yang terjadi saat ini.