MUI Tuding Tiga Ponpes Ajarkan Paham Radikal

Sabtu, 17 Juni 2017 12:20
MUI Tuding Tiga Ponpes Ajarkan Paham Radikal

BERTUAHPOS.COM (BPC), NTB - Majelis Ulama Nusa Tenggara Barat menyebut, terdapat tiga pondok pesantren (ponpes) di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mengajarkan paham radikal. Mereka mengamalkan ajaran jihad yang salah, dengan membunuh orang di luar mereka.

Ponpes yang mengajarkan paham seperti itu berada di Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu. Ponpes itu adalah Abu Bakar As Siddiq, Almadinah dan Usman bin Affan.

"Radikal ini mengajak bukan seperti pondok pesantren yang mengajarkan tentang pelajaran agama. Tetapi mengajak ke pemahaman jihad. Menurut mereka, jihad itu membunuh orang dan setiap orang di luar mereka itu kafir dan itu harus dibunuh. Tapi yang tiga ini belum mengarah untuk melakukan teror," kata Ketua MUI NTB, Saiful Muslim di kantor MUI NTB.

Menurut Saiful, sebelumnya di Kelurahan Penatoi di Kota Bima juga pernah ada pondok pesantren yang mengajarkan ajaran radikal yang mengarah kepada aksi teror. Ponpes itu bernama Umar bin Khatab (UBK). Dulu sering melakukan latihan semi militer dan mendoktrin santrinya untuk melakukan jihad. Sebab mereka menganggap pemerintah sebagai thogut.

Di bulan Juli 2011 lalu, di pesantren ini pernah terjadi ledakan. Itu berasal dari bom yang diuji-coba pengasuh ponpes dan santrinya. Ledakan itu menewaskan satu orang. Bom itu akan digunakan untuk menyerang polsek-polsek terdekat.

Santri ponpes ini juga ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Mereka membunuh anggota polisi di Polsek Bolo Kabupaten Bima. Itu karena santri ini menganggap polisi itu memata-matai ponpesnya.

"Kami bersama-sama dengan stakeholder di NTB, yakni Kapolda, Kabinda, Kebangpol dan Korem sering turun dan datangi ponpes UBK itu. Awalnya mereka sangat tertutup. Namun akhirnya lama-lama ada perubahan dan menjadi lebih terbuka. Sekarang sudah normal dan berganti nama menjadi Madani," katanya.

Untuk mengantisipasi agar ideologi radikal di UBK tidak terulang, penyuluhan kontra radikal akan terus-menerus dilakukan di tiga pesantren Abu Bakar As Siddiq, Almadinah dan Usman bin Affan.

"Kita datangi terus ponpes itu agar mereka paham, bahwa dia adalah bagian dari negara ini. Dia harus berbuat apa untuk negaranya. Kira-kira seperti itu," ujarnya. (jss)

TRAVELLING

Berita Terkini

Jembatan Penyeberangan di Ramayana Pusat Mengkhawatirkan
Senin, 25 September 2017 11:25

Jembatan Penyeberangan di Ramayana Pusat Mengkhawatirkan

Jembatan penyeberangan yang ada di depan Ramayana Pusat, Jalan Jenderal Sudirman sudah mulai rusak. 

Pansus RTRW Bantah Akomodir Pihak Tertentu
Senin, 25 September 2017 11:15

Pansus RTRW Bantah Akomodir Pihak Tertentu

Pansus Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Riau membantah mengakomodir pihak tertentu dalam perumusannya.

Listrik Padam, Pemeriksaan Saksi Korupsi di Kejati Riau Ditunda
Senin, 25 September 2017 11:05

Listrik Padam, Pemeriksaan Saksi Korupsi di Kejati Riau Ditunda

Listrik di beberapa daerah di Kota Pekanbaru terjadi pemadaman secara bergilir dari Minggu (24/9/2017) hingga hari ini Senin (25/9/2017).

Investor Jerman Tawarkan Bisnis Rumah Sakit ke Pemprov Riau
Senin, 25 September 2017 10:55

Investor Jerman Tawarkan Bisnis Rumah Sakit ke Pemprov Riau

Sekdaprov Riau kedatangan tamu seorang investor dari Jerman. Pembahasan mereka membicarakan soal peluang bisnis rumah sakit di Riau.

Golden Tulip Pekanbaru Siapkan Sepeda Gratis Untuk Tamu yang Nginap
Senin, 25 September 2017 10:45

Golden Tulip Pekanbaru Siapkan Sepeda Gratis Untuk Tamu yang Nginap

Walau tren kenaikan okupansi hotel semakin bagus, pihak Manajemen Hotel Golden Tulip Essential Pekanbaru selalu ingin yang terbaik untuk para tamu. 

Pansus: RTRW Tidak Bisa Ditunda
Senin, 25 September 2017 10:35

Pansus: RTRW Tidak Bisa Ditunda

Pansus RTRW Provinsi Riau menyebutkan bahwa pengesahan RTRW sudah tidak bisa ditunda lagi.

Progres Rel Kereta Api Stagnan di Konsultasi Publik
Senin, 25 September 2017 10:28

Progres Rel Kereta Api Stagnan di Konsultasi Publik

Progres pembangunan rel kereta api Riau hingga kini masih stagnan pada tahap konsultasi publik. Sementara materil pembangunannya sudah ada di lokasi sejak tahun lalu.

Ini Potret Sepi di Suzuya Pasar Kodim
Senin, 25 September 2017 10:15

Ini Potret Sepi di Suzuya Pasar Kodim

Pagi ini Senin (25/9/17), hingga jam 10.00 WIB, Suzuya Pasar Kodim sepi pengunjung. Sebagian toko-toko di dalamnya masih belum dibuka.

Pria 19 Tahun Asal Bengkalis Ini Kedapatan Bawa Narkoba
Senin, 25 September 2017 10:02

Pria 19 Tahun Asal Bengkalis Ini Kedapatan Bawa Narkoba

Muhammad Hafizi duduk lesu menghadap ke sebuah meja. Di atas meja itu ada kotak rokok, hp dan satu paket narkotika jenis sabu.

Kabar gembira, Jalan Garuda Sakti Sudah 'Sehat'
Senin, 25 September 2017 09:15

Kabar gembira, Jalan Garuda Sakti Sudah "Sehat"

Bagi anda pengguna Jalan Garuda Sakti KM 1 Panam, kini tidak perlu khawatir lagi saat melewati jalan tersebut. Lubang besar yang banyak 'menganga' sudah diperbaiki.