Dulunya Pasar Induk Walau Tanpa Status

Sabtu, 07 Januari 2017 10:00 263
Dulunya Pasar Induk Walau Tanpa Status
Aktifitas pasar di Jalan Tuanku Tambusai pada malam hari (Foto: Istimewa)

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU TEMPO DULU - Sejak malam hari, aktifitas bongkar muat para pedagang sudah terlihat di pinggir Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru. Lokasi itu tidak jauh dari pasar tradisional Cik Puan. Aktifitas  para pedagang ini dulunya hampir terjadi setiap malam.

Pasar tradisional itu dulu dikenal masyarakat dengan pasar rakyat. Setelah aktifitas transaksi jual beli berlangsung pada malam hingga subuh, pagi harinya para pedagang kembali membuka lapak sekitar pukul 05.00 pagi sampai siang.

Ketika pagi menjelang, masyarakat dari segala penjuru di Pekanbaru pasti pernah mampir dan berbelanja di pasar ini. Pasar rakyat itu menjual beragam kebutuhan rumah tangga, seperti sembako, barang pecah belah, pakaian, ikan, dan beragam jenis kebutuhan masyarakat lainnya.

"Nuansanya dulu sangat berbeda," ujar Manan, warga Jalan Tuanku Tambusai, Pelanbaru. Kalau dulu, usai azan subuh, aktifitas di pasar sudah sangat ramai. Dulu hampir rata bangunan kios di kawasan pasar itu terbuat dari kayu dan papan. (Baca: Potret Buram Pasar Cik Puan yang Termakan Masa)

Dilokasi itu juga dijadikan sebagai terminal dalam kota. Terminal Mayang Terurai namanya. Hadirnya terminal ditempat ini, juga karena banyak masyarakat yang memilih Pasar Cik Puan sebagai tempat belanja. "Istilahnya, pasar induk walau tanpa status," sambungnya.

Tahun 1980-an, selain Pasar Cik Puan, juga sudah ada pasar Dupa, Pasar Kodim dan Pasar Bawah. Namun Pasar Cik Puan tetap jadi primadona karena letaknya yang sangat strategis. "Dulu itu batas Jalan Tuanku Tambusai hanya sampai Jalan KH Ahmad Dahlan atau Jalan Pelajar," kata Ujang, Warga Jalan Durian Pekanbaru.

Sebab itulah Pasar Cik Puan menjadi tempat pemberhentian, dan aktifitas masyarakat sangat banyak disekitar pasar tersebut. Angkutan umum seperti oplet, setiap jam mengangkut penumpang dan berhenti di Terminal Mayang Terurai. Apalagi masyarakat dari Kecamatan Tampan. Sebab dahulunya Pasar Selasa belum berdiri.

Selain itu, truk dan pickup yang mengangkut sayur dari daerah Sumatera Barat dan Sumatera Utama juga berlabuh di tempat ini. Aktifitas bongkar muat, terjadi tanpa henti.

Hilir mudik kendaraan silih berganti mengangkut penumpang yang ingin mencari kebutuhan rumah tangganya. "Lebih kurang seperti itulah suasana Pasar Cik Puan tempo dulu. Sangat ramai. Jika diingat dulu lebih seru rasanya, dibanding sekarang," tambahnya.

Penulis: Aldilla Hamama Putri

loading...
TRAVELLING

Berita Terkini

Menegang, Amerika Khawatir Alaska Bakal Dirudal Korut
Sabtu, 25 Maret 2017 16:40

Menegang, Amerika Khawatir Alaska Bakal Dirudal Korut

Aksi Korea Utara dengan ujicoba rudal nuklirnya membuat pejabat militer Amerika Serikat kuatir. Sebab menurutnya, negara bagian Alaska di AS bisa menjadi target serangan

Pengunjung Mall Ikut Cap Tangan di Papan Anti Hoax Media Expo 2017
Sabtu, 25 Maret 2017 15:29

Pengunjung Mall Ikut Cap Tangan di Papan Anti Hoax Media Expo 2017

Terlihat beberapa pengunjung mall SKA Pekanbaru ikut berantisipasi dalam acara Media Expo 2017. Mulai anak-anak hingga ornag dewasa, ikut menempelkan cap tangan mereka di papan cap anti hoax

Bejat, Bandot dkk Gilir Gadis di Semak-semak
Sabtu, 25 Maret 2017 15:26

Bejat, Bandot dkk Gilir Gadis di Semak-semak

Perbuatan bejat,  dilakukan oleh lima pemuda,  sebut saja Bandot dan kawan-kawan. Bandot dengan sengaja melakukan perbuatan tidak senonoh itu terhadap gadis berusia 15 tahun. Gadis itu sebut saja Kembang.

Unik, Sapi Berotot Ini Dari Belgia
Sabtu, 25 Maret 2017 15:16

Unik, Sapi Berotot Ini Dari Belgia

Sapi ini unik, karena tubuhnya yang kekar dan berotot. Ini adalah sapi Belgia, yang biasa disebut Belgian Blue Cow.

Ternyata Dinosaurus di Google Chrome Itu Game
Sabtu, 25 Maret 2017 14:27

Ternyata Dinosaurus di Google Chrome Itu Game

Jika anda adalah seseorang yang sering menggunakan internet dalam pekerjaan, pasti anda pernah mengalami saat dimana jaringan internet anda mati atau tidak berfungsi.

Kadinkes Rohil : Kepala Puskesmas itu Sarjana Kesehatan
Sabtu, 25 Maret 2017 14:17

Kadinkes Rohil : Kepala Puskesmas itu Sarjana Kesehatan

Polemik tentang siapa sebenarnya yang pantas menduduki posisi sebagai kepala puskesmas di Kabupayen Rokan Hilir,  masih menjadi pembicaraan, terutama dikalangan tenaga kesmas itu sendiri. 

Penganugerahan MIPA Award Tahun 2017
Sabtu, 25 Maret 2017 14:08

Penganugerahan MIPA Award Tahun 2017

Sabtu (25/3/2017), bertempatkan Gedung Auditorium Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Riau (UR), pergelaran MIPA Award 2017 resmi digelar.

Tabrakan Beruntun 130 Mobil, 1 Tewas, 63 Orang Terluka
Sabtu, 25 Maret 2017 13:58

Tabrakan Beruntun 130 Mobil, 1 Tewas, 63 Orang Terluka

Insiden tabrakan mengejutkan terjadi di Iran. Kendati hanya satu orang yang tewas dan 63 orang mengalami luka-luka, tetapi mobil yang terlibat tabrakan itu membuat orang geleng-geleng kepala.

Minuman Khas Melayu Riau, Inilah Asal Mula Laksamana Mengamuk
Sabtu, 25 Maret 2017 13:48

Minuman Khas Melayu Riau, Inilah Asal Mula Laksamana Mengamuk

Mendengar kata Laksamana Mengamuk, mungkin anda akan berpikir bahwa telah terjadi peperangan atau pertengkaran. Namun tidak demikian. Laksamana Mengamuk adalah minuman khas Melayu Riau. 

Bunuh Diri Marak di Jepang, Sehari Bisa 70 Orang Mati
Sabtu, 25 Maret 2017 13:40

Bunuh Diri Marak di Jepang, Sehari Bisa 70 Orang Mati

Harakiri atau bunuh diri, bukan barang baru di Jepang. Mati dengan cara itu dianggap wajar di Negeri Matahari Terbit ini. Itu terjadi sejak baheula sebagai bentuk kematian terhormat, hingga yang terjadi saat ini.