Dulunya Pasar Induk Walau Tanpa Status

Sabtu, 07 Januari 2017 10:00 221
Dulunya Pasar Induk Walau Tanpa Status
Aktifitas pasar di Jalan Tuanku Tambusai pada malam hari (Foto: Istimewa)

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU TEMPO DULU - Sejak malam hari, aktifitas bongkar muat para pedagang sudah terlihat di pinggir Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru. Lokasi itu tidak jauh dari pasar tradisional Cik Puan. Aktifitas  para pedagang ini dulunya hampir terjadi setiap malam.

Pasar tradisional itu dulu dikenal masyarakat dengan pasar rakyat. Setelah aktifitas transaksi jual beli berlangsung pada malam hingga subuh, pagi harinya para pedagang kembali membuka lapak sekitar pukul 05.00 pagi sampai siang.

Ketika pagi menjelang, masyarakat dari segala penjuru di Pekanbaru pasti pernah mampir dan berbelanja di pasar ini. Pasar rakyat itu menjual beragam kebutuhan rumah tangga, seperti sembako, barang pecah belah, pakaian, ikan, dan beragam jenis kebutuhan masyarakat lainnya.

"Nuansanya dulu sangat berbeda," ujar Manan, warga Jalan Tuanku Tambusai, Pelanbaru. Kalau dulu, usai azan subuh, aktifitas di pasar sudah sangat ramai. Dulu hampir rata bangunan kios di kawasan pasar itu terbuat dari kayu dan papan. (Baca: Potret Buram Pasar Cik Puan yang Termakan Masa)

Dilokasi itu juga dijadikan sebagai terminal dalam kota. Terminal Mayang Terurai namanya. Hadirnya terminal ditempat ini, juga karena banyak masyarakat yang memilih Pasar Cik Puan sebagai tempat belanja. "Istilahnya, pasar induk walau tanpa status," sambungnya.

Tahun 1980-an, selain Pasar Cik Puan, juga sudah ada pasar Dupa, Pasar Kodim dan Pasar Bawah. Namun Pasar Cik Puan tetap jadi primadona karena letaknya yang sangat strategis. "Dulu itu batas Jalan Tuanku Tambusai hanya sampai Jalan KH Ahmad Dahlan atau Jalan Pelajar," kata Ujang, Warga Jalan Durian Pekanbaru.

Sebab itulah Pasar Cik Puan menjadi tempat pemberhentian, dan aktifitas masyarakat sangat banyak disekitar pasar tersebut. Angkutan umum seperti oplet, setiap jam mengangkut penumpang dan berhenti di Terminal Mayang Terurai. Apalagi masyarakat dari Kecamatan Tampan. Sebab dahulunya Pasar Selasa belum berdiri.

Selain itu, truk dan pickup yang mengangkut sayur dari daerah Sumatera Barat dan Sumatera Utama juga berlabuh di tempat ini. Aktifitas bongkar muat, terjadi tanpa henti.

Hilir mudik kendaraan silih berganti mengangkut penumpang yang ingin mencari kebutuhan rumah tangganya. "Lebih kurang seperti itulah suasana Pasar Cik Puan tempo dulu. Sangat ramai. Jika diingat dulu lebih seru rasanya, dibanding sekarang," tambahnya.

Penulis: Aldilla Hamama Putri

loading...
TRAVELLING

Berita Terkini

Perusak Hutan Giam Siak Kecil Diamankan
Kamis, 23 Pebruari 2017 21:56

Perusak Hutan Giam Siak Kecil Diamankan

Sebanyak 14 ekor satwa liar berhasil diamankan diantarannya jenis burung elang hitam, blutung anakan, Musang, Macan Dahan, Lutra anakan dan satwa dilindungi

Suparman Divonis Bebas, KPK Akan Kasasi
Kamis, 23 Pebruari 2017 21:31

Suparman Divonis Bebas, KPK Akan Kasasi

Meski kecewa, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak hilang akan untuk menjerat Bupati non aktif Rokan Hulu, Suparman ke ranah hukum.

Video : Sidang Suparman Histeris
Kamis, 23 Pebruari 2017 21:16

Video : Sidang Suparman Histeris

Kasus Tipikor menyeret kedua Tersangka yakni Johar Firdaus dan Suparman. Hari ini kamis (23/2/2017) Suparman dinyatakan bebas dari tuntutan

Ini Kata Firdaus MT Tentang Empat Penantangnya yang Kalah
Kamis, 23 Pebruari 2017 21:00

Ini Kata Firdaus MT Tentang Empat Penantangnya yang Kalah

Firdaus MT mengucapkan terimakasih seluruh masyarakat yang memilih dirinya bersama Ayat Cahyadi. 

PNS Pekanbaru 'Dipaksa' Beli Bright Gas
Kamis, 23 Pebruari 2017 20:00

PNS Pekanbaru 'Dipaksa' Beli Bright Gas

Dengan adanya surat edaran ini juga diharapkan elpiji 3 kg bisa didistribusikan pada yang berhak. Sehingga potensi kelangkaan bisa dicegah.

Larangan PNS Pekanbaru Beli Elpiji Tinggal Diteken
Kamis, 23 Pebruari 2017 18:45

Larangan PNS Pekanbaru Beli Elpiji Tinggal Diteken

PNS atau Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak lagi dibenarkan memakai gas 3 kg. Surat edaran pelarangan tersebut tinggal ditekan Penjabat (Pj) Walikota Pekanbaru, Edwar Sanger.

Wakil Bupati Pasaman, Bantu Biaya Administrasi Bayi Kembar Siam Pasaman Timur
Kamis, 23 Pebruari 2017 18:35

Wakil Bupati Pasaman, Bantu Biaya Administrasi Bayi Kembar Siam Pasaman Timur

Telah lahir bayi kembar siam yang berjenis kelamin laki-laki. Saat ini bayi dengan berat 4,2 Kilogram dari pasangan Rahmayani (21) dan Nofiyadri (26) itu, lahir di secara caesar, masih berada di RSUD Lubuak Sikapiang

Tragis, Sekeluarga Tewas Bunuh Diri Minum Racun
Kamis, 23 Pebruari 2017 18:25

Tragis, Sekeluarga Tewas Bunuh Diri Minum Racun

Tragis. Sekeluarga tewas bunuh diri minum racun. Empat orang itu terdiri dari ayah dan ibu, serta dua anaknya.

Fitra Ragukan Integritas Hakim Terkait Putusan Bebas Suparman
Kamis, 23 Pebruari 2017 18:15

Fitra Ragukan Integritas Hakim Terkait Putusan Bebas Suparman

Nama Suparman terseret dalam kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) suap pembahasan Rancangan APBD Provinsi Riau 2014 - 2015 lalu. Setelah menjalani sidang berkali-kali, kini Suparman bebas dari jeratan hukum.

Upah Dipotong Rp 500 Ribu, Sampah Menumpuk di Taman Puswil
Kamis, 23 Pebruari 2017 18:10

Upah Dipotong Rp 500 Ribu, Sampah Menumpuk di Taman Puswil

Kamis (23/02/2017), sampah terlihat menumpuk di taman belakang Kantor Pustaka Wilayah (Puswil). Dari keterangan warga sekitar, sampah tersebut tidak pernah diangkat sejak sebulan yang lalu.