Ada yang Janggal, Fitra Nilai Tunggakan Hutang PJU Pekanbaru Tidak Wajar

Kamis, 05 Januari 2017 08:19
Ada yang Janggal, Fitra Nilai Tunggakan Hutang PJU Pekanbaru Tidak Wajar

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU- Dimatikannya Penerang Jalan Umum (PJU) di ruas jalan utama di Pekanbaru oleh PLN mendapat sorotan berbagai pihak. Termasuk Forum Indonesia untuk Trasparansi Anggaran (Fitra) Riau Riau yang menilai tidak sepatutnya hal itu terjadi.

Dalam rilisnya, Fitra Riau membeberkan kejanggalan tunggakan hutang PJU Pemko ke PLN. Berikut poin-poin dalam rilisnya:

1. Bahwa PJU sebenuhnya dibayar dari pajak warga yang dipungut oleh pemerintah. Bahwa pemko pekanbaru menetapkan tarif PJU kepada masyarakat sebesar 6% dari nilai jual, dan 3% untuk Penggunaan Tenaga Listrik dari sumber lain oleh industri, pertambangan minyak bumi dan gas alam.

2. Bahwa pembayaran PJU mestinya tidak perlu menunggak atau kurang uang jika PJU yang dibangun sesuai dengan potensi pendapatan daerah dari pajak penerangan yang diterima pemerintah daerah. Pajak penerangan lampu jalan notabenenya dipungut dari masyarakat baik perorangan (pengguna listrik rumahan), industri maupun penggunaan listrik lainnya.

3. Bahwa jika melihat dari realisasi tahun 2014 dan Realisasi tahun 2015 bahwa penerimaan daerah kota Pekanbaru dari Pajak Penerangan Jalan sebesar Rp. 66,8 Milyar (2014) dan Rp. 78,6 Milyar. Artinya potensi penerimaan pendapatan dari Pajak Penerangan Jalan yang dipungut masyarakat tahun 2016 berpotensi akan semikin meningkat. tentu dipengaurhi dari penambahan daya dan semakin banyaknya pengguna listrik baik pribadi maupun industri tahun 2016 ini.

4. Jika tahun 2014 sebesar Rp. 66,8 Milyar dan tahun 2015 menjadi Rp. 78,6 Milyar, artinya antara tahun 2014-2015 terjadi peningkatan 15% atau sebesar Rp. 11,6 milyar. Tentu, jika tahun 2016 terjadi peningkatan 10% saja dari realisasi tahun 2015 lalu, maka sedikitnya tahun 2016 realisasi pendapatan daerah Kota Pekanbaru tahun ini dari pajak penerangan jalan adalah sebesar Rp. 86,4 Milyar.

5. Dana tersebut mutlak berasal dari pungutan masyarakat, yang dipungut oleh PLN dan disetorkan ke Kas Daerah melalui Dinas Pendapatan Daerah pastinya setiap bulan. Karena pajak penernangan lampu jalan yang dipungut kepada masyarakat adalah setiap bulan (bagi pengguna listrik dengan sistem manual) atau setiap kali pembelian (jika menggunakan sistem token).

6. Oleh karena itu maka sebenarnya, Defisit Anggaran karena pengaruh dana tranfer pemerintah pusat yang lambat dan karena dana bagi hasil yang tidak sesuai dengan target yang direncanakan, TIDAK berhubungan dengan pemerinta harus menunggak bayar tagihan PJU.

7. Menurut kami, penunggakan bayar tagihan PJU tersebut akibat dari, tidak benarnya pengelolaan belanja daerah. Pemerintah memaksakan untuk menggunakan uang yang mestinya digunakan untuk membayar tagihan listrik (PJU), justru digunakan untuk program dan kegiatan lainnya.

8. Kedua, penunggakan ini juga akibat dari pembangunan lampu jalan yang tidak sesuai dengan berapa potensi dana yang dimiliki dari hasil pajak penerangan lampu jalan. Ketiga, ini merupakan bentuk borosnya pemerintah daerah dan tidak menerapkan sistem hemat energi, bayangkan saja, lebih dari Rp. 70 Milyar digunakan untuk bayar penerangan lampu jalan.

9. Solusi dan hal yang perlu dilakukan adalah, Pertama: Pemerintah Kota (dispenda) harus membuka kepublik, berapa sebenarnya realisasi per 31 Desember 2016, penerimaan daerah kota Pekanbaru dari Pajak Penerangan lampu jalan. Kedua: Pemko harus menghentikan atau tidak lagi membangun penerangan lampu jalan baru yang tidak perlu dan betumpukan disatu lokasi. ketiga: Jikapun ingin mempercantik dan menerangi kota dimalam hari, pemerintah harus menganti lamau-lampu yang lebih hemat energi.

10. PLN harus membuka juga berapa dana dari pajak penerangan jalan yang dipungut PLN hingga 31 Dsember 2016 dan diserahkan kepada Pemerintah Kota Pekanbaru (bukan hanya setoran terahir saja), kedua : PLN harus sampaikan berapa titik lampu jalan yang belum dipasang meteran (masih sistem lumpsum).

11. Jika pada saat lampu jalan dimatikan PLN, karena pemerintah tidak membayar tunggakan, dan masyarakat merasa rugi masyarakat bisa menggugat ke Pemerintah. Karena pemerintah lalai, dan tidak mengelola uang yang berasal dari pajak penerangan jalan yang dipungut dari masyarakat secara benar. (Rilis)

Klik tombol Like jika Anda suka dengan Berita ini

TRAVELLING

Berita Terkini

FA Cup, Wigan Hentikan Langkah City
Selasa, 20 Pebruari 2018 05:08

FA Cup, Wigan Hentikan Langkah City

Wigan Athletic berhasil menghentikan langkah City di FA Cup.

Hari Ini, Ustaz Abdul Somad Akan Sandang Gelar 'Datuk Seri Ulama Setia Negara
Selasa, 20 Pebruari 2018 05:00

Hari Ini, Ustaz Abdul Somad Akan Sandang Gelar 'Datuk Seri Ulama Setia Negara

Ustaz Abdul Somad akan ditabalkan gelar 'Datuk Seri Ulama Setia Negara', hari ini, Selasa (20/2/2018). Penabalan ini akan dilakukan oleh LAM Riau di Balairung Tennas Effendi, Balai Adat Melayu Riau, Jalan Diponegoro Pekanbaru.

Pemko Pekanbaru Optimis Pasar Induk Selesai Oktober 2018
Senin, 19 Pebruari 2018 22:00

Pemko Pekanbaru Optimis Pasar Induk Selesai Oktober 2018

Pemerintah Kota Pekanbaru optimis Pasar Induk akan selesai tepat waktu.

Dari Kurir Ayam Hingga Bartender, Kini Arief Jadi GM Termuda di Dunia Perhotelan
Senin, 19 Pebruari 2018 21:35

Dari Kurir Ayam Hingga Bartender, Kini Arief Jadi GM Termuda di Dunia Perhotelan

Kerja sampingan semasa sekolah menjadi rutinitas sehari-hari bagi pria tampan perawakan tinggi dan putih kelahiran 31 desember 1986.

Cetak Sawah di Pelalawan Rugikan Negera Rp1 Miliar
Senin, 19 Pebruari 2018 21:30

Cetak Sawah di Pelalawan Rugikan Negera Rp1 Miliar

Cetak sawah baru tahun 2012 di Desa Gambit Mutiara, Kabupaten Pelalawan, merugikan negara sebesar Rp1 miliar lebih.

Viral Video Anak Sekolah Menangis Memanggil Orang Tuanya Saat Gunung Sinabung Erupsi
Senin, 19 Pebruari 2018 20:45

Viral Video Anak Sekolah Menangis Memanggil Orang Tuanya Saat Gunung Sinabung Erupsi

Sebuah video anak-anak sekolah dasar yang sedang berlarian saat terjadinya erupsi Gunung Sinabung viral di media sosial.

Sambel Nyai Resto,  Angkat Konsep Perkampungan di Tengah Kota
Senin, 19 Pebruari 2018 19:15

Sambel Nyai Resto, Angkat Konsep Perkampungan di Tengah Kota

Beratapkan daun rumbia,  tempat makan satu ini menyajikan nuansa makanan khas sunda, Sambel Nyai Resto namanya. Sambel Nyai resto berlokasi di Jalan Tiung No. 24

Besok, Ustaz Abdul Somad akan Bergelar Datuk Seri Ulama Setia Negara
Senin, 19 Pebruari 2018 19:00

Besok, Ustaz Abdul Somad akan Bergelar Datuk Seri Ulama Setia Negara

Besok, Selasa (20/2/2018), Ustaz Abdul Somad akan dianugerahkan gelar 'Datuk Seri Ulama Setia Negara'. Pemberian gelar adat ini akan dilakukan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau

Wow, Seminggu Ditayangkan Film Black Panther Untung Rp 4,8 Triliun
Senin, 19 Pebruari 2018 18:02

Wow, Seminggu Ditayangkan Film Black Panther Untung Rp 4,8 Triliun

Baru seminggu ditayangkan, film superhero berjudul Black Panther mampu meraup keuntungan US$361 juta atau jika dirupiahkan lebih dari Rp4,8 triliun.

Mengubah Sampah Menjadi Rupiah
Senin, 19 Pebruari 2018 17:18

Mengubah Sampah Menjadi Rupiah

Bank Sampah Pematang Pudu Bersih secara resmi digunakan sejak 1 Desember 2015. Sebelumnya, bank sampah yang didirikan pada 2012 itu bernama Bank Sampah Kopelapip Bersih.