Polong Raksasa Rusak, Jalur Lintas Payakumbuh-Lintau Dialihkan

Selasa, 22 Agustus 2017 20:20
 Polong Raksasa Rusak, Jalur Lintas Payakumbuh-Lintau Dialihkan
Foto: BPC15

BERTUAHPOS.COM, LIMAPULUH KOTA - Jalan lintas Propinsi Sumatera Barat penghubung Kota Payakumbuh-Lintau Kabupaten Tanahdatar, tidak bisa dilewati selama sepekan ini.

Pasalnya polong raksasa sepanjang tiga meter di Jorong Sibindu, Nagari Labuah Gunung, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, pecah. Sehingga polong yang dibangun sejak jaman Belanda itu harus diganti dan jalan dialihkan melalui jalur alternatif.

Dimana masyarakat pengguna jalan harus melewati jalan alternatif dari Simpang Ampek Labuah Gunuang-Sitanang-Tanjuang Gadang Rumah-Tembus Taratak. Dimana jalan kampung sepanjang 4 kilometer dan dua kilometer  diantaranya masih jalan tanah juga tidak bisa dilewati kenderaan bertonase tinggi.

Akibatnya, truk harus memutar jalan melewati Simpang Piladang-Batusangkar jika harus menuju Lintau atau Kabupaten Sijunjung dan Dharmasraya dari arah Payakumbuh atau Riau.

"Memang polong yang dibangun sejak jaman Belanda sudah pecah dan tidak bisa dilewati. Maka dari itu kita bangun jembatan panel darurat sampai dibangun permanen. InsyaAllah hari Sabtu datang sudah selesai kita pasang dan dapat dilewati," begitu disampaikan  Kaur TU Kegiatan Rehabilitasi Pemeliharaan Rutin Jalan Propinsi Dinas PU dan Penataan Ruang Propinsi Sumbar, Ransyah Aljo Samito, Selasa (22/8/2017) kepada awak media.

Pemasangan jembatan panel darurat menjadi solusi sementara sampai dibangunnya secara permanen jembatan itu. Diperkirakan pemasangan jembatan panel darurat akan berlangsung hingga Sabtu datang.

"Ini pemasangan kita kebut. Sehingga Sabtu depan selesai dan bisa dilewati truk bermuatan maksimal 30 ton. Sampai nanti jembatan permanen selesai dibangun," sebut Samito.

Dengan lebar jembatan panel darurat kecil, maka kenderaan roda empat bisa dipastikan tidak bisa berselisih di atas jembatan panel itu. Sehingga kenderaan roda empat yang lewat harus bergantian satu persatu.

Dia juga menyebut, sepanjang jalan perbatasan Kota Payakumbuh sampai Setangkai, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, masih ada sebanyak 5 polong lagi. Kondisinya saat ini sebut Samito sudah unzur dan harus diganti.

"Maka kita minta pengguna jalan untuk tetap hati-hati agar selamat sepanjang perjalanan. Karena polong yang ada disepanjang jalan dari perbatasan Payakumbuh-Stangkai, Lintau Buo sudah tua dan harus diganti," sebutnya mengingatkan.

Salah seorang pelajar yang setiap hari melewati jalan Payakumbuh-Lintau, Eni mengaku harus melewati jembatan kecil terbuat dari bambu tidak jauh dari sebelah kiri tempat polongan rusak, arah Payakumbuh lewat.

"Kalau lewat jalur alternatif jauh bang. Khusus untuk motor bisa lewat disebelahnya melalui jembatan kecil terbuat dari bambu dan dibantu warga setempat," sebutnya berharap jembatan bisa cepat selesai. (bpc15)

Klik tombol Like jika Anda suka dengan Berita ini

TRAVELLING

Berita Terkini

Waduh, Wakil Rakyat Ikut Eksis di Baliho Paslon Gubri
Rabu, 21 Pebruari 2018 22:21

Waduh, Wakil Rakyat Ikut Eksis di Baliho Paslon Gubri

Ketua dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru ikut eksis dalam baliho milik salah satu pasangan calon (Paslon) Gubernur Riau (Gubri).

805 Personil Gabungan Bakal Kawal Aksi BEM se-Indonesia Besok
Rabu, 21 Pebruari 2018 22:04

805 Personil Gabungan Bakal Kawal Aksi BEM se-Indonesia Besok

Sebanyak 805 personil gabungan akan kawal aksi unjuk rasa yang digelar oleh ratusan mahasiswa dari universitas di Indonesia besok, Kamis (22/2/2018)

Minat Petani Padi Peserta AUTP di Payakumbuh Menurun
Rabu, 21 Pebruari 2018 21:35

Minat Petani Padi Peserta AUTP di Payakumbuh Menurun

Minat masyarakat petani padi terhadap Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di Kota Payakumbuh, Propinsi Sumatera Barat tahun 2017 lalu jauh menurun dibanding pada tahun 2016. 

Usut Dugaan Korupsi di Dispora Riau, Kejati Kembali Periksa Saksi
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:45

Usut Dugaan Korupsi di Dispora Riau, Kejati Kembali Periksa Saksi

Penyidik Kejaksaan Tinggi Riau kembali memeriksa saksi terkait dugaan korupsi di Dispora Riau. Rabu (21/2/2018), giliran saksi J, seorang wanita di Dispenda Riau diperiksa.

Kasus Penyerangan Ulama, Jokowi Minta Ketegasan Polisi
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:38

Kasus Penyerangan Ulama, Jokowi Minta Ketegasan Polisi

Presiden Indonesia, Joko Widodo minta ketegasan polisi menghadapi kasus penyerangan ulama dan rumah ibadah.

Sidang Korupsi di Dispenda. Saksi Akui Lakukan SPPD Fiktif
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:27

Sidang Korupsi di Dispenda. Saksi Akui Lakukan SPPD Fiktif

Enam orang staf di Bidang Pajak Dispenda Riau, mengakui pernah melakukan perjalanan dinas fiktif tahun 2015 hingga tahun 2016.

Berkeliaran Dilangit Pekanbaru Pesawat Tempur F-16 Lanud Rsn Turunkan Paksa Pesawat Asing
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:15

Berkeliaran Dilangit Pekanbaru Pesawat Tempur F-16 Lanud Rsn Turunkan Paksa Pesawat Asing

Force Down atau penurunan paksa pesawat asing yang melanggar kedaulatan wilayah udara NKRI oleh pesawat tempur F-16 Skadron Udara 16 di Lanud Roesmin Nurjadin terjadi hari ini Rabu (21/2/2018).

Suhardiman Amby: RAL Bangkrut, Kenapa Asetnya Tidak Disita Bank Muamalat
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:09

Suhardiman Amby: RAL Bangkrut, Kenapa Asetnya Tidak Disita Bank Muamalat

Sekretaris Komisi III DPRD Riau, Suhardiman Amby heran ketika Bank Mualmalat malah menagih pembayaran hutan PT RAL ke Pemprov Riau.

Wah,  Dua Spanduk Kandidat Ini Terpajang Nyata di Jalan Nangka
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:01

Wah, Dua Spanduk Kandidat Ini Terpajang Nyata di Jalan Nangka

Spanduk Paslon Gubri kini tampaknya semakin berterbaran,  meski Bawaslu melarang pemasangan atribut kampanye namun nyatanya himbauan itu tidak diindahkan. 

Box Culvert Penyebab Banjir di Perumahan Panam Regency?
Rabu, 21 Pebruari 2018 19:46

Box Culvert Penyebab Banjir di Perumahan Panam Regency?

Plt Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, mengatakan salah satu penyebab terjadinya banjir di Panam tepatnya Perumahan Panam Regency ialah adanya pembangunan box culvert.