Pekanbaru Tempo Dulu: Rekam Jejak Sang Sultan di Mesjid Senapelan

Selasa, 01 November 2016 21:42 474
Pekanbaru Tempo Dulu: Rekam Jejak Sang Sultan di Mesjid Senapelan
Foto: Istimewa

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Tepatnya di Jalan Mesjid Nomor 13, Kampung Bandar, Desa Payung Sekaki, Kecamatan Senapelan. Sebuah bangunan mesjid bernuansa megah berdiri kokoh. Arealnya cukup luas. Fasilitas pendukung memadai. Karena banyak menyimpan sejarah Masjid Raya Pekanbaru menjadi salah satu destinasi wisata religious yang sarat dengan nilai budaya pendidikan yang amat bagus.

Masjid Raya Pekanbaru, awalnya bernama Mesjid Senapelan. Dibangun pertama kali oleh Sultan Abdul Jalil Muazzam Syah lebih kurang pada tahun 1766 sampai 1780. Pendirinya adalah Raja keempat Kerajaan Siak Sri Indrapura, sekitar tahun 1762 masehi.

Di lokasi yang sama, ada makam pendiri Kota Pekanbaru. Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah, namanya. Sultan itu diberi gelar Marhum Bukit. Di tempat ini juga, terdapat makam Sultan Siak keempat, Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah yang bergelar Marhum Pekan.

Beragam cerita sejarah akan diceritakan oleh pemandu di tempat itu. Makam ini punya nilai sejarah berharga bagi bangsa. Sumber dari Pemerintah Provinsi Riau mencatat, Masjid Raya Pekanbaru dibangun pada abad ke 18 tepat 1762 sehingga merupakan mesjid tertua di Pekanbaru. Mesjid yang terletak di Jalan Senapelan Kecamatan Senapelan ini memiliki arsitektur tradisional.

Mesjid yang juga merupakan bukti Kerajaan Siak Sri Indrapura pernah bertahta di Pekanbaru (Senapelan) yaitu di masa Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah sebagai Sultan Siak ke-4 dan diteruskan pada masa Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah sebagai Sultan Siak ke-5.

Sejarah berdirinya Mesjid Raya Pekanbaru dikisahkan ketika di masa kekuasaan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah memindahkan dan menjadikan Senapelan (sekarang Pekanbaru) sebagai Pusat Kerajaan Siak.

Sudah menjadi adat Raja Melayu saat itu, pemindahan pusat kerajaan harus diikuti dengan pembangunan Istana Raja, Balai Kerapatan Adat, dan Mesjid. Ketiga unsur tersebut wajib dibangun sebagai representasi dari unsur pemerintahan, adat dan ulama (agama) yang biasa disebut, “Tali Berpilin Tiga" atau "Tungku Tiga Sejarangan".

Pada penghujung tahun 1762, dilakukan upacara "menaiki" ketiga bangunan tersebut. Bangunan istana diberi nama "Istana Bukit" balai kerapatan adat disebut "Balai Payung Sekaki" dan mesjid diberi nama "Mesjid Alam" (yang mengikut kepada nama kecil sultan Alamuddin yaitu Raja Alam).

Pada tahun 1766, Sultan Alamuddin Syah meninggal dan diberi gelar Marhum Bukit. Sultan Alamuddin Syah digantikan oleh puteranya Tengku Muhammad Ali yang bergelar Sultan. Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah. Pada masa pemerintahannya (1766-1779), Senapelan berkembang pesat dengan aktivitas perdagangannya. Para pedagang datang dari segala penjuru.

Maka untuk menampung arus perdagangan tersebut, dibuatlah sebuah "pekan" atau pasar yang baru, pekan yang baru inilah kemudian menjadi nama "Pekanbaru" sekarang ini.

Penulis: Melba

loading...
TRAVELLING

Berita Terkini

Diguyur Hujan Deras, Kualifikasi MotoGP 2017 Qatar Dibatalkan
Minggu, 26 Maret 2017 02:18

Diguyur Hujan Deras, Kualifikasi MotoGP 2017 Qatar Dibatalkan

Seperti biasa, kali ini pun seri pertama MotoGP 2017 diselenggarakan di Qatar. Sabtu (25/03/2017) adalah pelaksanaan kualifikasi seri pertama MotoGP musim 2017. Namun, kualifikasi yang sebelumnya akan didahului free practice keempat (FP4) ini dibatalkan.

Lilin-Lilin Kecil Hiasi UIN Suska Riau Malam Ini
Sabtu, 25 Maret 2017 21:40

Lilin-Lilin Kecil Hiasi UIN Suska Riau Malam Ini

beberapa organisasi kampus yang ikut serta antara lain Lembaga pers kampus Gagasan, Radio Suska Fm, Cophote, Mapala Suska Green Vibe, Latah Tuah dan masih banyak lagi.

PSPS Bantai Tim Sepakbola PSSI Pekanbaru
Sabtu, 25 Maret 2017 21:12

PSPS Bantai Tim Sepakbola PSSI Pekanbaru

Menang lagi, itulah yang menggambarkan pertandingan uji coba PSPS Riau, Sabtu (25/3/2017). Tim berjuluk Asykar Bertuah ini berhasil mengalahkan tim sepak bola PSSI Pekanbaru dengan skor telak, 5-0.

Ridho Ngaku Sudah Dua Tahun Konsumsi Sabu
Sabtu, 25 Maret 2017 20:20

Ridho Ngaku Sudah Dua Tahun Konsumsi Sabu

Putra raja dangdut Rhoma Irama ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus narkoba. Ridho Rhoma itu ditangkap di sebuah hotel

Tumpah, Minyak CPO Milik PT Naga Mas Genangi Perairan Dumai
Sabtu, 25 Maret 2017 20:19

Tumpah, Minyak CPO Milik PT Naga Mas Genangi Perairan Dumai

Minyak bersemburan tersebut jatuh ke dalam laut atau perairan laut Dumai dengan perkiraan jumlah lebih kurang 100 Kg minyak CPO

Ridho Rhoma Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Narkoba
Sabtu, 25 Maret 2017 20:11

Ridho Rhoma Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Narkoba

Akhirnya polisi menetapkan Ridho Rhoma Irama sebagai tersangka dalam kasus narkoba. Dia ditangkap di sebuah hotel di kawasan Jakarta Barat dengan barang bukti berupa paket sabu

Bunuh dan Perkosa Etnis Rohingya, PBB Selidiki Tentara Myanmar
Sabtu, 25 Maret 2017 19:48

Bunuh dan Perkosa Etnis Rohingya, PBB Selidiki Tentara Myanmar

Akhirnya PBB memutuskan untuk menyelidiki perkosaan dan pembunuhan yang dilakukan pasukan keamanan Myanmar terhadap etnis Rohingya

Bank Riau Kepri Raih Award Media Relations 2017
Sabtu, 25 Maret 2017 18:09

Bank Riau Kepri Raih Award Media Relations 2017

Bank Riau Kepri terima penghargaan pada ajang The 2nd Public Relations Indonesia Awards (PRIA) di Ballroom Hotel Harris Sunset Road, Kuta, Bali

Petani Kaget, Harga Cabai Rawit Makin Murah
Sabtu, 25 Maret 2017 18:02

Petani Kaget, Harga Cabai Rawit Makin Murah

Sempat menembus angka Rp.100 ribu perkilogram, kini harga cabai rawit makin turun

Ridho Izin Nonton Bioskop, Eh Ketangkap Sabu
Sabtu, 25 Maret 2017 17:54

Ridho Izin Nonton Bioskop, Eh Ketangkap Sabu

Manajer Ridho sangat terkejut dengan penangkapan Ridho. Itu karena putra Rhoma Irama itu izin nonton bioskop bersama teman-temannya