Nama Jembatan Leighton I Sebuah Kesalahan Fatal

Sabtu, 05 November 2016 18:10 278
Nama Jembatan Leighton I Sebuah Kesalahan Fatal
Nama Jembatan Leighton I Adalah Sebuah Kesalahan Fatal (Foto: Net)

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU - Bagi masyarakat Kota Pekanbaru perlu untuk tahu, bahwa sesungguhnya hadirnya nama Jembatan Leighton I, atau yang lebih dikenal dengan Jembatan Siak I, hanyalah sebuah kesalahan dalam penempatan nama.

Kontraktor yang membuat bangunan adalah perusahaan jembatan dari Australia. Ketika itu perusahaan itu diduga bermaksud untuk mempromosikan perusahaannya yang masih baru.

Saat proses pembangunan jembatan itu berlangsung seperti biasa, pihak perusahan memasang spanduk besar dengan nama perusahaan pembangun, yakini PT Leighton Indonesia Construction Company. Spanduk itu terpajang tepat di depan gerbang proyek pembuatan Jembatan Sungai Siak itu.

Sejak itu, masyarakat Pekanbaru menyangka jembatan baru tersebut bernama Leighton, yang dalam pelafalan sederhadan dari lidah masyarakat Melayu Riau, yakni teton. Nama itu juga masih ada kemiripan dengan jembatan sebelumnya, yaitu jembatan ponton.

Referensi lain menyebutkan, masyarakat Pekanbaru lebih akrab menyebut Jembatan Siak I sebagai Jembatan Leton. Leton pelafalan simpel dari ”Leighton”. Ada pula yang menyebutnya Jembatan Caltex karena pihak yang membiayai adalah Caltex. Sekarang perusahaan itu bernama Chevron.

Sampai sekira tahun 1984, PT Caltex menyadari kesalahan nama jembatan yang diketahui masyarakat sehingga menyosialisasikan kembali nama Jembatan Sungai Siak kepada masyarakat.

Penulis: Melba

loading...
TRAVELLING

Berita Terkini

Perusak Hutan Giam Siak Kecil Diamankan
Kamis, 23 Pebruari 2017 21:56

Perusak Hutan Giam Siak Kecil Diamankan

Sebanyak 14 ekor satwa liar berhasil diamankan diantarannya jenis burung elang hitam, blutung anakan, Musang, Macan Dahan, Lutra anakan dan satwa dilindungi

Suparman Divonis Bebas, KPK Akan Kasasi
Kamis, 23 Pebruari 2017 21:31

Suparman Divonis Bebas, KPK Akan Kasasi

Meski kecewa, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak hilang akan untuk menjerat Bupati non aktif Rokan Hulu, Suparman ke ranah hukum.

Video : Sidang Suparman Histeris
Kamis, 23 Pebruari 2017 21:16

Video : Sidang Suparman Histeris

Kasus Tipikor menyeret kedua Tersangka yakni Johar Firdaus dan Suparman. Hari ini kamis (23/2/2017) Suparman dinyatakan bebas dari tuntutan

Ini Kata Firdaus MT Tentang Empat Penantangnya yang Kalah
Kamis, 23 Pebruari 2017 21:00

Ini Kata Firdaus MT Tentang Empat Penantangnya yang Kalah

Firdaus MT mengucapkan terimakasih seluruh masyarakat yang memilih dirinya bersama Ayat Cahyadi. 

PNS Pekanbaru 'Dipaksa' Beli Bright Gas
Kamis, 23 Pebruari 2017 20:00

PNS Pekanbaru 'Dipaksa' Beli Bright Gas

Dengan adanya surat edaran ini juga diharapkan elpiji 3 kg bisa didistribusikan pada yang berhak. Sehingga potensi kelangkaan bisa dicegah.

Larangan PNS Pekanbaru Beli Elpiji Tinggal Diteken
Kamis, 23 Pebruari 2017 18:45

Larangan PNS Pekanbaru Beli Elpiji Tinggal Diteken

PNS atau Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak lagi dibenarkan memakai gas 3 kg. Surat edaran pelarangan tersebut tinggal ditekan Penjabat (Pj) Walikota Pekanbaru, Edwar Sanger.

Wakil Bupati Pasaman, Bantu Biaya Administrasi Bayi Kembar Siam Pasaman Timur
Kamis, 23 Pebruari 2017 18:35

Wakil Bupati Pasaman, Bantu Biaya Administrasi Bayi Kembar Siam Pasaman Timur

Telah lahir bayi kembar siam yang berjenis kelamin laki-laki. Saat ini bayi dengan berat 4,2 Kilogram dari pasangan Rahmayani (21) dan Nofiyadri (26) itu, lahir di secara caesar, masih berada di RSUD Lubuak Sikapiang

Tragis, Sekeluarga Tewas Bunuh Diri Minum Racun
Kamis, 23 Pebruari 2017 18:25

Tragis, Sekeluarga Tewas Bunuh Diri Minum Racun

Tragis. Sekeluarga tewas bunuh diri minum racun. Empat orang itu terdiri dari ayah dan ibu, serta dua anaknya.

Fitra Ragukan Integritas Hakim Terkait Putusan Bebas Suparman
Kamis, 23 Pebruari 2017 18:15

Fitra Ragukan Integritas Hakim Terkait Putusan Bebas Suparman

Nama Suparman terseret dalam kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) suap pembahasan Rancangan APBD Provinsi Riau 2014 - 2015 lalu. Setelah menjalani sidang berkali-kali, kini Suparman bebas dari jeratan hukum.

Upah Dipotong Rp 500 Ribu, Sampah Menumpuk di Taman Puswil
Kamis, 23 Pebruari 2017 18:10

Upah Dipotong Rp 500 Ribu, Sampah Menumpuk di Taman Puswil

Kamis (23/02/2017), sampah terlihat menumpuk di taman belakang Kantor Pustaka Wilayah (Puswil). Dari keterangan warga sekitar, sampah tersebut tidak pernah diangkat sejak sebulan yang lalu.