Mengintip 'Kemegahan' Kali Juang Dari Balik Puing Kehancuran

Senin, 31 Juli 2017 08:27
Mengintip 'Kemegahan' Kali Juang Dari Balik Puing Kehancuran
Kali Juang/bpc3

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU - Sebuah bangunan lusuh dan kumuh berada di dalam kawasan Masjid Raya An-Nur, Jalan Hang Tuah, Pekanbaru. Bangunan ini terlihat begitu kontras dengan bangunan lain yang ada di sekitarnya. Pintu masuk ke dalam bangunan itu sudah tidak terlihat lagi dari kejauhan, karena ditambah semak belukar. Ada jalan setapak memandu ke pintu masuk. Sekelilingnya tidak terlihat ada sesuatu yang istimewa.

Di dalam bangunan itu ada dua kolam berenang. Satu berukuran besar. Lainnya berukuran sedikit lebih kecil dari kolam berenang pertama. Kolam itu ke dalamannya sekitar 2 meter. Masih digenangi air. Aroma busuk bercampur bau pesing. Hampir semua permukaan air berlumut. Ada banyak sampah plastik dan sisa pakaian juga di sini.

Itulah Kali Juang. Berada dalam kawasan Masjid Raya An-Nur Pekanbaru, tidak membuat tempat ini megah seperti masjid dan rumah sakit di sekitarnya. Sebaliknya, tempat ini kotor, jorok dan berbau busuk. Hampir semua bagian dari bangunan itu sudah menjadi puing. Kayu dan papan yang dijadikan sebagai dinding pembatas, ambruk kemudian berserakan di lantai. Pecahan kaca ada di mana-mana.

Di sekeliling kolam berenang itu banyak pepohonan besar yang tumbuh tidak terawat. Bahkan sebagian besar lantai keramik tertutup pula dengan daun kering yang sudah membusuk. Kolam ini dikelilingi sebuah tribun yang keadaannya sama dengan bagiannya. Dibuat dengan semen dan gipsum. Bertiangkan besi, beratapkan genteng. Seluruh bagian itu didominasi oleh cat hijau tua. 

Di belakang tribun itu, ada satu lagi kolam berenang. Ukurannya lebih kecil dari kolam berenang utama. Kondisinya sama persis dan juga tidak terawat. Ada banyak lumut dan sampah di permukaan air. Ada banyak pohon liar yang tumbuh di sekitarnya. Ada banyak keramik rusak. Jelas sekali menggambarkan bahwa bangunan ini dulunya menghabiskan anggaran yang tidak sedikit dalam proses pembangunannya. Kali Juang tidak semegah dulu. Bangunan itu kini berdiri di balik puing-puing kehancuran.

Sejurus kemudian, terdengar suara samar-samar. Kian lama kiat jelas. Itu adalah suara belasan anak-anak yang tidak tahu dari mana asalnya. Mereka masuk dari pintu utama, seperti baru keluar dari dalam hutan, dan cepat sekali sudah berada di dalam kawasan itu. "Izin Pak Wartawan, Kami berenang ya?" ujar Rudi, seorang bocah seusia MDA itu sambil melenggang masuk ke dalam bangunan kumuh Kali Juang. 

Dia dan teman-temannya yang lain, sering nyebur di kolam berenang itu yang ada di bagian belakang tribun. Sebab di sini airnya lebih jernih dan lebih dalam. "Iya. Kami tiap hari ke sini, berenang," ujarnya. "Iya. Dengan kawan-kawan. Berenang di sini tidak perlu minta uang sama gaek (orang tua). Gratis," sambungnya sambil tertawa.

Belasan teman lainnya hanya tertawa mendengar bicara Rudi. Begitu lepas, tanpa rasa segan sedikitpun. Sepertinya, dia dan teman-teman lainnya menjadi pelanggan setia menggunakan fasilitas Kali Juang ini. Sebab dulu, dia juga sering dibawa ibunya ke sini. "Dulu bagus bang. Awak (saya) sering dibawa gaek ke sini," ujar Rudi.

Perbincangan ini hanya sambil lewat saja. Dia kemudian melepas seluruh pakaiannya dan memanjati sebuah besi penopang atap. Dengan sekejap dia sudah berada di atas sana tanpa busana. Dia yang pertama kali membuka aksi dan berusaha membuat teman lainnya terpukau dengan itu. Tanpa ragu dia melompat dari atap setinggi empat meter itu, kemudian brusss... Tubuhnya sudah hilang di balik lumut-lumut kolam.

"Rud, pakai cenana. Nanti gatal-gatal," kata Revan, teman Rudi yang masih duduk mencangkung di bibir kolam. "Awak alah tabiaso. Beko basah celana, curiga gaek den (nanti kalau basah celana curiga ibu saya)," ujarnya dengan logat Minang. Seperti itulah kira-kira. Meski dengan kondisi yang sudah hampir runtuh, Kali Juang tetap "mempesona" bagi belasan anak-anak ini.

Di tengah asiknya melihat anak-anak itu mandi, muncul dua orang remaja tanggung, perawakan kurus. Satu kenakan kaos hitam polos, satu lagi pakai kaos putih bermotif. Mereka tidak kaget dengan anak-anak yang tengah mandi, sebab di sini pemandangan itu sudah biasa. Setelah melihat-lihat, kedua remaja itu pergi. (bpc3)

Klik tombol Like jika Anda suka dengan Berita ini

TRAVELLING

Berita Terkini

Pemutakhiran Data Pemilih, PPDP Sambangi Bupati Inhil
Sabtu, 20 Januari 2018 22:00

Pemutakhiran Data Pemilih, PPDP Sambangi Bupati Inhil

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan pemutakhiran data pemilih. Mengawali tahapan tersebut, Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) menyambangi Bupati Inhil, HM Wardan, Sabtu (20/1/2018) pagi.

Merapat Yuk Nobar MU Malam Ini di Teras MG Corner Evo Hotel Pekanbaru
Sabtu, 20 Januari 2018 21:26

Merapat Yuk Nobar MU Malam Ini di Teras MG Corner Evo Hotel Pekanbaru

Bagi Anda fans klub Manchester United (MU) khususnya yang berada di Kota Pekanbaru sekitarnya, ramaikan nonton bareng (nobar) pertandingan MU berhadapan dengan Burnley malam ini, Sabtu (20/12/2018).

Dinyatakan Bersalah Oleh Bawaslu Riau, Sekdako M Noer Enggan Berkomentar
Sabtu, 20 Januari 2018 21:00

Dinyatakan Bersalah Oleh Bawaslu Riau, Sekdako M Noer Enggan Berkomentar

Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru, M Noer, enggan mengomentari pernyataan Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Riau yang mengatakan dirinya terbukti terlibat dalam politik praktis.

Sensasi Dengan Beragam Toping,  Hanya Rp 25 Ribu di Secret Lounge GTE Pekanbaru
Sabtu, 20 Januari 2018 20:30

Sensasi Dengan Beragam Toping, Hanya Rp 25 Ribu di Secret Lounge GTE Pekanbaru

Menikmati degan alias  kelapa segar bersama keluarga dan sahabat? Anda hanya merogoh kocek Rp25.000. 

Pentagon Keunggulan Dibalik Militer AS
Sabtu, 20 Januari 2018 20:00

Pentagon Keunggulan Dibalik Militer AS

Baru ini masih hangat diperbincangkan tentang dibalik keunggulan kemiliteran negara Amerika Serikat, bahwa pada hari Jumat (19/1/2018) kemarin pentagon membuat sebuah strategi pertahanan baru yang mereka  dikeluarkan.

37 OPD Kabupaten Karimun Terapkan Non Tunai Bersama Bank Riau Kepri
Sabtu, 20 Januari 2018 19:30

37 OPD Kabupaten Karimun Terapkan Non Tunai Bersama Bank Riau Kepri

Setelah sebelumnya menjadi pionir penerapan SIMDA di kawasan Propinsi Kepulauan Riau, kali ini Pemerintah Kabupaten Karimun kembali menandatangani perjanjian kerjasama dengan Bank Riau Kepri tentang pelaksanaan transaksi non tunai, Jumat (19/1/18).

Kiamat Sudah Dekat! Lima Partai Politik Setuju LGBT Berkembang di Indonesia
Sabtu, 20 Januari 2018 19:15

Kiamat Sudah Dekat! Lima Partai Politik Setuju LGBT Berkembang di Indonesia

Lima partai politik telah setuju LGBT berkembang di Indonesia. Bahkan, Undang-undang tentang LGBT juga tengah dibahas di DPR RI.

Gunung Sinabung Erupsi 6 Kali Hari Ini
Sabtu, 20 Januari 2018 19:02

Gunung Sinabung Erupsi 6 Kali Hari Ini

Gunung Sinabung kembali erupsi hari ini, Sabtu (20/1/2018).

Idola Celuller Buka Lowongan Kerja
Sabtu, 20 Januari 2018 12:54

Idola Celuller Buka Lowongan Kerja

Bagi anda yang sedang mencari informasi seputar lowongan kerja, kini Idola Celluler Pekanbaru sedang membutuhkan tenaga kerja.

Harga Beras dan Gula Akhir Pekan Ini di Pekanbaru Naik
Sabtu, 20 Januari 2018 12:30

Harga Beras dan Gula Akhir Pekan Ini di Pekanbaru Naik

Harga beras akhir pekan ini di Pekanbaru perlahan naik. Selain harga beras, harga gula khususnya gula merah juga mengalami kenaikan harga.